Cerpen Anak, Detik-Detik di SMP Islam Al-Azhar 5 Cirebon
Cerpen Anak, Detik-Detik di SMP Islam Al-Azhar 5 Cirebon
in

Detik-Detik di SMP Islam Al-Azhar 5 Cirebon

Sejenak, kutarik napas dalam-dalam, kemudian kuhembuskan perlahan. Kuarahkan pandanganku ke depan dan mulai kulangkahkan kakiku ke suatu tempat. Tempat dimana kita dapat mempelajari hal baru, menimba ilmu untuk bekal masa depan, dan tempat dimana kita dapat bersosialisasi dengan banyak teman. Ya, sekolah. S-E-K-O-L-A-H.

Namaku Naida Shafa Ghozalba, orang-orang biasa memanggilku dengan sebutan Naida, kecuali ayahku, beliau lebih senang memanggilku dengan sebutan Nasha. Saat lulus SD, aku bimbang, entah dimana aku akan meneruskan sekolahku. Kemudian, orang tuaku menyarankan agar aku mendaftar di SMP Islam Al-Azhar 5 Cirebon, aku pun menyetujuinya. Al-Azhar merupakan sekolah Islam berstandar nasional yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, maka dari itu, Al-Azhar cukup terkenal di kalangan masyarakat. Untuk menjadi murid Al-Azhar, aku harus mengikuti berbagai tes seleksi yang cukup ketat. Alhamdulillah… Aku diterima dan dimasukkan ke kelas bilingual, atau kelas unggulan, kelas yang mengutamakan pembiasaan berbahasa Inggris pada pelajaran-pelajaran tertentu.

Satu tahun sudah berlalu, sekarang aku sudah duduk di bangku kelas 8D bilingual. Dan hari ini, adalah hari untuk mengawali semangat serta keceriaan yang baru. Hari ini kuencamkan hal itu, karena hari ini akan menjadi hari yang melelahkan bagiku, maka dari itu, aku membutuhkan semua rasa semangat, keceriaan, dan juga konsentrasi yang lebih tinggi.

Ting… Tong… Ting… Tong… It’s time to begin the first lesson. Ketika bel jam pelajaran pertama dimulai, aku merasa bahwa kehidupanku di sekolah sudah kembali berjalan. Jam pelajaran pertama adalah fisika, salah satu pelajaran kesukaanku selain biologi dan matematika. Aku segera mengambil bukuku dan langsung berlari ke ruang laboratorium IPA. Sekolahku memiliki fasilitas yang cukup komplit sebagai sarana belajar, seperti laboratorium IPA, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, laboratorium agama, dapur tata boga, ruang studio band, perpustakaan, green house, serta lapangan basket yang cukup luas. Selain itu, Al-Azhar telah melahirkan berbagai prestasi di tiap tahunnya dengan jumlah yang susah untuk dihitung, baik dibidang akademik maupun non akademik, seperti di bidang seni lukis, seni musik, matematika, jelajah internet, dan masih banyak yang lainnya.

Ting… Tong… Ting… Tong… It’s time to have break. Bel kembali berbunyi. Seluruh murid diwajibkan keluar kelas untuk bergegas ke masjid Al-Azhar dan menunaikan shalat sunnah dhuha pada jam istirahat pertama, dan shalat dhuhur berjamaah pada jam istirahat kedua. Setelah menunaikan kewajiban kita kepada Yang Maha Kuasa, datanglah saat yang ditunggu-tunggu oleh para siswa, yaitu istirahat. Akan tetapi, semua itu berakhir ketika bel kembali berbunyi. Ting… Tong… Ting… Tong… It’s time to begin the 8th lesson. Jam pelajaran terakhir pun dimulai. Saat inilah aku mulai kehabisan daya, tubuhku mulai lemas, dan mataku mulai menahan rasa kantuk yang mulai menghantuiku.

Dan tibalah, pukul 14.00, bel pulang pun berbunyi. Ting… Tong… Ting… Tong… It’s time to go home. Sebagian murid bersorak gembira dan sebagian murid terdiam sambil mengeluarkan buku bersampul putih yang tercatum lambang palang merah pada bagian sampulnya, diriku juga melakukan hal yang sama. Hari ini adalah hari dimana seluruh murid yang mengikuti ekstrakulikuler wajib PMR atau Palang Merah Remaja, berkumpul untuk mendiskusikan, membicarakan, dan mempelajari sesuatu yang berkaitan dengan PMR, seperti mempelajari cara memakai kain mitela yang benar, mempelajari tentang pertolongan pertama pada kecelakaan, mempelajari tentang sejarah palang merah, dan masih banyak lagi. Kegiatan tersebut memang melelahkan, tapi mengesankan!

Di sekolahku, terdapat dua macam ekstrakulikuler, yaitu ekstrakulikuler wajib dan ekstrakulikuler pilihan. Ekstrakulikuler wajib, terbagi menjadi dua, yaitu pramuka dan PMR, diantara kedua itu, aku memilih untuk begabung ke dalam keluarga PMR Al-Azhar. Ekstrakulikuler pilihan, terbagi menjadi tiga belas, yaitu basket, karate, seni lukis, mading, tata boga, vocal group, marawis, tahfidz, MTQ, Karya Ilmiah Remaja, paskibra, English Club, dan kerajinan tangan. Diantara sekian banyaknya ekstrakulikuler pilihan, aku memilih tata boga, kita dapat berlajar mengenai cara memasak makanan serta membuat minuman, ekskul tata boga dilakukan setiap hari Sabtu.

Ketika jam tanganku sudah menunjukkan pukul 16.00, kegiatan PMR selesai. Seluruh anggota PMR SMP Islam Al-Azhar 5 Cirebon diwajibkan untuk kembali pulang ke rumah masing-masing. Aku segera menggendong tas ranselku. Kemudian, segera kulangkahkan kakiku keluar gerbang sekolah. Saat itu, suasana sore mulai terlihat. Semilir angin sepoi-sepoi mulai berhembus melewati tubuhku. Serta segerombol burung pun beterbangan di atas langit untuk kembali ke sarangnya. Begitupun dengan aku, yang harus secepatnya menemukan cinta serta kasih sayang Ayah dan Ibu.

Detik ini juga, kulangkahkan kakiku keluar gerbang sekolah. Detik ini juga, aku tersenyum berbalik melihat ke arah gerbang sekolah dengan pak satpan yang sudah siap menutup gerbang itu. Detik ini pula aku teringat akan seluruh kenangan manis dan pahit yang terjadi di sekolah ini. Detik-detik lalu akan menjadi sebuah sejarah. Detik ini merupakan detik dimana aku harus melakukan sesuatu sebaik-baiknya. Detik-detik yang akan datang merupakan detik dimana aku harus memperbaiki kesalahanku pada detik sebelumnya. Dan detik-detik ini, kutuliskan alkisahku yang berjudul, “Detik-Detik di SMP Islam Al-Azhar 5 Cirebon”.

Ayo Vote! Biar makin trending.

100 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Ditulis oleh Naida Shafa Ghozalba

Hai.. Namaku Naida Shafa Ghozalba, kalian bisa memanggilku Naida. Umurku 13 tahun. Aku bersekolah SMP Islam Al-Azhar 5 Cirebon. Saat ini, aku duduk di bangku kelas 8D. Oh ya, hobiku menulis cerita pendek, puisi, dan artikel. Hobiku ini dimulai sejak aku duduk di kelas 4 SD, tepatnya ketika aku masih berusia 9 tahun. Cukup sekian perkenalan dariku. Salam kenal.

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi

Cerpen Anak, Asiknya Berkemah Bersama Teman

Asiknya Berkemah Dengan Teman Sekolah

Cerita Pendek, Diary Impian

Diary Impian