Istimewanya Keluargaku !
Istimewanya Keluargaku !
in

Istimewanya Keluargaku ! – Part 1

Istimewanya Keluargaku ! – Part 1

Hembusan angin pagi sedikit menerbangkan jilbab putih yang ku kenakan, begitupun rok biru tua dan baju putihku. Aku menghirup dalam-dalam udara yang membelai lembut wajahku. Dengan menggendong ransel, aku terus berjalan menyusuri jalan, sendirian. Sesekali aku membenarkan jilbabku yang agak berantakan diterpa angin, tak lama aku menghentikan langkahku, berhenti sebentar di tepian persawahan yang amat luas, dengan gunung yang menjulang tinggi berwarna hijau kelam karena tertutup kabut, kabut itu terlihat perlahan sirna karena terpaan pancaran sinar dari sang surya, menambah indahnya pemandangan alam ciptaan tuhan.

Seandainya aku mempunyai orangtua yang bersamaku, lagi-lagi aku terngiang bisikan itu, seakan seseorang membisikiku melalui lubuk hatinya, padahal hanya semilir angin yang menyentuh telingaku. Pasti aku tidak akan kesepian seperti ini, hanya bersama rumput yang bergoyang. Aku sangat ingin merasakan pelukkan hangat dari ibu dan ayah, aku ingin sekali terbang bersama mereka menyentuh angin, menembus awan, bermain dengan kupu-kupu, menemaniku memandang indahnya ciptahan tuhan.

Aku hanya dapat melihat dari seberang sini, memandang anak-anak yang diantar ayahnya kesekolah, dengan riang bercerita tentang penatnya hidup didunia ini dengan sang ibu. Liburan keluarga bersama ke dua orangtua, sungguh sempurna hidup mereka, tidak sepertiku yang selalu di liputi kesedihan. Lagi-lagi aku menangis, menjatuhkan air mataku membasahi pipi kananku yang cubi, ya, karena hanya ini yang bisa aku lakukan.

Namaku, Aisha. Aku tinggal di Panti Asuhan Muara Bunda, disanalah aku tumbuh besar tanpa kedua orangtua kandungku, bahkan sampai sekarang aku tidak tau bagaimana wajah mereka. Terkadang aku berfikir, sungguh malang nasibku ini. Ibu panti pernah mengatakan padaku, kalau aku dititipkan di panti oleh kedua orangtuaku sejak umurku baru menginjak 6 bulan, dan sekarang aku sudah kelas 1 SMP. Aku tidak mengenal orangtua kandungku, karena mereka tidak pernah datang menemuiku, sekali saja, bahkan fotonya saja aku belum pernah melihatnya, entah kemana mereka pergi, aku berfikir apa mereka tidak menyayangiku, kenapa, apa salahku, seorang bayi berumur 6 bulan yang belum tahu apa pun, sudah dihukum untuk tinggal jauh dari kedua orangtuanya.

Yang aku kenal hanyalah ibu panti, ia adalah ibuku yang merawatku dan menjagaku hingga dewasa, yang memberiku kelengkapan sandang, pangan, dan papan. Walaupun begitu, dengan berat hati aku tetap menyayangi kedua orangtua kandungku, karena tanpa mereka aku tidak akan ada didunia ini, aku tidak bisa melihat seluk beluk dunia ini, dan tidak bisa mengenal orang-orang yang sangat aku sayang, seperti sahabat baikku, selama ini ia selalu bersamaku, disaat suka maupun duka, kepada sahabatkulah aku bercerita segalanya, begitupun sebaliknya, kami saling melengkapi, sampai suatu saat ia pergi meninggalkanku.

“Aisha!!” teriak seseorang, aku menoleh kearahnya sembari menghapus air mataku. Elsa sahabatku datang menghampiriku, dengan sebuah tisu ditangannya.

“Kenapa menangis Aisha?” tanyanya, aku menggeleng. Elsa memberikan senyuman manisnya dan sebuah tisu putih yang ia siapkan sengaja untuk sahabatnya itu.

“Hapuslah air matamu, lalu kita berangkat ke sekolah, ini sudah siang. Ayo nanti kita terlambat!!” ajak Elsa, aku mengikutinya berjalan menuju sekolah. Di perjalanan, Elsa merangkulku sembari membuat candaan-candaan konyol yang mampu membuat senyumku mengembang.

Bersambung… Istimewanya Keluargaku ! – Part 2

Ayo Vote! Biar makin trending.

100 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Hai sobat! riwayat menulisku memang belum banyak, tapi aku sangat suka menulis, dan pecinta buku… seorang pelajar yang sering menghabiskan waktunya di depan laptop, penulis pemula yang sengat gemar menghayal, dan sangat membutuhkan kritik dan saran dari sobat mengenai cerpen-cerpenku …..
thankyou…

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi

Field Trip: Bis Isi 40 Orang Rasa 6 Orang

Field Trip: Bis Isi 40 Orang Rasa 6 Orang

Suara Misterius Berbunyi Srek-Srek

Suara Misterius Berbunyi Srek-Srek