Persami Yang Bikin Semua Happy
Persami Yang Bikin Semua Happy
in

Persami Yang Bikin Semua Happy

Persami Yang Bikin Semua Happy. Hai, teman-teman! Ini ceritaku kelas 4 setahun dulu, waktu aku ikut Persami! Persami singkatan dari Perkemahan Sabtu Minggu, ya! Yuk, kita mulai!

Jatuh diacara persami

Setelah reguku selesai mendirikan tenda, kami beristirahat. Aku dan reguku shalat Dzuhur-nya hampir ketinggalan.

“Sudah waktunya upacara masih shalat,” ucap Kak Rio.

Untung saja ada regu Naga, mereka regu laki-laki yang baik-baik, loh.

“4 Menit lagi, Kak!” bela mereka untuk kami. 4 menit berlalu, kami segera ikut Upacara.

GADABUK!

Terdengar suara seseorang terjatuh saat regu kami, tergesa-gesa berlari menuju lapangan, dan siapakah yang jatuh? itu adalah aku! hehehe. Mana rokku kendor lagi! Aduuuh!

Dan pada saat Upacara Pramuka dimulai …

SYUUUUT!

Rokku melorot dan terlihatlah rok mukena yang masik kukenakan. Aku menapak mukaku. Satu sekolah tertawa terpingkal-pingkal aku hanya cengengesan dan segera memberikan peniti rokku yang kendor.

Gagal membuat obor

Hari sudah menjelang senja, anak-anak segera masuk ke dalam tenda untuk shalat maghrib. (Wah, di sini ada bagian lucunya, loh!) selesai shalat maghrib, semua anak-anak keluar tenda untuk bermain bersama mengenakan pakaian bebas.

Baca juga: bunga sakura di Jepang

Saat itu, kelas 6 iseng membawa lap dan kayu besar! Buat apa, ya? Buat dijadikan obor! (ka tanya, sih)

Kak Rio, pemimpin Pramuka yang mendengar perbincangan kami langsung kaget.

“Heh, ngapain itu? Lap-nya jangan dibakar! Sayang,” kata Kak Rio.

“Lah, tapi-tapi, kan, kak, lap-nya sudah usang,” bela kelas 6. Kelas 6 menyalakan korek api dan membakar lapnya lalu diletakkan di tanah.

“Heeh … ngeyel dibilangi,” kata Kak Rio jengkel. Lama-lama, apinya makin besar-makin membesar! Anak-anak mengerumuni api itu seperti api unggun.

“Tuh! Kan, jadi gede!” kata Kak Rio menginjak-injak lap yang terbakar. Sampai-sampai, alas sepatunya Kak Rio bolong, lo!
Kak Rio panik lalu melemparkannya ke arah …

AKU!!! Dan lap itu mengenai punggungku! Aku kaget dan berlari ke sana-sini. Kak Rio lalu mengambil ember air lalu menyiramku jadi basah kuyup.

BYUUUUR! CESS … hilang sudah sudah rasa panas itu.

Suara itu mengelilingiku. Yap, yang penting selamat aja dari pada gosong. Aku segera ganti baju. kemudian, kami menyalakan api unggun. Asyik banget, lho!

Cerita Lucu Saat Persami

Datang waktu istirahat setelah menyalakan api unggun. Di karpet kecil penghubung regu Melati (reguku) dan regu Naga. Aku bersama Mita dengan nikmat memakan sate dari mamaku. Sedangkan Ifan, ketua regu Naga, makan Nasi Goreng. Kalau Dani, anggota regu Naga, makan mie goreng. Tiba-tiba, kami melihat seseorang dari pagar sekolah yang kecil.

“Dek! Ada parang, kah?” samar-samar orang itu berkata “Parang” kami bingung. “Parang? Mana ada parang di Sekolah ini?” gumamku.

“Hah?! Parang, kah, Om?!” tanya Ifan dengan suara keras. Om itu mengangguk. Aku mencolek punggung Mita sementara yang lain menyikut tangan Mita.

Mita segera berkeliling mencari Parang, “Eh … Um … enggak ada, Kak!” jawab Mita dengan gugup.

Ifan dengan berani mendatangi Om tersebut (Wah, jadi suram ceritanya. Bukan! Bukan suram!)

“Cie … sok berani aja luh,” teriakan teman-teman kepada Irfan.

Dengan gagah dia berjalan menuju orang itu, “Maaf Om, kami tidak punya Parang!”

“Hah! siapa yang nyari parang, aku nyari anak namanya FARAZ!” jawab orang itu dengan keras.

Kami menepuk jidat kami secara bersamaan dan tertawa pingkal-pingkal. Memang, kami ini agak tuli kalau dari kejauhan. wkwkwkw.

Cerita Lebih Kocak Mencari Jejak Malam

Semua regu kebagian, semua regu berjalan bergiliran mencari jejak malam-malam. Rutenya hanya keliling area sekolah. Tempat paling seram adalah di belakang sekolah, sebelah kiri, persis dengan kamar mandi kosong. Tempatnya gelap banget!

Mau tidak mau kami Regu Melati, berjalan menuju ke belakang sekolah,

Baca juga: Tetesan air mata misterius

“Hiiy, Mit, serem, yah,” komentar Sarah.

“Ih, elo sih bisanya komen-komen doang,” protes Mita.

“Iya, tuh Anggita aja berani di depan bawa senter,” kata Della, Wulan, Occi, dan Zafa.

Lalu, terlihat sebuah bayang hitam di depanku. Sontak aku kaget tapi tidak teriak. Lalu dia mengeluarkan suara, “Halo…”

“Uwaaaaa! Asameleketek! Ya allah! Ya rabbi! Hantu! Genderuwo! Pocong! Kuntilanak!” seruku kaget setengah mati. Ternyata itu regu Sakura.

“Eh, kayaknya dia sok berani, deh,” bisik Della ke Occi.

“Heh! Aku ini beneran berani tauk!” kataku.

“Asyem lo, Syakurya!” kataku lagi dengan suara aneh. Regu Sakura hanya tertawa kecil.

Kami setelah selesai, kami semua beristirahat di tenda masing-masing regu.

Nah, sekian pengalamanku mengikuti kegiatan Persami Yang Bikin Semua Happy

Jika enggak lucu maaf, yaa, ini kualami sendiri lho!

~The End~

Ayo Vote! Biar makin trending.

100 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Ditulis oleh Tata

Seorang gadis manis. yg baik hati dan kadang suka marah, kalau badmood. gadis ini mengaku dilahirkan di bumi pada 6-6-2007. kini, dia kelas 5. saat kelas 4, dia mendapat Ranking 1 di kelas. cita-citanya adalah DA atau Desainer dan Artis. hobinya menggambar, menonton Anime, menulis, membaca, menceritakan dongeng untuk adiknya. semoga bisa menjadi 10 penulis teratas!

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi

Gambar Aoi Kiriya

Gambar Aoi Kiriya Buatanku

Sekolah Baru Yang Menyenangkan - BanG Dream! - Part 01

Sekolah Baru Yang Menyenangkan – BanG Dream! – Part 01