Ribuan Kecoa Menyerang Mall. Aku terbangun… dan sudah ada di… mall?! Kulihat ada 3 serangkai (bukan indische partij!) Aji, Oby, Athan. (bukan kembar!)
“Lha. Kok ada kalian??!” tanyaku. aku juga melihat Nia.
“Nia?! Kok…” belum selesai bicara, tiba-tiba…

SKRIIII!!!

“Mereka datang…” kata Oby.
Semua ketakutan. Kecuali aku, ya iya lah! Aku kan gak tahu apa – apa! Lalu Nia berteriak “LARI!!!!” semua lari. Termasuk aku. Soalnya aku di tarik Nia. Setelah aman. Kami berhenti. Dengan napas tidak teratur aku bertanya.
“Ada apa sih! Dari tadi di tanya gak ada yang jawab!”tanyaku setengah emosi.
Semua diam. Lalu…
“Sssh! Mall ini telah di serang…” kata Aji berbisik.
“Diserang siapa?”tanyaku
“Di serang… oleh…. KECOA!!!!!”kata Oby berlari meninggalkan kami ber empat.
“Ah, paling juga cuman satu or dua”kataku menenangkan.

SKRIII

“Satu or dua??!” kata Athan.
“BANYAK GINI !!!!” teriak Aji, Athan dan Nia. Mereka berlari ketakutan.
Kalian pasti geuleuh: kecoanya biasa, tapi banyaknya udah ngisi akuarium gede!
Aku lari. Lalu melihat ada obat nyamuk. Aku ambil deh!
Teman –temanku sudah terdesak. Dan aku datang bagai pahlawan!
“Lari dulu!” kataku. Semua lari, kecuali aku. Aku berdiri dan mengocok obat nyamuknya sebelum menyemprotkannya (kayak mo pake pilox aja -_-).
Aku segera berlari ke arah Nia. Mukanya pucat.
“Kenapa Nia?”tanyaku.
“Itu…” kata Nia sambil menunjuk kecoa yang BUANYAK!
“Oh, tenang aja,” kataku sambil mengocok obat nyamuk (wew).
“Jangan!! Didalam kerumunan kecoa itu ada si 3 serangkai!” kata Nia ketakutan.
“Jadi gimana dong?” tanyaku.
Aku melihat sekeliling, ada toko baju! Dan ada baju astronot (?) yang terbuat dari plastic tebeell. Aku segera menarik Nia, mengambil dua baju itu dan mengenakannya.
“Siap??” tanyaku.
Tanpa menunggu jawaban Nia, aku menariknya ke kerumunan kecoa. Menerobos mereka dan, 3 serangkaipun bebas!!! Mereka menunjukan muka sok gantengnya, saat aku dan Nia berbinar-binar. Mereka muntah! Untung gak kena. Kecoa itu datang lebiiiih banyak lagi!!!
“Cari senjata! Biarku tahan mereka!” teriakku keras. Teman- temanku berhamburan.
“SAMBUTLAH INI!!!” kataku melemparkan bom baygon dan sejenisnya.
Aku terus melempar, tapi kecoanya malah tambah banyak lagi! Dan aku kehabisan bom baygonku!!!! Gimananiii… kecoanya tepat di depaaan!

BLAARR!!!

“Aji! Tepat waktu!” kataku. Aji datang membawa basoka….. Baygooon!
Tiba –tiba kecoanya nyerang lagi! Aji gak sempet nembak lagi HUAAA.
CRING! PRANG!
Nia datang membawa pisau-pisau dapur. Sementara Athan dan Oby membawa panci (kayak rapunsel). Aji segera mengarahkan tembakan daan…
JEDDAARR!!! Kecoa itu berhasil dikalahkan YEAAAH!

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^
“HAH!!!” aku terbangun dan ada di… kasur! Jadi… YANG TADI CUMAN MIMPI??!!

*ini kisah nyata

Jangan lupa komen! Bye!!