Sekolah Baru Yang Menyenangkan – BanG Dream! – Part 01. Saat Kasumi kecil, Kasumi mendengar irama dari “ketukan bintang”! berkilauan, berdetak-detak … Kasumi ingin mencarinya! Kasumi ingin merasakan hal itu lagi! Cahaya pagi terlihat sedikit menembus kaca jendela Kasumi.
“Hoaahm …,” Kasumi menguap. Lalu menatap seragam sekolahnya yang baru.
Tit! Tut! Tit! Tut! Alarm Kasumi berbunyi. Kasumi segera menekan tombol. Lalu menggunakan seragamnya. Kasumi kemudian pergi ke kamar adiknya, Acca yang masih tertidur pulas. Kasumi mengikat rambutnya seperti telinga kucing. Kasumi dengan iseng menggelitiki Acca.
“Hah? Geli! Geli!” kata Acca. Kasumi menghentikannya.
“Ah! Sudah bangun?” tanya Kasumi. Acca menoleh ke hadapan Kasumi.
“Bagaimana? Ada yang aneh?” tanya Kasumi lagi.
“Telingamu,” kata Acca.
“Hah?” Kasumi memegangi telinganya.
“Maksudku rambutmu,” kata Acca lagi.
“Oh? Ini? Nyaa!” kata Kasumi.
“Haaah …,” Acca kemudian kembali ingin tertidur.
“Ayolah! Kalau kau tidur bisa mati!” kata Kasumi.
“Kenapa kau sangat bersemangat hari ini?” tanya Acca.
“Karena hari ini upacara penerimaan! Upacara penerimaan!” seru Kasumi.
“Bukan untukku,” jawab Acca.
“Kita pergi bersama, bukan? Ke upacara pembukaanmu!” kata Kasumi.
“Itu besok,” jawab Acca.
“Apa?” kata Kasumi.
“Murid lama itu besok,” kata Acca. Kasumi dengan bergegas turun dan menggunakan sepatunya.
“Kenapa kamu tidak bilang dari tadi?” tanya Kasumi. Mama yg menyiapkan sarapan langsung kaget.
“Habisnya kamu tak tanya, sih…,” kata Acca. Kasumi berdiri.
“Ca, kalau begitu aku berangkat,” kata Kasumi membuka pintu. Kemudian keluar.
“Kasumi pergi tanpa makan apapun …,” kata Mama.
“Dia akan baik-baik saja,” bela Acca kembali ke kamarnya.

Kasumi sudah sampai di stasiun kereta setelah menaiki kereta. Segera dia mencari namanya di papan nama.
“Toyama … Toyama …,” kata Kasumi. Nama panjang Kasumi memang Kasumi Toyama.
“Ah! Ketemu!” seru Kasumi. Tiba-tiba sebuah rambut menghalangi pandangannya.
“Ah, maaf,” kata seorang anak berambut merah jambu tua. Anak itu kemudian kembali menatap papan nama.
“Aromamu wangi …,” kata Kasumi.
“Apa?” tanya anak itu bingung.
“Aromamu wangi! Aku mencium bau roti segar!” seru Kasumi.
“Ah, iya, orang tuaku memang punya toko roti,” kata anak itu. Tiba-tiba perut Kasumi terdengar kelaparan karena perutnya bersuara.
“Kamu belum sarapan?” tanya anak itu.
“Hehehe … belum,” kata Kasumi cengengesan.
“Mau? Tapi bukan roti tawar,” anak itu memberikan sebuah permen coklat.
“Ah! Terima kasih! Kamu kelas berapa?” tanya Kasumi.
“Anak baru lanjutan. Kelas 4A SD,” jawab anak itu.
“Mana? Mana?” tanya Kasumi menggenggam tangan anak itu.
“Yamabuki Asaya,” kata anak itu. Ternyata anak itu bernama Asaya.
“Ah! Ketemu!” seru Kasumi. Kasumi kemudian melahap permen yg diberikan oleh Asaya. Mereka pun berjalan bersama menuju kelas yang ada di atas.
“Jadi, kenapa kamu memilih sekolah ini, Toyama?” tanya Asaya.
“Yah, adikku sekolah di sini. Menurutku ini sangat menyenangkan bagiku, jadi aku ikut ke sini, dan … masih banyak lagi, oh! Aku juga suka seragamnya!” jawab Kasumi.
“Itu yg terpenting,” kata Asaya.
“Sangat kutunggu-tunggu!” seru Kasumi.
“Apanya?” tanya Asaya.
“Kelas!” seru Kasumi.
“Kamu cepat berteman, ya, Toyama,” kata Asaya.
“Panggil saja Kasumi!” seru Kasumi.
“Ada juga yg kutunggu-tunggu!” kata Kasumi.
“Apa? Aku murid lanjutan, jadi tidak merasa ada yang baru,” kata Asaya.
“Sekolah baru, bukan?” tanya Kasumi. Asaya mengangguk.
“Hahaha …,” mereka tertawa bersama-sama dan menjadi sahabat.

Murid baru sudah ada di aula. Mereka pun menunggu penyampaian Ketua Murid dan Wakil Murid kelas 1 sampai 6, juga kelas 1 SMP, sampai 3 SMP.
“Sekian dari saya, Minami Nanana, Ketua Murid kelas 4 SD,” kata Ketua Murid kelas 4.
‘Selanjutnya, perwakilan Ketua Murid, Ichigaya Arisa,” kata guru. Tidak ada yang berdiri.
“Ichigaya? Ichigaya?” panggil guru.
Semua murid sudah sampai di kelas 4A. Asaya kemudian tanpa sengaja menabrak anak berambut panjang.
“Ah, maafkan aku,” kata Asaya.
“Hm, tidak apa-apa,” jawabnya.
Guru sudah datang. Semuanya duduk di tempat masing-masing.
“Baiklah, kalian sudah kelas 4 SD sekarang, jadi gunakan perkenalan diri dengan PR,” kata Guru. PR adalah Public Relation.
“Ushigome Rimirin,” kata guru.
“Iya! Na-na- namaku Ushigome Ri-Rimirin … panggil aku Rimirin … ah … anu … mohon bantuannya,” kata anak yang bernama Ushigome Rimirin.
“PR itu promosi, ya? Promosi …,” kata Kasumi.
“Selanjutnya, Toyama Kasumi,” kata guru.

~Bersambung~