Siapa Pengirim SMS Misterius? Yas! Aku kembali lagi! Cerita ini asli, ya ~ Oh, iya, aku masih belum mempunyai HP, jadi aku mengirim karyaku lewat laptop, ya~
Siang itu hari mendung, lalu hujan deras disertai angin badai yg cukup kencang menerpa rumahku. Aku tetap tidak peduli, karena aku sedang asyik mengetik cerita di laptop milik Papa.

Selang beberapa menit, mama memanggilku.
“Ta, kamu di HP mama punya nomor Sarah, kah?” aku mengangguk, Sarah adalah sahabat sekelasku, Sarah mendapat nomor HP mama karena saat Persami mama khawatir ada apa-apa padaku, jadi mama minta nomor Sarah karena dia adalah teman paling dekatku.
“Iya, apa gerangan isinya?” tanyaku bingung. Tak biasanya Sarah meng-SMS aku saat sedang liburan. Dia pernah bilang begini, “Ta, kalau kita lagi libur sekolah aku enggak SMS kamu, ya, takut menganggu,” begitu. Sarah memang anak baik dan pintar, dia Ranking 4 di kelas. Aku juga Ranking, kok, Ranking 1.
“Minjam, dong, mah! HP-nya!” pintaku. Mama pun memberikan HP-nya.
“Mama tak tahu apa maksud kata-katanya,” jelas mama masuk kamar kemudian tertidur.

Aku pun membaca SMS dari Sarah itu.
‘Kami keluarga besar, sarah fitria ningsih’ begitu tulisannya. Seketika tubuhku gemetar ketakutan. Apalagi, saat itu libur panjang. Jadi aku tidak bisa menemui Sarah di sekolah. Kakakku, Mas Noval pun ikut membaca.
“Memangnya itu Sarah? Pas kalau-kalau itu orang jahat?” kata Mas Noval menggapai HP-nya yg ada di atas lemari.
“Naudzubillah … Mas tidak boleh bilang begitu, dong!” tukasku tidak setuju. Mas Noval hanya meringis.
Apa maksudnya? Batinku tidak mengerti. Bukannya Sarah itu keluarga kecil? Batinku lagi. Tidak sepertinya Sarah seperti ini, biasanya dia meng-SMS aku dengan kata-kata yg kekanak-kanakan, sebenarnya siapa dia? Batinku gemetar ketakutan. Banyak pertanyaan di benak hatiku tentang Sarah. Dia sahabatku yg terbaik, dia selalu membelaku. Dan sekarang? Dia menjadi aneh. Semoga saja tidak ada apa-apa dengannya.

Aku meletakkan HP itu di sampingku. Entah kenapa HP itu seperti berbicara kepadaku, “cepat balas SMSnya!”, aku pun kaget dan menampar mukaku. SAKIT! Tidak! Aku tidak akan membalas SMSnya! Dia bukan Sarah yg kukenal! Aku mencoba membaca surah-surah Al-qur’an yg kubisa. Hatiku menjadi tenang namun tetap ada pertanyaan. Bahkan, sampai sekarang misterinya belum terpecahkan!

Benar-benar misterius, ya? Teman-teman? Saat itu aku takut banget, lho, lebih takut dari apapun yg pernah kutakuti! Sehabis bermain laptop, aku segera membaca Al-qur’an. Sarah, Sarah …

Tamat-