Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh… Kembali lagi di Workshop kepenulisan untuk pemula – part 2. Kalau ada yang belum baca part 1, di baca dulu ya… menindaklanjuti materi sebelumnya:

Materi 5 : Sekedar penelitian dan motivasi

Semua orang itu bisa menulis. Tidak ada orang yang tidak bisa menulis. Bahkan sejak kelas 1 SD, kita pasti pernah disuruh menuliskan kembali cerita yang telah dibaca atau didengar. Mengapa bisa begitu? Karena menulis bukan hanya bakat.

“Aku gak punya bakat, jadi aku gak bisa menulis!”. Itu salah. orang menulis tidak hanya butuh bakat. Menulis itu, hanya 10% bakat, dan sisanya adalah kerja keras.

Jadi, kita semua bisa menulis. Yang mendorong untuk kita tidak bisa, itu karena kurangnya rasa percaya diri, atau takut tulisan kita jelek dan kemudian di hiraukan orang. Begitu kan? jadi jangan minder dulu. Minder akan membuat kita jatuh dan gagal. Sebaliknya, jika kita PD (percaya diri), sekalipun kita jatuh, kita tak akan pernah merasa gagal. Justru kita akan bangkit dan berhasill di kemudian hari.

Menurut penelitian, menulis itu dapat mencegah stres dan bisa membuat awet muda!

Seperti kisah hj. Ainun (BJ. Habiebie), saat itu Ainun mengalami sakit yang entah apa itu. Kemudian untuk mencegah stres nya, dokternya menyuruh beliau untuk menulis. Kalu kita lagi badmood, kita bisa menulis. Atau bisa juga kalau kita tuangkan amarah menjadi sebuah tulisan. Itu akan meredakan amarah kita.

Materi 6 : Menulis juga butuh latihan

Pasti! Kalau kita tidak mengasah tulisan kita setiap saat, pasti tulisan kita akan terkesan biasa-biasa saja ditangan para pembaca. Menulis pasti membutuhkan latihan. Lebih mudahnya, setiap hari kita menulis kisah sehari hari dalam buku diary. Itu akan mempertajam tulisan kita. Lama kelamaan, kita akan terbiasa dengan menggunakan pemilihan kata (diksi) yang tepat.