in

The Game

penulis cilik komunitas bisa menulis
penulis cilik komunitas bisa menulis

“Makasih ya Far. Udah nganterin,” kata Zahra.

“Gak apa-apa,” kata Faras. Dilihatnya rumah Nilla dengan lebih detail. Gelap.

“Kenapa Faras?” tanya Zahra.

“Ehm, kita ikut turun deh,”  Faras menarik Adi dan Rocky.

Mobil Faras mulai meninggalkan rumah Nilla. Mereka pun masuk kedalam rumah. Terlihat pintu kamar terbuka meskipun disitu gelap.

“Mati lampu ya?” tanya Rocky.

Pats! Lampu menyala kembali. Zahra segera berlari ke kamar. Tidak ada orang. Semua mencari ke seluruh rumah. Hasilnya? Nihil, Nilla dan Widya hilang.

“Kemana mereka?!” kata Zahra panik.

“Tenang Ra, ini hp Nilla kan?” kata Adi. Dia memberikan hp yang ada di tanganya.

“Iya, ada pesan,”kata Zahra sambil membuka sms. Pesannya adalah: ‘cari mereka atau mereka mati.’

Zahra membalas, ‘siapa kamu?’

Dia menjawab ‘kalian tidak usah tau. Kalian harus bermain game dariku untuk bisa menemukan teman-temanmu. Cari cluenya. Cari teman kalian, atau mereka mati!

Pesan terakhir itu membuat semua tercengang.

“Btw, kayaknya clue pertamanya ini deh,” kata Rocky memecah keheningan. Dia mengeluarkan secarik kertas, isinya:

‘Kalian membencinya, tapi kalian harus ke sana. Meskipun begitu, ketika kalian berpisah denganya kalian pasti rindu.’

“…”

“Maksudnya apa sih?” tanya Rocky.

“Gampang, cuma satu kata,” kata Zahra.

“Apa?”

Adi, Faras dan Zahra menjawab bersamaan, “Sekolah,”

“Eeh…”

“Hmm, kita harus ke sekolah,” kata Zahra.

“Kalo gitu ayo!” kata Rocky.

“Naik apa?”

“Jalan,” kata tiga serangkai cowok bersamaan.

“Eeh…malem malem begini?”“Iya,” kata Adi sambil berjalan menuju pintu.“Adi! Faras! Kasian itu Rockynya! AOW!”

“Gak ada waktu Ra! Kita harus……ZAHRA!!!”

JROOT!

“AAAKH!”

“La…ri…”Drap! Drap! Drap!30 menit sebelumnya…

“Akhirnya nyampe,” kata Adi.

“Ayo cepet ke kelas!” kata Zahra.

Di kelas… 20 menit kemudian.

“Nemu sesuatu?” kata Faras.

“Gak nemu… kamu?” tanya Rocky

“Hhh, nggak. Zahra! Nemu sesuatu gak?”

“Aku…” kata Zahra.

“Aku nemu sesuatu!” kata Adi.

“Tapi aku…” kata Zahra. Semua menuju ke arah Adi, dibacanya tulisan yang ada di kertas tersebut. Isinya;

‘Hahahahahah’

“Hah?” semua memandang kertas tersebut dengan bingung.

“Ini sih bukan clue, lihat dong apa yang aku temuin,” kata Zahra yang ingin mengeluarkan secarik kertas. Rocky melihat pantulan cahaya aneh. Dia berbalik. Ada orang berjubah hitam sedang mengacungkan pisau ke arah mereka. Spontan Rocky mendorong orang itu sampai jatuh.

“Lari!!!” teriak Rocky.

Semuanya langsung ambil langkah seribu. Mereka berlari secepat yang mereka bisa. Orang itu mengejar. Dia melemparkan pisau, kaki Zahra tergores.

“Ahhh!” teriak Zahra sambil terus berlari.

Darah terus mengalir dari kaki Zahra, tapi mereka terus berlari. Mereka sudah di dekat gerbang, tapi orang itu menghalangi pintu keluar.

“Sejak kapan orang itu nyusul lita coba?” tanya Adi.

“Itu…Itu beda orang!” kata Faras.

“Akh, maksudnya kita… DIKEPUNG?!” kata Zahra.

Orang yang menghadang mereka memakai jubah berwarna putih. Dari belakang mereka, terdengar suara langkah kaki. Orang berjubah hitam yang tadi datang sambil mengacungkan pisau. Zahra masih kesakitan. Rocky mendorong orang berjubah hitam itu, tapi lenganya terkena sayatan. Adi memasang kuda-kuda. Faras membantu Rocky.

“Ahhh!” teriak Rocky kesakitan. Dia terjatuh, orang berjubah itu segera menyeret Rocky menjauh.

“Aaakh, aku gak bisa diem aja!” teriak Zahra heboh. Zahra memaksa dirinya untuk berdiri. Kemudian membanting orang yang menghadang mereka. Sekali lagi, MEMBANTING!!

Orang itu marah. Dia mengambil sesuatu dari sakunya, pisau! Zahra menahan orang itu dengan sekuat tenaga. Rocky melihat kejadian itu dari jauh.

“Ugh,” kata Rocky lemas. “Teman-teman! Lari,”

Rocky memberontak, lari ke arah teman-temannya, lalu mendorong mereka ke arah gerbang.

Faras menarik Zahra supaya berdiri, lalu mulai lari. Zahra yang masih kesakitan tidak bisa berlari secepat Adi dan Faras, Zahra menoleh ke belakang, sepi.

“Adi! Faras! Kasian itu Rockynya! AOW!” teriak Zahra.

“Gak ada waktu Ra! Kita harus……ZAHRA!!!” kata Adi. Zahra terjatuh, orang berjubah hitam itu sudah menggenggam pisau yang tadi dilemparnya. Lalu…

JROOT!

“AAAKH!” teriak Zahra kesakitan melihat kakinya tersayat lagi, di tempat yang sama. Ada Rocky di situ.

“La…ri…” kata Rocky yang mulai diseret menjauh. Zahra hanya ingat itu yang Rocky katakan sebelum Zahra pingsan, dan mulai di seret.

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!