in

SenangSenang KerenKeren

Adikku Belajar Puasa!

Adikku Belajar Puasa!
Adikku Belajar Puasa!

Adikku Belajar Puasa! Dia bernama Alif, umurnya 6 tahun. Alif adalah anak yang pintar dan sholeh. Saat bulan Ramadhan tiba, Alif ingin belajar puasa. Ia semangat sekali untuk berpuasa bersamaku.

Pada hari pertama bulan Ramadhan, Alif bersantap sahur dengan sangat lahap. Ia sudah bersemangat untuk memulai puasanya. Mama sebenarnya sudah memberi tahu Alif untuk belajar puasanya setengah hari saja. Mama takut Alif tidak kuat berpuasa.

“Alif, puasa hari ini setengah hari dulu saja ya puasanya… nanti kamu berbuka setelah zuhur ya…”ujar mama dengan wajah khawatir. Namun, Alif mengelak “Mama.. Alif ingin seperti kakak…. Puasanya sampai maghrib. Alif insya Allah kuat ma….” Ujar Alif bersemangat.

Alif menjalani hari pertamanya berpuasa dengan semangat dan senang hati. Namun, pada siang hari Alif tampak lesu dan lemas. Mama-pun mengkhawatirkan Alif. “Nak, masih kuat puasanya?” ujar Mama dengan raut wajah khawatir kepada buah hati tersayangnya itu. “Insya Allah Alif  masih kuat Ma..” jawab Alif lemas.  

Alif akhirnya tertidur lelap setelah shalat zuhur. Alif tiba–tiba terbangun karena mendengar adzan ashar. Ia-pun bangun dan melaksanakan sholat ashar berjamaah. Wajah Alif semakin terlihat lemas. Alif berusaha menahan lapar dan dahaga-nya demi menyelesaikan puasa hingga maghrib.

Alif terduduk lemas di sofa ruang tengah. Ia juga sering melihat jam yang berada tepat di depan-nya. “Ayo! Hanya beberapa menit lagi waktu adzan maghrib segera berkumandang.. aku harus kuat…” ujar Alif dalam hatinya saat beberapa menit menjelang maghrib.

Alif terus menunggu dengan sabar. Mama menyiapkan makanan dan minuman yang sangat lezat di meja makan untuk persiapan berbuka puasa. Alif ingin sekali memakan makanan dan meminum minuman itu. matanya tiba–tiba langsung tertuju kepada es sirup yang dibuat Mama dan membayangkan betapa lezatnya es sirup itu.

Alif pun maju mendekati meja makan. Dan tanpa terasa ia sadari mengambil gelas berisi sirup dan meminumnya. “Mmm… segar sekali…” ujar Alif yang merasa bahagia karena rasa hausnya hilang.

Saat Alif ingin meneguk es sirup lagi, aku datang.  “Lho, kok Alif minum ?” tanyaku. “Hah, maaf kak, Alif lupa” ujar Alif yang kaget dengan penuh penyesalan. “Ya sudahlah, lanjutkan saja puasamu jika masih kuat, lagipula kamu tidak sengaja meminumnya, berarti kamu belum batal.” Ujarku menasihati dan menjelaskan kepada adikku.

Baca:
Doa sebelum makan
Lupa baca doa sebelum makan?
Adab makan dan minum
Pengertian halalan thayyiban
Printable Stiker Doa Islami sehari hari Terbaru
Empat Perkara Yang Membatalkan Puasa Ramadhan

Tiba tiba “Allahuakbar .. Allahuakbar…” suara Adzan dari masjid dekat rumahku. Alif segera menuju meja makan. Ia tidak lupa membaca doa berbuka puasa dan segera meminum air sirup yang dibuat Mama. Seketika, dahaga Alif hilang. “Subhanallah..!! Alif.. kamu sudah berpuasa hingga maghrib….” Ujar Mama bangga. “Alif memang hebat!!” ujarku bangga.

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

2 Komentar

Balas komentar
  1. terimakasih kakak, cerpen ku akhirnya dipublikasikan
    mohon maaf kak, sepertinya ada salah ketik pada kata
    “hanya beberapa menit lagi waktu lagi adzan maghrib akan dikumandangkan..”
    yang seharusnya adalah
    “hanya beberapa menit lagi adzan maghrib akan dikumandangkan..”

    mohon agar diperbaiki.
    terimakasih

Yuk tulis komentar kamu