in

NgakakNgakak TakutTakut SedihSedih SenangSenang KagetKaget KerenKeren

Api Yang Menyala-nyala Di Kelasku

Api Yang Menyala-nyala Di Kelasku
Api Yang Menyala-nyala Di Kelasku

Api yang menyala-nyala di Kelasku. Di kelas 5 Andalusia, terdapat 27 murid, murid itu terdiri dari murid laki-laki dan perempuan.

Bu Guru selalu bilang, “Kita ini adalah saudara, jadi jangan saling bertengkar, karena bertengkar hanya akan menyakiti saudara kita sendiri.”

Kejadian itu bermula, pada saat Kai bertengkar dengan anak laki-laki, karena alasan yang tak jelas sih, tapi karena aku perempuan jadi aku ikut aja sama anak perempuan.

Baca juga: Cerita Keajaiban Bersedekah Untuk Anak

Bertengkar di dalam kelas

Aku dan teman-teman lain, selalu diejek oleh anak laki-laki, bahkan sampe menyebut nama hewan. Padahal, Tuhan melarang sesama umatnya untuk saling menghina atau membenci satu sama lain, apa lagi kita sebagai manusia, yaitu makhluk paling sempurna, ya kan!

Pertengkaran sengit itu terjadi selama 2 minggu, aku tidak peduli dengan apa yang mereka adu dombakan untuk memperpanaskan suasana. Aku hanya terpokus ke dalam pelajaran yang aku pelajari.

Semakin lama, aku tidak tahan dengan suasana kelas seperti ini, akhirnya aku mencari cara untuk menyelesaikan perselisihan ini semua. Aku sadar, apa yang aku lakukan tidak berarti, karena Api besar tidak bisa dipadamkan hanya dengan seember air.

Baca juga: Manfaat Hidup Rukun di Sekolah, Rumah, dan Masyarakat

Cara menyelesaikan perselisihan di kelas

Teman-teman pembaca penulis cilik, ini adalh tips dari aku untuk menyelesaikan perselisihan di kelas. Aku berhasil mengajak anak-anak untuk:

  1. Mulai mengabaikan ejekan atau hinaan
  2. Tidak membalas hinaan dengan hinaan
  3. Meminta maaf walau sebenarnya bukan kita yang salah

Aku berkata kepada mereka, “Apa salahnya kita berdamai, jika memang kami yang salah, kami minta maaf.” semua anak terdiam. Kita ke sekolah untuk menuntut ilmu, bukan untuk bertengkar.

“Tapi kalian yang duluan,” ucap anak laki-laki.

“Kalian ini, sudah seperti api yang menyala-nyala di kelasku, hanya karena gurawan, kita sudah merusak persaudaraan. Apakah kalian tidak ingat yang di katakan oleh Bu Guru? kita adalah saudara, diumpamakan saja seperti rantai, yang tidak bisa putus dan bisa semakin kuat jika kita saling menghormati.” jelasku kepada mereka semua.

Seketika api itu mulai padam, semua anak-anak saling meminta maaf satu sama lain. Keesokan harinya, semu anak saling bertukar bekal makan siang, belajar di kelas juga mulai nyaman kembali.

Baca juga: Tips Fokus dan Memilih Waktu Belajar Yang Tepat

Pesan moral:

Berselisih faham hanya akan membuat kita bermusuhan, segera selesaikan, dan minta maaf.

Participant

Ditulis oleh Muty Khairani [Keyla ]

Lahir 2005 bulan 11 tanggal 29 . Semoga di penulis cilik.com saya bisa mengembangkan bakat ku.

Years Of Membership

Satu Komentar.

Balas komentar

Yuk tulis komentar kamu