in

KerenKeren TakutTakut

Beberapa Perilaku Orang Tua yang Dianggap Membully Anak

Yang ini sudah pasti pernah dialami oleh anak di seluruh dunia. Kalian pasti pernah dimarahi oleh orang tua, kan? Karena menghilangkan sesuatu lah, tidak mengerjakan PR, lupa waktu, nilai jelek, dan lain-lain. Orang tua kalian wajib tahu ini saat marah : saat orang tua marah, apalagi kepada balita, jutaan bahkan miliaran sel otak hancur akibat terkena bentakan. Gara-gara ini yang dilakukan kita saat kena bentakan orang tua adalah
Yang ini sudah pasti pernah dialami oleh anak di seluruh dunia. Kalian pasti pernah dimarahi oleh orang tua, kan? Karena menghilangkan sesuatu lah, tidak mengerjakan PR, lupa waktu, nilai jelek, dan lain-lain. Orang tua kalian wajib tahu ini saat marah : saat orang tua marah, apalagi kepada balita, jutaan bahkan miliaran sel otak hancur akibat terkena bentakan. Gara-gara ini yang dilakukan kita saat kena bentakan orang tua adalah

Pernah enggak sih, kalian dibanding-bandingkan dengan teman yang lebih hebat dari kalian? Misal, di kelas kalian ada anak yang rangking satu, sedangkan kalian hanya masuk rangking sepuluh besar. Terus, teman kita yang menjadi rangking satu tersebut dijadikan titik perbandingan orang tua terhadap kita, “Lihat tuh, si dia aja bisa rangking satu. Pasti dia itu rajin belajar. Enggak kayak kamu yang kerjaannya main terus.” Tujuan orang tua sih baik, supaya kita lebih rajin belajar. Tapi, enggak begitu juga kali, sebab cara orang tua ini termasuk jenis MEMBULLY! Lho, kok bisa sih? Scroll terus, ya!

Lima Perilaku Orang Tua yang Dianggap Membully Anak.

Membully merupakan hal yang paling ditakuti semua anak. Apalagi jika orang tua sendiri yang membully anaknya. Duh, pasti kita enggak bakal mau dekat lagi kan, sama orang tua? Jangan sampai hal ini terjadi, ya. Kali ini, aku akan membahas beberapa perilaku orang tua yang dianggap membully anak. Pasti, dari beberapa perilaku orang tua ini, ada yang pernah kalian alami mungkin sampai sekarang.

1. Orang Tua Memarahi dan Membentak Anak.

Yang ini sudah pasti pernah dialami oleh anak di seluruh dunia. Kalian pasti pernah dimarahi oleh orang tua, kan? Karena menghilangkan sesuatu lah, tidak mengerjakan PR, lupa waktu, nilai jelek, dan lain-lain. Orang tua kalian wajib tahu ini saat marah : saat orang tua marah, apalagi kepada balita, jutaan bahkan miliaran sel otak hancur akibat terkena bentakan. Gara-gara ini yang dilakukan kita saat kena bentakan orang tua adalah :

  • Kaget, dan tidak bergerak sama sekali
  • Menurut apa yang orang tua bilang kepada kita
  • Belajar marah dan membanting barang (jika membentaknya sambil melempar atau membanting barang.)

Kita tahu, orang tua marah karena sayang sama kita. Namun membentak jelas bukan solusi yang baik. Makanya, sekalipun kita dibentak, kita enggak akan pernah ingat lagi apa yang dibentak orang tua kepada kita. Jadi, sikap kita akan begitu terus. Mengapa? Karena alasan diatas, jutaan bahkan miliaran sel otak hancur.

2. Orang Tua Tidak Memperbolehkan Anak Keluar Rumah Sendirian

Mungkin ini sangat jarang terjadi, tapi pasti ada yang mengalaminya. Kejadian ini sering terjadi di sekolah dan rumah. Tujuan dari tindakan orang tua ini adalah mereka enggak mau kehilangan anak. Jadi mereka berpikir, bahwa di rumah bersama mereka itu aman. Padahal enggak selamanya lho, aman bersama orang tua.
Ada orang tua yang tidak memperbolehkan anaknya pergi jalan-jalan bersama temannya ke mal, atau main ke rumah teman sama sekali. Ketika ditanya kita, jawaban orang tua hanya, “Ya enggak boleh aja,”. Bahkan, saking ketatnya aturan orang tua, kita menganggap rumah ini adalah penjara, sementara tempat di luar rumah adalah istana. Banyak sekali efek yang ditimbulkan dari perilaku orang tua ini. Mulai dari kita yang merasa kesepian dan iri ketika melihat teman-teman lain diizinkan orang tua keluar rumah, kita takut keluar rumah sendirian, sampai perasaan ingin kabur dari rumah karena bosan berada di rumah. Duh, serem, ya! Ibu, Ayah, tolong bebaskan aku dari jeratan kalian!

3. Orang Tua Membanding-Bandingkan Anak Dengan Anak Lain yang Lebih Hebat

“Dia aja yang masih kecil bisa bergaya, masa kamu enggak bisa, sih?”, “Lihat dong dia, dia kalem banget, kamu? Mulutmu itu kayak kaleng rombeng,”. Pernah enggak, kalian dibanding-bandingkan dengan teman kalian yang lebih hebat dari kalian? Pasti pernah, dong. Bagaimana perasaan kalian saat orang tua kalian dibanding-bandingkan dengan teman bahkan sahabat sendiri? Pasti jengkel dan kesel, kan?
Apalagi orang tua yang selalu membanding-bandingkan kita dengan anak lain yang lebih pintar. Saat ada tugas dan ulangan, kita akan berusaha berbuat curang seperti berusaha mengetahui apa soal yang akan keluar atau menyontek kepada teman. Ibu, ayah, jangan pernah bandingkan aku dengan anak lain lagi. Aku tak mau curang hanya sebab aku tak mau dibandingkan lagi anak lain yang lebih hebat dariku.

4. Orang Tua Meremehkan Anak

“Kamu itu masih bau kencur,”. Ini juga sering terjadi. Saat kita berusaha menasihati orang tua, orang tua selalu meremehkan kita. Jika orang tua salah, kita tidak boleh mengingatkannya. Giliran kita yang bersalah, orang tua langsung bertindak dan kita tidak boleh membantah ucapannya. Ini sangat tidak adil, bukan? Ayah, Ibu, tolong jangan remehkan aku. Aku ini juga manusia, sama-sama mempunyai pikiran. Sesama manusia harus saling mengingatkan. Dampak dari perilaku orang tua ini adalah, sebab orang tua adalah role model anak. Jika orang tua tak mau mendengarkan anak, maka anak juga tak mau mendengarkan orang tua.

5. Orang Tua Selalu Merasa Benar dan Anak Selalu Disalahkan

Contoh dari perilaku ini adalah, kita suka sekali bermain gadget di zaman sekarang ini. Nah, kalau kita bandel kepada orang tua, gadget-lah yang selalu disalahkan. Sebaliknya, jika gadget sedang bermasalah atau rusak, anaklah yang selalu disalahkan. Lho, memangnya orang tua juga enggak pernah main gadget, ya? Sampai-sampai anak terus yang selalu disalahkan? Enggak selamanya lho, ayah dan ibu benar. Ayah dan ibu, orang tuaku juga manusia. Anakmu ini juga manusia. Setiap manusia pasti ada salahnya.

Jangan lupa, tunjukkan tulisan ini pada orang tua kalian yang salah satu, dua, bahkan semua perilakunya tertera diatas. Maaf apabila tulisanku kali ini tidak berkenan di hati kalian dan orang tua di seluruh dunia. Tulisan ini bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan orang tua, aku hanya membuat tulisan ini sebagai bahan renungan untuk kalian dan seluruh orang tua di dunia.

——

Pesan Admin:

Coba atur waktu belajar, bermain, dan beribadah. Jika memang orang tua kalian masih marah seperti cerita di atas, coba katakan seperti ini, “Mama, aku ini anakmu yang tidak sempurna sama seperti mu. Mama, aku sudah berusaha untuk jadi yang terbaik, jadi percayalah kepadaku, aku akan membahagiakan mu kelak. Oia Ma, senyum dong.” 

…dan percayalah tidak ada orang tua yang ingin merugikan anaknya 🙂

4 Komentar

Balas komentar

Yuk tulis komentar kamu