in

KerenKeren SedihSedih

Belajar di Rumah gara-gara virus corona

Belajar di Rumah gara-gara virus corona
Belajar di Rumah gara-gara virus corona

Hai, namaku Rafifa Amira Rahmani biasanya dipanggil Amira. Sekarang aku kelas 4, sekolah di SDI Cikal Harapan 2, Jonggol. Kegemaranku adalah membaca, menonton, dan menulis.

Akibat mewabahnya virus corona, pembelajaran di sekolah dialihkan menjadi belajar di rumah masing-masing. Selama 2 pekan atau 14 hari lamanya. Sebenarnya sih aku sedih, karena tidak dapat bertemu dengan teman-teman dan guru-guru di sekolahku.

Selama belajar di rumah, guru memberikan tugas melalu aplikasi whatsapp. Aku jadi pusing karena merasa tugasnya sangat banyak sekali. Padahal, ketika di sekolah aku tidak pernah merasa seperti ini. Mungkin karena banyak teman-teman kali ya, jadi aku gak kesepian deh (entahlah…).

Semakin bertambahnya pandemi virus corona, belajar di rumah ditambah 5 hari. Akan tetapi ada kemungkinan belajar di rumahnya diperpanjangkan lagi. Betapa sedihnya aku… Bagaimana denganmu sobat?

Biar gak bosan, mau gak aku ceritain kegiatanku selama belajar di rumah? Aku anggap aja kalian mau ya hehe, tanpa basa basi lagi. Let’s go!

Setiap pagi aku selalu bangun lebih awal, ambil wudhu, kemudian sholat shubuh dong pastinya. Selesai sholat shubuh biasanya aku hanya menunggu semuanya bangun. Urutan bangun pagi setelah aku, adikku, baru deh Ayahku. Setelah sholat, ayah mengerjakan tugas kuliahnya, aku dan adik hanya bermain, menunggu sang surya terbangun.

Ketika mentari sudah mulai menampakkan sinarnya, aku dan adik mengeluarkan sepeda dan bersiap berolahraga pagi bersama ayah dan ibu. Selain bermain sepeda, olahraga lain yang biasa kami kerjakan adalah lompat tali.

Setelah berolahraga, terkadang kami langsung sarapan kemudian mandi ataupun sebaliknya. Jika semua sudah kenyang dan mandi, baru lah kami melakukan aktivitas masing-masing. Ayahku mengerjakan tugas kuliahnya kembali, ibuku mengurus adikku yang kedua, sedangkan aku dan adikku yang pertama mengerjakan tugas dari guru.

Biasanya, jam 12 siang kami beristirahat, sholat dzuhur, makan siang, dan tidur siang. Adik kecilku bobo bersama ayah dan ibu di kamar mereka, sedangkan aku dan adik pertamaku di kamarku, harus terpisah karena kami sudah Sekolah Dasar (SD).

Bangun tidur siang, lagi-lagi aku yang duluan, kemudian adikku yang pertama, dan ayahku. Kami bergantian berwudhu untuk sholat ashar. Saat semuanya sudah bangun, lalu mandi deh.

Setelah semua sudah segar dan wangi, aku dan keluargaku kembali berolahraga untuk menjaga agar badan tetap sehat dan bugar. Pokoknya seperti kegiatan pagi hari. Menjelang malam, aku dan keluargaku menyudahi olahraga, ada yang mandi kembali ada juga yang tidak.

Kami berwudhu untuk bersiap sholat maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan makam malam bersama. Karena waktu sholat maghrib dan isya berdekatan, kami biasanya tidak banyak melakukan kegiatan karena harus sholat isya.

Setelah sholat isya, dari jam 19:00-21:00. Biasanya waktu itu dipakai untuk mengerjakan tugas masing-masing kembali. Ayahku mengerjakan tugasnya, ibuku mengurus dan bermain bersama adikku yang kedua, dan aku mengerjakan TPA (taman pendidikan al-quran).

Jika sudah selesai tugasnya, kami kembali ke kamar masing-masing. Untuk tidur tentunya. Sobat penulis cilik, tidur yang cukup itu penting loh untuk kesehatan kita.

Oh ya, adik pertamaku itu sudah berumur 7 tahun dan sudah kelas 1 SD, sedangkan adik keduaku berumur 20 bulan.

Baca:
Manfaat ketaatan terhadap hukum
Contoh tata tertib ketika jam istirahat
Template jadwal harian anak
Template jadwal pelajaran

Aku sudahi dulu ya ceritaku sampai disini. Tetap semangat belajar di rumah, jaga kesehatan, jangan kemana-mana, apa lagi sampai mudik, dilarang!

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

Yuk tulis komentar kamu