in

NgakakNgakak SedihSedih SenangSenang KagetKaget KerenKeren

Burger Impian Yanu

Burger Impian Yanu

Burger Impian Yanu. Semua orang memiliki impian atau cita-cita, ada yang ingin traveling, punya mainan baru, bahkan makan-makanan mewah atau mahal. Nah pada cerita ini ada seorang yang memiliki impian unik, yaitu ingin makan burger, kenapa dan baigaimana yuk baca.

“Shmmm… haaaah… wangi sekali. Bau apa ini?” Tanya Yanu pada diri sendiri.
Aroma misterius itu membuat Yanu tergoda. Ia mencari-cari dari mana asal bau yang menggoda itu. Sesaat ia berhenti ketika bau itu berada tepat didepannya.
“Bur… ger ri… a. Burger Ria! Apa itu burger?” Yanu mengeja tulisan yang ada digerobak didepannya, lalu mengernyit bingung. Ia baru pertama kali mendengar kata “BURGER” ditelinganya.
Yanu adalah seorang anak yang tinggal dikeluarga yang cukup mampu. Bisa masuk kategori miskin. Makannya ia baru mengetahui nama “BURGER” itu. Menurut orang yang cukup bahkan tidak mampu, burger adalah makanan yang mahal dan mewah. Tapi, kalau menurut orang yang mampu, burger itu biasa saja.
“Tanya ibu, aah!” ucap Yanu berlalu meninggalkan gerobak burger yang baru ia kenal itu.
Yanu pun pulang kerumah. Ketika ia pulang, tampak ibu sedang membungkus tampah dengan plastik bening. Didalam tampah itu berisi kue-kue yang akan dijual ibunya Yanu. Ibu Yanu memang bekerja sebagai penjual kue keliling.
“Ibu!”
“Ya. Ada apa sayang?” Tanya ibu.
“Bu, burger itu apa?” Yanu balik bertanya.
“Oooh, burger. Burger itu makanan.” Jawab ibu.
“Bentuknya seperti apa, ya, bu?” Tanya Yanu lagi.
“Eeeng… Burger itu adalah roti berbentuk bulat yang diisi sayur, keju, saos, mayoneis, telur, daging dan lainnya. Memangnya kenapa? Kok, tiba-tiba nanyain burger?” Tanya ibu sambil duduk disebelah Yanu.
“Tidak ada. Yanu cuma nanya aja. Ohya, burger itu mahal, ya, bu?” Tanya Yanu. Kok, jadi penasaran banget, ya?
“Setahu ibu, sih, mulai dari delapan ribu hingga lima belas ribu. Sudah, ya, ibu mau jualan dulu. Keburu siang. Nanti ibu nggak bisa beli sayur untuk makan kita. Oya, kata ayah uang jajan untuk sekolah besok ada diatas lemari Yanu. Ibu pergi dulu, ya… assalammu’alaikum.” Ibu pergi dengan membawa tampah berisi kue. Tiba-tiba terlintas sebuah ide dibenak Yanu.
“Bu, biar Yanu aja yang jualan. Ibu istirahat aja.” ucap Yanu sembari menghampiri ibu yang baru saja mau membuka ganggang pintu rumah.
“Lho, kenapa?” Tanya ibu heran. Soalnya, Yanu biasanya nggak pernah mau kalau disuruh bantu jualan.
“Eeuung… tidak kenapa-napa, kok. Yanu cuma pingin bantu ibu saja.” Ujar Yanu berbohong.
“Haaah… baiklah. Usahakan dagangannya habis, ya. Hati-hati dijalan. Jangan terlalu kepinggir jalannya.” Pesan ibu sambil mengelus rambut Yanu. Yanu mengangguk senang. Ia pun mulai menjual kue buatan ibunya.

Daftar Isi

Anak berbakti membantu orangtua

“Alhamdulillah… akhirnya habis. Ibu dan ayah pasti senang.” Seulas senyum tersungging di bibir Yanu.
Yanu segera pulang menemui ibu dan ayahnya. Ketika ia sampai dirumah, Ibu menyambut kedatangan Yanu dengan senyum termanisnya.
“Bagaimana, laku semua?” Tanya ibu.
“Laku semuanya, bu. Tadi, bu Lila memborong setengahnya. Katanya untuk suguhan tamu-tamu arisannya.” tegas Yanu. Ibu hanya ber-oh panjang. Senyumannya bertambah manis ketika Yanu mengatakan itu.
“Oya, ini uangnya.” Yanu  menyodorkan uang hasil jualannya tadi.
“Terimakasih, ya, nak. Karena kamu sudah membantu ibu, ibu upah kamu lima ribu rupiah. Ya sudah bantu ayah sana. Ayah lagi memperbaiki atap. Ibu belanja dulu, ya…” kata ibu sambil berlalu.
Yanu senang sekali. Kerja kerasnya tidak sia-sia. Ia segera pergi kekamar untuk mengambil uang jajan sekolahnya besok. Kali ini, ia diberi uang jajan tiga ribu rupiah. Ia berniat untuk tidak jajan besok. Yanu ingin menabungnya. Berarti 5.000 + 3.000 sama dengan delapan ribu rupiah. Yanu memang anak rajin menabung.

Besok aku mau bantu ibu lagi, ah! Supaya ibu nggak capek dan aku bisa dapat upah lagi untuk ditabung, tekad Yanu dalam hati. Setelah menyimpan uangnya disebuah kotak berukuran sedang, Yanu pun pergi menuju belakang rumah. Ia ingin membantu ayahnya.

Yanu anak rajin menabung

Sudah seminggu Yanu membantu ibunya menjual kue. Uang tabungannya bertambah banyak. Awalnya 8.000, sekarang sudah 38.00 rupiah. Yap! Ia diberi upah 5.000 rupiah perhari. Hati Yanu berbunga-bunga. Kemungkinan besar, keinginannya bisa terkabul.
“Yah, bu, Yanu jalan-jalan sebentar, ya… sekalian mau beli sesuatu. Assalammu’alaikum…” pamit Yanu.
“Iya, hati-hati. Wa’alaikumsalam…” jawab Ayah juga Ibu bersamaan.
Dengan membawa uang tabungannya, ia pergi ketempat dimana burger dijual. Yanu senyum-senyum sendiri. Orang-orang yang melihatnya merasa bingung. Tapi Yanu tidak menghiraukannya. Sesampainya di Burger Ria, Ia segera memesan burger yang diimpikannya itu.
“Mang, Burgernya tiga, ya… pakai daging sapi semua.” Pesan Yanu. Yanu membeli burger bukan hanya untuknya, tetapi, untuk ayah serta ibunya juga. Baik, ya?
“Oke!” jawab Mang penjual burger sambil mengacungkan jempolnya.
“Pakai sayur?” Tanya Mang burger.
“Boleh. Kalau bisa dibanyakin, ya…”
“Pakai mayoneis dan saos?” Tanya Mang burger lagi.
“Hhhmmm… pakai, deh! Tapi saosnya jangan terlalu banyak.” canda Yanu duduk dikursi yang disediakan.
Tak lama setelah itu…
“Oke! Burger pakai daging sapi tiga. Semuanya tiga puluh ribu rupiah.” Kata Mang burger. Yanu menyerahkan uang sepuluh ribuan tiga. Jadi semuanya 30.000.
“Makasih, ya…” ucap Mang burger.
“Ya, sama-sama.” ucap Yanu. Ia pulang dengan perasaan gembira yang tak terkira.
Pasti ayah atau ibu suka!, batinnya. Dengan membawa tiga kantong burger, ia masuk kedalam rumahnya.

Baca juga: Cara menabung dengan cepat untuk membeli HP

“Assalammu’alaikum!” seru Yanu. Tampak ayah dan ibunya sedang membaca buku.
“Walaikum salam.” Jawab meraka kompak.
“Bu, yah, ini buat ayah dan ibu. Burger daging sapi! Dijamin enak.” Ujar Yanu sambil menyerahkan dua bungkus burger kepada kedua orang tuanya.
“Waaah… burger! Pasti ini mahal sekali. Memangnya kamu punya uang untuk membeli ini?” Tanya ibu sambil membuka bungkusan burgernya.
“Iya. Daging sapi lagi!” timpal ayah. Yanu cengar-cengir malu.
“Sebenarnya, beberapa hari ini Yanu menabung menggunakan uang hasil Yanu bantu ibu jualan. Ditambah uang jajan Yanu sekolah.” ucap Yanu.
“Ooooh… kalau gitu kita makan bareng-bareng, yuk! Biar tambah nikmat. Makasih, ya, nak… berkat kamu kita bisa makan enak siang ini.” Ucap ayah. Ibu mengangguk setuju.
“Hehehehe… sama-sama.” Jawab Yanu.
Bagi Yanu, siang itu adalah siang yang terindah dihidupnya. Berkat hasil kerja kerasnya, ia bisa membeli burger kesukaannya juga burger impian Yanu. Jadi, kita harus berusaha jika kita menginginkan sesuatu. Seperti Yanu. Hebat, ya?

-Tamat- Burger Impian Yanu, anak rajin menabung dan anak berbakti membantu orangtua

2 Komentar

Balas komentar

Yuk tulis komentar kamu