in

Cerita Anak – Ayo Audrey Kamu Bisa Jadi Dancer

Cerita Anak - Ayo Audrey Kamu Bisa Jadi Dancer
Cerita Anak - Ayo Audrey Kamu Bisa Jadi Dancer | Pixabay.com

Cerita Anak – Ayo Audrey Kamu Bisa Jadi Dancer. Hello guys! Aku Audrey atau kalian bisa panggil aku Audy. Nama lengkapku adalah Audrey Lesley Patricia Kirana. Aku suka sekali menari. Bisa dibilang, hidupku memiliki salah satu tujuan yaitu menari. I love it. Aku selalu berdoa kepada Yang Maha Esa agar membantuku dalam menari. Usaha tanpa doa adalah sia-sia. So, Ora et Labora guys. Remember it!

Dance yang aku suka ada Hip-Hop dan traditional dance. Apalagi traditional dance yang musiknya cepat. Keren, deh, budaya Indonesia. Oh iya, untuk menyalurkan dua dance yang aku suka itu, aku les bersama tanteku di Johnson Dance Course. Jenis dance yang ditawarkan ada bermacam-macam.

Hari ini panas sekali. Aku melihat ke jam yang ada di dinding kelas dance-ku. Aku menunggu tanteku. Anak-anak lain juga menunggu. Beliau adalah guru di sini, lho. Beliau sangat menyenangkan!

Tanteku ingin mengumumkan sesuatu. Tangannya yang kurus dan panjang bermain HP dengan lincah. Kemudian tampaknya beliau membuka instagram. “Hai anak-anak! Jadi yang saya ingin umumkan adalah dua audisi dancer. Untuk dua artis cilik yang terkenal. Pasti kalian tidak asing dengan nama Rachel-Regine dan Winnie, kan? Saya harap begitu. Mereka membutuhkan dancer. Kalian bisa cek di instagram-nya. Oke, waktunya tidak banyak. Silahkan berdoa sesuai agama masing-masing, kemudian pulang. Genre dance yang dibutuhkan oleh mereka bebas, lho!” Tante menjelaskan dengan panjang lebar. Aku sih, tidak asing dengan tiga nama itu. Apalagi Rachel-Regine. Mereka kakak adik yang kompak dan famous, popular banget deh.

Baca juga: Jika dibully teman apakah kita harus balas?

Sebenarnya saat ini Rachel-Regine sudah memiliki dancer. Yang paling kusuka namanya Natalia. Dancenya keren banget, dia seumur aku, lagi. Aku selalu kagum pada Natalia. Dia bisa bikin koreografi yang sulit dan cepat, dan mencontohkannya secara menyenangkan dan mudah. Natalia disebut sebagai “Mobile Legend Princess” karena hobinya bermain Mobile Legend. Hehehehe…dia suka memakai hero Natalia.

Setelah selesai berdoa aku pulang ke rumah dan membuka instagram. Kata banyak orang, aku jago dance. Semoga kalau aku ikut, aku terpilih. Sekolah pasti akan memberikan keringanan atau dispensasi atau apalah. Aku juga tidak tahu.

Aku ingin menjadi dancer-nya Rachel dan Regine. Sebenarnya Winnie juga oke, tapi hatiku lebih ingin menjadi dancer Rachel-Regine. Mungkin aku ingin bertemu Natalia. Aku butuh teman. Aku punya banyak teman tapi tak ada yang sampai dekat banget. Hahahahahaha…

Salah satu syaratnya, peserta harus berumur 8-16 tahun. It’s okay. Aku 11 tahun. Genre bebas. No K-Pop. Horeeee! Aku benci banget lagu Korea. Bagi pecinta K-Pop jangan tersinggung ya. Yang menulis cerita ini akan segera membuatkan khusus untuk kalian. Wkwk.

Baca juga: Petualangan di dunia mimpi

Tanganku membuka lemari perlahan. Baju-bajuku keren-keren lho. Aku sibuk memilih untuk rekaman. Aku memilih baju putih bertuliskan “FEEL THE THUNDER” dan celana hitam yang panjang. Aku memilih sudut rumah yang bagus untuk rekaman, lalu menyetel lagu Thunder oleh Imagine Dragons. Aku mulai menari.

Tidak begitu sulit! Aku mem-posting videoku. Aslinya sih lebih sulit menjadi dancer Rachel-Regine. Karena mereka mencari dancer yang sempurna, the best. Kalau Winnie, dancernya kataku tidak sebagus dancer Rachel-Regine karena persaingannya juga tidak ketat.

Setelah itu, aku mengecek DM. Ada DM dari Tyraa. Dia ingin menjadi dancer Winnie, dan dia adalah musuh terbesarku. Karena dia sombong, tidak mudah bersatu, ngobrol terus, dan nilainya jelek. Dia juga tukang iri hati, kalau kamu mau tau. “Kau pasti kalah! Karena dance-mu aneh sekali.” Katanya di DM. Aku membalas, “Oh ya??? Memang kamu akan menang?” Sepertinya dia tidak tahu harus menjawab apa, maka aku meninggalkan HP-ku. Tiba-tiba ada bunyi notifikasi. “Ohohoho…pasti dong. Ayo kita bertanding, yang terpilih menang. Aku akan jadi dancernya Winnie. Jauh lebih mudah.” Aku menjawab dengan pedas, “Tidak masalah. Rachel-Regine lebih terkenal dan keren. Kamu, tuh, alay banget. Udah jahat, sombong lagi. Kok masih juga sih punya teman?” Kali ini, aku benar-benar pergi.

Hari demi hari berlalu. Tyraa mengajakku mengobrol di kelas, saat pelajaran. Aku menolak. Fyuuuh. Tak lama kemudian aku melihat Tyraa memberi kertas surat-suratan pada Quezia. Meja mereka dekat denganku. Pak Joseph tidak memperhatikan mereka. Aku pun membuat bunyi dengan memukul meja. Tok, tok, tok! “Quezia, jika Tyraa mengajakmu berbuat hal yang tidak penting dan buruk, biarkan saja!”  Sahut Pak Joseph, menoleh.

Akhirnya hari pengumuman tiba. Pengumuman hasil PAT dan pemenang dance. Sebenarnya akan disaring lagi nanti, di Jakarta. Aku tinggal di Bandung. Untuk PAT, juara 1 di kelas adalah…Tyraa! Aku juara 2. “Upsss! Pak Joseph melakukan kesalahan, maaf anak-anak. Ehemmm… juara 1 secara sikap dan nilai di kelas adalah…Audy atau Audrey! Selamat! Ini piala untukmu!” Aku begitu senang. Dan guys…aku naik kelas! Ahhh, kalau naik kelas sih sudah biasa kan?

Untuk pemenang dance, dipilih tiga orang untuk masing-masing genre. Aku terpilih dalam dua genre. Katanya, Rachel dan Regine tidak bisa tidur karena bingung, jadi aku mendapat dua genre deh. Hihihi…

Baca juga: Cerita anak Ramadhan yang ditunggu datang juga

Tyraa terpilih sebagai dancer Winnie, dancer ballet. Kami ke Jakarta untuk audisi lebih lanjut. Setiap genre, kalau Rachel-Regine, hanya dipilih satu orang. Aku pergi ke ruang audisi. Aku menari menggunakan lagu “Friends” oleh Anne Marie x Marshmello dan “Stay”, kalau tidak salah Alessia Cara dan Zedd atau siapalah. Anak lain namanya Meisya, menggunakan lagu “Bum Tam Tam” dan “Something Just Like This”. Anak lain, Kafka, menggunakan lagu “Wolves” dan “Faded”. Untuk traditional dance, ada aku, Dero, dan Jo.

Yang terpilih adalah…Kafka dan aku! Aku dapat peran dua genre. Rachel dan Regine menganggap aku bagus. Horeee! Temanku kini ada Natalia, Kafka, Rachel, Regine, dan dancer-dancer lainnya.

Sedangkan Tyraa? Ternyata salah sebut. Ada anak lain yang bernama Tyraa. Genre-nya jazz. Aku berteman dengan Tyraa yang lain ini. Aku sangat senang, sedangkan Tyraa malu. Dan aku punya harta baru, yaitu teman.

Jika kamu sombong, itu lah cara tercepatmu untuk malu!

Kamu juga bisa loh membuat konten seperti ini. Buat karyamu sekarang!

Ayo Vote! Biar makin trending.

91 points
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Ditulis oleh Belva

Instagram: @lituhayu_art
You can call me Belva

Love to write and design things

Story Maker

2 Comments

Balas komentar

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.