in

KerenKeren SedihSedih

Cerita Anak: Balon Harapan

Cerita Anak: Balon Harapan
Cerita Anak: Balon Harapan

Cerita Anak: Balon Harapan. Halo teman teman? Bagaimana kabarnya? Aku harap sehat selalu ya. Gimana nih libur sekolahnya? Tetap ingat ya kalau keluar rumah harus pakai masker dan sering mencuci tangan. Semoga hari kalian menyenangkan..

Aku sedang berjalan jalan di taman dengan Bunda ketika melihat seorang Kakek tua dengan sebuah tabung dan banyak balon di atasnya.

“Bunda, adek mau balon di Kakek itu dong” tiba tiba hatiku tergerak untuk membeli balon padahal teman teman seusiaku jarang atau bahkan tidak ada yang bermain balon.

“Loh buat apa dek? Kalau balon mending beli di toko dan minta Ayah untuk tiup saja. Nanti deh pulang dari taman ini kita mampir ke toko ya”

“Tapi bun adek pingin balon itu aja, ada yang gambar kartun favorit ku lagi, plis ya bun beli yaa” kataku dengan harap semoga Bunda mengiyakan.

“Ya sudah, yuk kita kesana”

Sesampainya di sana, dilihat lebih dekat ternyata Kakek itu sudah sangat kurus umurnya mungkin sudah 75 Tahun, wajahnya pun dipenuhi keringat akibat terik sinar matahari. Pakaiannya tampak lusuh dan usang dengan sekotak tempat makan yang sepertinya sebagai bekal di sampingnya.

“Kek, aku beli balon yang itu satu ya”

Kutunggu beberapa saat, kakek itu kemudian berkata “Alhamdullilah ada yang beli, silahkan nak ambil saja uang nya silahkan taruh di kaleng ini. 1 balon harganya 5 ribu rupiah saja”

Bunda mengisyaratkan aku untuk langsung saja mengambil balon yang kumau. Bunda pun berisik pelan bahwa mungkin saja Kakek ini tidak bisa melihat.

Kulihat Bunda menarik uang 50 Ribu dari dompetnya, dengan perlahan ia menaruh uang itu dalam kaleng yang dikatakan si kakek.

“Ya sudah terima kasih ya kek, kami pergi dulu” kataku.

“Nak, tunggu dulu” kata kakek itu memanggil. Lanjutnya “Terima kasih ya nak sudah membeli walau hanya 1 balon, balon balon ini seperti harapan bagi Kakek. Jadi jika ada 1 yang terjual harapan untuk hidup dan membiayai sekolah cucu kakek masih ada. Kakek sangat berterima kasih nak”

Tanpa kusadari aku meneteskan air mata. Aku tak tau bahwa 1 balon bisa menjadi harapan seorang kakek tua untuk sekedar bertahan dan membiayai cucunya. Dalam hati aku berdoa semoga kakek itu bisa bahagia selalu dan dilindungi Yang Maha Kuasa.

Sepulang dari taman Bunda berpesan “Dek selalu berbuat baik dengan orang lain terutama mereka yang berkekurangan dan membutuhkan, Bunda tadi beri uang 50 ribu bukan karena Bunda punya uang banyak tapi karena Bunda sadar 50 ribu mungkin tak seberapa bagi Bunda tapi bagi Kakek tadi 50 ribu itu sangat berharga. Lagipula berbagi itu baik, jangan takut berkekurangan jika berbagi, tapi niscaya di akhirat nanti Allah sudah menyiapkan upah untuk orang orang baik.

“Iya Bun, adek ngerti, makasih ya Bunda sudah selalu mengajarkan yang baik sama adek”

-TAMAT-

Terima kasih sudah membaca sampai habis Cerita Anak: Balon Harapan. Gimana ceritanya teman teman? Kalau ada saran dan masukan bisa tulis di kolom komentar yaa

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

2 Komentar

Balas komentar

Yuk tulis komentar kamu