in

KerenKeren SenangSenang

Cerita Anak – Berhenti Iri Hati

Cerita Anak - Berhenti Iri Hati
Cerita Anak - Berhenti Iri Hati

Cerita Anak – Berhenti Iri Hati. Tiffany dan Candy sahabatan sudah lama, bisa dibilang mereka sahabat sejati. Tiffany sangat mahir memanah, sedangkan Candy sangat mahir menari. Keduanya mahir dalam bidang masing-masing dan selalu bersemangat dalam berlatih. Namun, Tiffany sangat iri kepada Candy. Candy sudah mengukir berbagai prestasi dalam bidang menari, sedangkan Tifanny masih baru memulai. Itulah yang membuat persahabatan mereka hanya bohong menurut Tiffany.

“Candy! Mau main ke rumahku?” tanya Tifanny. Ia sebenarnya tahu bahwa hari itu Candy ada jadwal latihan menari, tetapi ia sengaja agar Candy menjadi malas dan akhirnya tidak mahir menari lagi.

“Aduh, Tiffany, aku mau sekali main ke rumahmu, tapi … kan kamu tahu sendiri, bahwa aku ada latihan menari hari ini. Apakah kamu lupa?” jawab Candy.

“Ooo, iya, ehm, aku sangat lupa. Sepertinya karena aku sibuk dengan memanah belakangan ini, jadi aku lupa, eh, banyak hal! Hehehe, iya, banyak sekali,” kata Tiffany, agak canggung.

“Begitu, ya, hahaha. Kalau begitu, semangat! Sampai jumpa Tiffany, aku akan pergi latihan terlebih dahulu,” pamit Candy. Ia melambaikan tangan dengan gemulai seperti penari. Ugh, sombong sekali dia, pikir Tiffany.

Di rumah Tiffany, ia naik tangga ke lantai dua dengan derap kaki yang terdengar sangat, sangat, kencang. Ia menghentak-hentakan kaki.

“Apaan, sih! Kamu pikir aku kagum denganmu?! Enggak sama sekali, kok! Lagipula untuk apa kagum?!” serunya.

“Ih, aduh, Tiffany? Ada apa denganmu? Kamu enggak apa-apa?” tanya Kak Tiara, kakak Tiffany.

“Hehehe, enggak apa-apa kok Kak. Hanya … ehm … maksudnya, berlatih untuk pentas seni.” Tiffany mencari alasan.

“Setahu Kakak, pentas seni sudah dilaksanakan dua bulan lalu, deh,” kata Kak Tiara bingung. Ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“O iya, salah Kak! Maksud Tiffany adalah tugas drama bersama kelompok,” jawab Tiffany.

“Baik Tiffany, kamu boleh berlatih, tetapi ingat, jangan berisik ya! Papa sedang tidur di bawah,” bisik Kak Tiara. Ia pergi dan menutup pintu kamar Tiffany. Tiffany bernapas lega.

Beberapa hari kemudian, lagi-lagi Tiffany mengajak Candy bermain. Namun, karena tahu Candy akan tetap memilih berlatih dibandingkan bermain bersamanya, jadi kali ini ia mengajak Candy bermain pada waktu Candy sedang tidak ada jadwal berlatih menari. Eh, tetapi, mengapa Candy tetap menolak dengan alasan harus berlatih menari?

“Hah? Kamu ganti jadwal, Dy?” tanya Tiffany. Ia sebenarnya agak kesal karena tidak ada teman untuk diajak bermain.

“Bukan, kok! Sekitar dua bulan lagi jadwalku sudah seperti biasa,” jawab Candy.

“Lalu kenapa, dong?” tanya Tiffany lagi.

“Aku ada lomba menari dan harus berlatih setiap hari. Hanya untuk dua bulan, kok! Doakan aku supaya bisa lolos ke tingkat nasional, ya!” kata Candy.

“Ya sudah, aku pulang,” pamit Tiffany dengan ketus.

“Baik, sampai jumpa besok!” Candy tersenyum.

Dua bulan kemudian, ternyata Candy berhasil juara 1 di tingkat nasional. Tiffany merasa sangat kesal. Semua orang mengucapkan selamat kepada Candy, bahkan kakak-kakak kelas membuat video podcast tentang kemenangan Candy.

“Huh! Aku juga bisa kalau hanya begitu. Tingkat nasional itu kecil, sekecil semut. Aku, dong, aku pernah ikut lomba menari internasional,” seru Tiffany saat semua orang sedang berkumpul bersama Candy dan mengucapkan selamat.

“O ya? Di mana? Kapan? Aku belum pernah mendengarnya,” kata salah satu kakak kelas.

“Di … ehm … Just Dance Academia, yang di Amerika itu,” jawab Tiffany. Ia sangat bingung.

“Just Dance Academia itu apa?” tanya kakak kelas itu lagi.

“Kelas modern dance terkenal di Amerika,” kata Tiffany.

“Wah, hebat! O iya, sebulan lagi ada Move Your Body!, yaitu pentas tari tradisional maupun modern di sekolah dan dihadiri oleh sekolah lain juga. Tiffany dan Candy bisa menjadi pembuka. Tiffany modern dance, Candy traditional dance!” usul kakak kelas itu. Semuanya setuju. Tiffany pucat dan sangat ketakutan.

“Ehm, mungkin sebulan ke depan aku akan sibuk memanah dan tidak dapat berlatih, deh,” tolak Tiffany.

“Kami kekurangan pembuka, jadi kamu harus ikut. Nanti akan aku sampaikan kepada kepala sekolah,” katanya lagi. Tiffany bingung harus berbuat apa, jadi dengan terpaksa, ia setuju. Rasa iri hatinya membuat kekacauan lain muncul! Bagaimana ini?!

Ia tidak bisa berlatih karena ia harus memanah. Jika ia minta tolong kepada Candy, masa ia meminta tolong kepada orang yang membuatnya iri hati? Akhirnya, Tiffany tidak berlatih apapun. Tiffany hanya bisa pasrah, berharap semua ini hanya mimpi yang bohongan, atau ia dapat mengulang kembali waktu serta menolak ajakan kakak kelas itu.

Sebulan telah berlalu. Tiba saatnya pentas. Tiffany akhirnya memutuskan untuk mengatakan semuanya di depan semua orang di sekolah dan di luar sekolah.

“Baik, sebagai pembuka, ada dua orang berbakat yang akan menari! Yaitu Candy dan Tiffany! Candy dan Tiffany sudah memenangkan lomba-lomba menari. O iya, sebelumnya, Tiffany mau mengucapkan sesuatu. Hmm, mungkin ia akan berbagi tips menari? Silakan, Tiffany,” MC menyerahkan mic kepada Tiffany.

“Semua yang hadir di sini, saya mau bicara sebentar. Saya minta maaf sekali, tetapi … saya hanya berbohong tentang semuanya. Saya tidak mahir menari. Saya belum pernah ikut lomba apapun. Just Dance Academia adalah hal bohong dan tidak ada,” kata Tiffany. Semuanya terkejut.

“Mengapa kamu lakukan itu, Tiffany?” tanya Pak Kepala Sekolah.

“Saya iri! Saya iri dengan Candy yang sudah sangat mahir dan berbakat. Sedangkan saya, tidak berbakat menari dan memanah pun belum berprestasi. Saya minta maaf. Akhirnya, sekarang ini, saya sadar, iri hati dapat membawa kita ke dalam masalah yang lebih besar. Saya sangat minta maaf. Saya akan berhenti iri hati,” jawab Tiffany.

Ternyata, Candy dipinjamkan mic satu lagi oleh MC!

“Tiffany, pasti usahamu tidak akan menghianati hasil. Kamu pasti akan memenangkan lomba, sama sepertiku, bahkan lebih dari aku! Kamu tidak perlu iri hati. Iri hati itu tidak akan membuat diri kita lebih mahir. Bahkan, iri hati membuat kita menjadi merasa tidak nyaman dan benar katamu, akhirnya membawa kita ke dalam masalah yang lebih besar. Kami semua memaafkanmu,” kata Candy. Ia memeluk Tiffany dengan erat.

Sejak saat itu, Tiffany tidak pernah merasa iri lagi. Ia belajar dari kesalahannya dan akhirnya ia memenangkan berbagai lomba memanah.

Baca:
Asal usul Hari Persahabatan Sedunia (Internasional)
Cerpen Persahabatan Lucu – Mencari Pondasi
Puisi tentang sahabat yang terpisah
Bagaimana pendapatmu apabila ada seorang teman berbohong?
Akibat Cuek Dan Berbohong Kepada Guru

PESAN MORAL

Iri hati bukanlah jalan. Iri hati hanya membawamu ke masalah yang lebih besar dan kamu juga tidak akan berkembang. Lebih baik tidak perlu iri hati, jadikan rasa ‘iri hati’ itu sebagai penyemangat agar kamu bisa sehebat orang lain, tentunya dengan persaingan yang positif.

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

4 Komentar

Balas komentar
  1. Moral :
    Never be jealous of other ppl’s talents bcs u have ur own talents(≧▽≦) And jealousy can get u into bigger trouble, just like Tiffany←~(Ψ▼ー▼)∈ It’s better to be jealous as an encouragement to be a better person(´。• ᵕ •。`)

    Pls reply if y’all agree!

Yuk tulis komentar kamu