in

Cerita Anak: Hari Pertama Sekolah Dikala Pandemi

Cerita Anak: Hari Pertama Sekolah Setelah Pandemi
Cerita Anak: Hari Pertama Sekolah Setelah Pandemi

Cerita Anak: Hari Pertama Sekolah Dikala Pandemi. Tiara menggenggam tangan ibunya dengan erat. Di depan mereka, gerbang sekolah sudah dibuka oleh penjaga. Ada banyak anak sepantaran Tiara yang diantar orang tuanya. Semuanya memakai masker.

Sebenarnya, hari ini bukan benar-benar hari pertama sekolah, sebab Tiara dan kawan-kawan sudah melaksanakan pembelajaran daring selama satu semester ke belakang. Namun Tiara gugup karena ini adalah kali pertama ia bertemu dengan teman-teman dan guru-guru. Ada banyak sekali ketakutan yang dirasakan, terutama takut tidak punya teman.

“Jangan lupa nanti mengantre untuk cuci tangan ya, Ra. Sapa juga teman-temanmu dengan lambaian tangan.” Nasihat Ibu sambil menepuk pundak Tiara. Tiara mengangguk, menarik napas, lalu berjalan memasuki sekolah. Di depan kelas, tampak sudah ada beberapa anak yang mengantre untuk cuci tangan. Di ambang pintu juga ada bu guru yang memegang termometer dan menyapa setiap anak dengan ramah.

Tiara merasakan tangannya gemetar ketika memutar keran. Selama ini ia sangat jarang berada di sekitar banyak orang. Tiara takut kalau ia salah melakukan sesuatu dan ditertawakan. Dan benar saja! Kotak sabunnya jatuh karena tersengggol tangan Tiara.

“Aduh!” Tiara menggigit bibirnya, hampir menangis. Pelan-pelan ia menengok ke arah Bu Guru. Untungnya, Bu Guru sedang sibuk mengecek suhu siswa lain. Tapi, kotak sabunnya jadi kotor.

“Hai, aku bawa sabun, nih. Tapi botolnya kecil. Pakai aja!” Satu meter di belakang Tiara, seorang anak menyodorkan botol sabun sebesar kepalan tangan. Tiara jadi tak enak hati, belum apa-apa ia sudah merepotkan.

“Terima kasih, ya!” Kata Tiara malu-malu sambil menerima botol sabun itu.

“Sama-sama. Namaku Cantika. Kamu siapa?”

“Tiara.” Jawab Tiara lebih tenang. Nampaknya Cantika anak yang baik. Setelah selesai mencuci tangan, Tiara pun masuk ke kelas. Setiap meja hanya bisa diisi oleh satu orang. Tiara duduk di jajaran kedua, dan kebetulan Cantika duduk di belakangnya.

Ternyata Tiara tidak seberuntung ekspetasinya. Bu Guru menyempatkan dulu untuk mengecek tempat cuci tangan. Beliau pun menyadari botol sabunnya telah berubah. Bu guru kembali ke kelas dan menanyakan pemilik botol tersebut.

Cantika pun mengacungkan tangan, “Itu punyaku, Bu. Botol yang sebelumnya jatuh.”

Karena merasa sudah sangat merepotkan Cantika, Tiara pun ikut mengacungkan tangan, “Maaf Bu tadi Tiara tidak sengaja menjatuhkannya. Maaf ya, Bu.”

Tiara sudah siap dipermalukan, namun nyatanya Bu Guru malah tersenyum dan berkata, “Wah hebat sekali. Terima kasih Tiara sudah jujur. Terima kasih juga Cantika sudah mau membantu teman-teman barunya. Sikap seperti ini adalah teladan yang bagus untuk kita semua. Ayo anak-anak beri tepuk tangan bagi Cantika dan Tiara!”

Tiara tak menyangka bahwa teman-teman dan gurunya akan sebaik ini. Ia pun menengok ke belakang dan nampak Cantik mengacungkan jempolnya.

“Mulai sekarang, kita berteman ya!” Kata Cantika riang.

“Tentu saja!” Tiara membalas tak kalah riang. Ia percaya, bahwa selalu ada teman yang baik meski di hari pertama mereka masuk sekolah.

Baca:
Lagu Hari Pertama Masuk Sekolah (Hari Pertamaku)
Contoh Surat Izin Tidak Masuk Sekolah Terbaru
6 Surat Izin tidak masuk sekolah ini bikin ngakak semua orang
Puisi tentang Corona

Terima kasih sudah membaca Cerita Anak: Hari Pertama Sekolah Dikala Pandemi. Semoga bermanfaat.

Yuk tulis komentar kamu