in

KerenKeren SenangSenang

Cerita Anak – Ice Cream Party

Cerita Anak - Ice Cream Party
Cerita Anak - Ice Cream Party

Cerita Anak – Ice Cream Party. Lana melihat ke arah luar jendela. Cuaca sangat terik, sinar mentari bersinar tajam dan panas siang itu. “Hmm, musim panas telah tiba. Semua sudah menjadi lebih hangat, setiap siang selalu panas. Aduh, betapa panasnya!” keluh Lana. Sudah berkali-kali ia mengganti pakaian dan akhirnya ia melakukannya lagi. Kali ini baju tanpa lengan dengan warna merah muda yang dilengkapi oleh celana pendek warna biru tua.

“Mom dan Dad belum pulang, ya? Lama sekali sih, hanya ke supermarket,” gumam Lana. Karena rasa bosannya menjerit-jerit, ia menelepon teman-temannya. “Girls, ke taman, yuk! Aku bosan di rumah,” pinta Lana. “Aku baru saja mulai les melukis hari ini, jadi mungkin aku tidak ikut,” jawab Charlene. “Aku sih mau, tapi di taman panas sekali. Lagipula, Mr. Winsons sang penjual toko limun di dekat taman sedang menutup toko. Tidak ada  sesuatu yang segar. Es krim pun diborong oleh anak-anak yang kepanasan,” kata Yonna. “Kapan-kapan saja deh ke rumahmu… Kalau ke taman kan sangat panas sementara di rumahmu sejuk,” usul Poppy. “Sayangnya tidak bisa ke rumahku sekarang. Liburan musim panas ini akan membosankan sekali. Kuakhiri saja ya, dadaaah!” Lana menutup telepon grup.

Akhirnya, Lana memiliki ide untuk membuat kue dengan bahan seadanya. “Aduh, tapi yang ada hanya whipped cream, kental manis, gula, stroberi, selai kacang, cokelat, almond, biskuit cokelat, dan susu vanila. Kue apa, dong?” gumam Lana. Ia berpikir sejenak. “Aha! Buat es krim saja ya. Kebetulan cuacanya panas sekali,” katanya dengan senyum di bibir.

Lana mengocok whipped cream, mencampurkan bahan-bahan, dan membagi adonan es krim menjadi beberapa bagian untuk topping masing-masing. Ada beberapa rasa lho! Strawberry ice cream, peanut ice cream, chocolate ice cream, almond ice cream, cookie monster ice cream, dan juga vanilla ice cream.

Setelah semua tercampur, Lana menutup wadah dengan tutup masing-masing dengan rapat lalu memasukkannya ke dalam lemari es. “Kira-kira beberapa jam deh,” gumamnya. Ia mengisi waktu untuk menunggu dengan menggambar dan melatih piano-nya untuk Summer Concert pertamanya nanti. “Sebentar lagi sudah bisa aku keluarkan,” Lana melirik jam dinding.

Dengan sabar, Lana menunggu. Akhirnya… “Hore! Coba kulihat tekstur es krimnya,” Lana menyendok sedikit. Tak lupa dicicipi juga dong. “Wow! Enak sekali! Teksturnya juga sangat lembut dan terasa ringan. Tapi es krimnya banyak sekali ya,” kata Lana. Lana memutuskan untuk meminta teman-temannya datang agar mereka dapat mencicipi es krim enak buatan Lana.

“Girls, besok ke rumahku yuk! Ada sesuatu yang segar,” kata Lana. “Wah, apa itu?” tanya Poppy. “Ah, pasti limun dingin. Mauuu! Janji deh, besok aku datang,” kata Yonna. “Kebetulan besok jadwalku kosong. Tentu aku mau sekali,” kata Charlene. Lana tidak sabar lagi! “Yey! Besok siang ya, pukul 12.00 karena itu waktu terpanas dimana kita butuh kesegaran abadi,” canda Lana. Teman-temannya sangat setuju. Tentunya gadis-gadis kepanasan itu butuh diberi sesuatu yang segar dan nikmat.

Esok hari, tepat pukul 12.00. Teman-teman Lana sudah berkumpul di dalam rumah. “Tadaaa! Ini dia, dan selamat datang di Lana’s Ice Cream House,” kata Lana sambil membawa banyak sekali es krim. Mereka berpesta dengan girang. “Enak! Terima kasih, Lana. Ini sungguh hadiah yang sangat hebat,” kata Yonna sambil menjilat-jilat es krimnya. “Girls, nanti kalau sudah selesai kalian jangan lupa makan siang ya. Sebenarnya semua es krim kalian itu lebih cocok dimakan sebagai hidangan penutup,” tawa Mrs. Hall, ibu Lana. “Tentu! Terima kasih banyak Aunty,” kata teman-teman Lana.

Mereka makan siang bersama dan lalu berpesta es krim lagi. “L-Lana, sepertinya ini terlalu banyak untuk kita semua. Kita hanya berempat, tapi ini ada 6 wadah besar,” kata Poppy. “Sisakan untuk Lana dan keluarga?” tanya Charlene. “Hahaha, keluargaku sama sekali tidak suka es krim. Mereka lebih suka sorbet,” tawa Lana. “Jual saja Na, kami akan bantu. Keuntungannya untuk kamu saja,” usul Yonna. “Wah, betul tuh! Ayo, mungkin Mr. Winsons dapat membantu dengan kita memanfaatkan tokonya untuk berjualan. Tapi, hasilnya kita bagi 5, untuk kita dan Mr. Winsons,” kata Lana. Mereka pergi ke toko Mr. Winsons di taman.

“Mr. Winsons, bolehkah kami memakai toko Anda untuk berjualan? Kami hanya berjualan seminggu dan keuntungannya akan dibagi kepada Anda juga,” tanya Lana. “Tentu saja, anak-anak manis. Kalian pelanggan setiaku yang tentunya akan kubantu pula. Mungkin Mrs. Wilsons akan membantu kalian,” kata Mr. Winsons, “Bethrica, tolong pasangkan papan kecil bertuliskan nama toko anak-anak ini ya.” “Tentu. Apa nama tokonya?” tanya Mrs. Winsons. “Namanya… Ehm…” Lana berpikir. “LANA’S ICE CREAM HOUSE!” usul teman-teman Lana. Lana mengangguk.

Esoknya mereka mulai berjualan. “Aku mau rasa cokelat,” pinta seorang anak perempuan. “Ooo, tentu. Karena kamu pelanggan pertama, kami akan memberimu gratis 1 es krim lagi. Mau rasa apa?” tanya Lana. “Stroberi saja. Tolong ya, terima kasih banyak,” katanya lagi. “Sebentar, kusiapkan!” kata Poppy. Dengan cepat, toko itu ramai karena harganya yang terjangkau dan rasanya sangat enak.

Hari terakhir mereka berjualan, mereka mulai menghitung uang. “Banyak!” kata mereka. 1 orang mendapat banyak sekali, bahkan dapat dipakai untuk membeli makanan berbulan-bulan. “Terima kasih sudah berjualan di sini! Lain kali kalian boleh berjualan lagi. Sebenarnya, jika aku tidak mendapat bayaran tidak apa-apa, itukan buatan kalian,” kata Mr. Winsons. “Terima kasih banyak Mr. Wilsons! Kami senang sekali,” kata Lana. Mereka berpamitan.

“Kamu berjualan es krim di taman ya?” tanya Mr. Hall. “Iya Dad, Lana dapat banyak uang. Lana sudah bisa berbisnis!” kata Lana. Hebat kan? Semua berawal dari Ice Cream Party, mereka bisa berbisnis dengan baik. Dua jempol untuk Lana dan teman-teman!

Baca:
Cerita Anak – Asyiknya Ikut Lomba Tari
Cerpen Teman Sejati – Origami
Cerpen Persahabatan Lucu
Cerpen Tentang Corona 

Terima kasih sudah membaca Cerita Anak yang berjudul Ice Cream Party. Koreksi jika ada kesalahan dan bagikan jika ini bermanfaat.

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

Satu Komentar.

Balas komentar

Yuk tulis komentar kamu