in

KerenKeren SenangSenang SedihSedih

Cerita Anak: Jadilah Orang Yang Bersyukur

Cerita Anak: Jadilah Orang Yang Bersyukur
Cerita Anak: Jadilah Orang Yang Bersyukur

Cerita Anak: Jadilah Orang Yang Bersyukur. Aira baru saja menonton sebuah video di kanal youtube. Dalam video tersebut, tampak anak seusianya sedang berlibur bersama keluarga. Bukan main-main, mereka berlibur ke Disney Land di luar negeri. Anak sekecil itu, sudah bisa menginjakkan kaki di tanah orang. Dapat uang dari hasil unggah youtube pula. Betapa beruntungnya, pikir Aira.

“Aira, makan dulu, yuk!” Teriak Ibu dari arah dapur. Aira lekas mematikan data selularnya dan bergegas menghampiri Ibu.

“Ibu sudah masak ikan goreng dan sambal kecap kesukaanmu. Ada kerupuk dan sambal juga, loh!” Kata Ibu sambil tersenyum lembut. Beliau merasa siang ini akan menjadi makan siang yang sangat nikmat bagi Aira. Namun, Aira hanya tersenyum tipis.

Ternyata, Aira mengingat kembali video-video yang ia tonton. Anak dalam video itu makan sushi dan beberapa menu lain yang belum pernah Aira dengar sebelumnya. Kelihatannya enak sekali.

“Kok malah diam?” Tanya Ibu lembut. Aira hanya menggeleng pelan. Ibu yang penasaran pun akhirnya duduk di samping Aira, “Kenapa? Gak suka makanannya, ya?”

Lagi-lagi Aira menggeleng. Ia menjawab dengan nada lirih, “Bu, kenapa ya di dunia ini ada orang yang hidupnya senaaang sekali, ada yang biasa saja, bahkan ada yang sangat sulit. Kenapa ya Tuhan itu tidak adil?”

Mendengar itu, Ibu tersenyum teduh dan mengusap kepala Aira, “Aira sayang, tahu tidak makna adil itu apa?”

Aira mengangguk samar, “Mendapatkan hal yang sama.”

Ibu pun membalas, “Adil itu lebih tepatnya adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Adilnya Allah itu berarti memberi sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Bahagia itu sebetulnya terletak di sini,” Ibu menyentuh dada Aira, “Dari bagaimana cara kita mensyukurinya.

Aira menghela napas, “Aira habis nonton video. Ada anak yang kayaa sekali. Ia berlibur bersama keluarganya ke luar negeri. Enak sekali ya, Bu.”

“Betul,” Ibu mengangguk, “Tapi, jangan sampai kebahagiaan orang lain membuat kita iri atau jadi tidak bersyukur. Mungkin saja, anak dalam video itu juga punya kesulitan dalam hidupnya.”

Aira tersentak. Ia ingat sempat menonton anak itu sedang berziarah ke makam ayahnya. Ayahnya memang meninggal karena penyakit. Akhirnya, ia dan ibunya mulai mencari uang. Salah satunya dengan menjadi creator di youtube. Perjalanannya pasti tidak mudah. Dan mungkin, jauh dalam lubuk hatinya, anak itu ingin menukar seluruh hartanya bila itu bisa membuat ayahnya kembali.

Tiba-tiba, pintu rumah Aira diketuk. Terdengar suara dari luar memanggil-manggil namanya.

“Assalamualaikum, Ibu, Aira. Ayah pulaaang!”

Aira langsung loncat dari kursi, ia lekas membuka pintu dan menyambut ayahnya dengan pelukan ayah. Ia bersyukur sekali masih punya keluarga yang lengkap dan sehat. Ayah yang tukang ojek sering mengajaknya keliling kota. Ibu juga sangat jago membuat masakan yang enak. Betapa beruntung hidupnya. Meski sederhana, ia dapat merasakan kebahagiaan yang utuh.

“Kenapa, nih?” Ayahnya menggoda, Aira hanya senyum-senyum malu.

“Aira bersyukur sekali punya Ayah dan Ibu. Ayah doakan Aira supaya jadi anak yang membanggakan, ya!”

Ayah berjongkok dan menyetarakan posisinya dengan Aira, “Aira tumbuh sehat dan jadi anak baik, Ayah sudah bangga sekali.”

Sekali lagi, Aira memeluk Ayah penuh syukur. Senyumnya teruntai. Ternyata, dengan menghargai karunia-karunia kecil, hati rasanya jadi tentram dan bahagia.

“Ayo kita makan, Yah, Ibu sudah memasak makanan kesukaan kita loh!”

“Ayo! Sore nanti, kita jalan-jalan ke alun-alun cari aromanis, bagaimana?”

“Asiiik!” Sorak Aira.

Baca:
Cerita Anak: Jadilah Orang Yang Jujur
Cerita Anak: Bersyukur
Cerita Anak: Birrul Walidain
Perbedaan sujud syukur, sujud tilawah, dan sujud sahwi

Betul kata Bunda, setiap manusia punya jatah kebahagiaannya masing-masing. Dan kita tidak perlu membandingkan rezeki kita dengan rezeki orang lain.

3 Komentar

Balas komentar

Yuk tulis komentar kamu