in

Cerita Anak – Keseruan 3 Sahabat Bermain, Belajar, Berjualan, dan Berkemah

Cerita Anak - Keseruan 3 Sahabat Bermain, Belajar, Berjualan, dan Berkemah
Cerita Anak - Keseruan 3 Sahabat Bermain, Belajar, Berjualan, dan Berkemah

Cerita Anak – Keseruan 3 Sahabat Bermain, Belajar, Berjualan, dan Berkemah. Cerita ini dibagi menjadi beberapa bagian, untuk mempermudah kalian membacanya, semoga bermanfaat ya.

Cerita Anak – Membantu dekorasi acara ulang tahun

“Icha! Kamu dicariin Felly dan Lusi, tuh! Katanya ngajak kamu ke acara ulang tahun adiknya Amanda, Afilla,” ucap Kak Sifa, kakakku.

“Oke, Kak! Sebentar, aku lagi siap-siap, nih!”

Namaku Maisha Almeyda Nabellia, panggil saja Icha. Memang, sih, tidak terlalu nyambung dengan nama lengkapku. Nama Icha itu diambil dari nama Maisha. Dulu aku dipanggilnya Isha, karena aku belum bisa bilang huruf ‘s’, dan kalau bilang ‘s’ itu ‘c’, jadinya aku kalau ditanya orang namanya siapa, aku jawab Icha. Sampai sekarang aku tetap dipanggil Icha. Hihihi.

“Hai Fel, Lus. Ayo, cepetan! Nanti acaranya keburu dimulai!” seruku.

“Oke, deh. Ehm, aku boleh komentar sedikit, nggak? Menurutku sebaiknya rambutmu itu dikucir kuda saja atau kepang satu, kalau kucir dua menurutku terlalu kanak-kanak dan nggak sesuai dengan baju kamu,” komentar Felly yang ibunya seorang stylist rambut.

“Nanti aja, lah, digantinya. Lagian aku udah bawa banyak karet, kok.”

“Lah, malah ngobrol. Ya udah, yuk, cepat ke rumahnya Amanda!” ujar Lusi.

Baca juga: Kado untuk ulang tahun sahabat

“Oke, Tante Lusi!”

Setelah sampai di rumah Amanda, acaranya belum dimulai, dan belum ada seorang pun yang datang, kecuali aku, Felly, dan Lusi. Ruangan untuk acaranya baru dihias.

“Pagi amat datangnya! Karena kalian datangnya kepagian, boleh, nggak, bantuin aku mendekorasi ruangannya?” pinta Amanda.

“Sekarang, kan, siang? Bukan pagi lagi?” tanya Lusi.

“Maksudku kecepatan, Lus,” jawab Amanda. “Hey, jadi, nggak, bantu mendekorasi?”

“Ya, jadi, lah. Tugas kita ngapain?” tanyaku.

“Mendekorasi, lah! Masak menghabiskan kue tar?” kata Felly.

“Memang mendekorasi! Tapi mendekorasi apa, Atika Fellyna?”

“Gini, gini, aku bagi tugasnya. Felly dan Icha membuat tulisan ‘Selamat Ulang Tahun Afilla’ di kertas besar yang sudah aku siapkan di meja. Sementara aku dan Lusi membuat origami dan menghias meja dan kursi para pengunjung ultahnya Afilla,” usul Amanda.

“Terus alat-alat lainnya gimana, Amanda? Masak cuma kertas besar doang?” tanya Felly.

“Ada di meja juga, lah. Mana mungkin alatnya cuma kertas aja,” jawab Amanda.

Sejenak suasana hening…

“Hei! Dari tadi bengong melulu, ayo, cepetan, mendekorasi!” bentakku agak keras.

“Mendekorasi apa?” tanya Felly.

Baca juga: Cerita Anak – Skenario kejutan ulang tahun untuk wali kelas

“Astaghfirullahalazim! FEEEEELLLYYY!” teriakku, Amanda, dan Lusi.

“Biar aku yang menghadapi si cerewet dan banyak tanya itu,” kata Amanda.

Entah apa yang dibicarakan Amanda kepada Felly.

“Lama banget ngasih tahunya,” ucapku.

“Sabar aja, Cha,” balas Lusi.

“Jadi, ini pemberitahuan terakhir buat kamu, Fel. Kalau nggak ngerti-ngerti … ya …”

“Apa?” potong Felly sambil memangapkan mulutnya. Melihat ekspresi Felly, aku dan Lusi tertawa terpingkal-pingkal.

“Hahaha!” tawaku dan Lusi.

“Woi! Berhenti ketawa, dong. Mulut kalian bau banget,” ucap Amanda.

“Bhahaha,” tawaku dan Lusi semakin kencang.

“Tadi kalian kalau nggak salah datangnya jam 14:20, ya? Acaranya dimulai jam 15:30, dan sekarang jam … sebentar, ya, aku lihat dulu. Dan sekarang jam 14:30, ya udah, daripada kelamaan, just let’s get started!” seru Amanda.

“Kebanyakan nonton YouTube, kamu mah, sampai bilang just let’s get started. Hahaha,” ledek Lusi.
Setelah itu kami pun langsung melakukan tugas masin-masing.

Dekorasi ucapan selamat ulang tahun menggunakan gliter
Cerita Anak – Dekorasi ucapan selamat ulang tahun menggunakan glitter

Cerita Anak – Cara Membuat Hiasan Ulang Tahun

Oh, iya, aku mau berbagi tutorial juga untuk kalian. Siapa tahu kalau kalian ingin mengadakan pesta ulang tahun, atau acara lainnya, kalian bisa membuat sendiri tanpa harus membayar jasa.

Alat-alat yang diperlukan untuk membuat hiasan Ultah:

  1. Kertas besar (ukuran A3 juga besar).
  2. Glitter (manik-manik).
  3. Pensil dan penghapus (untuk membuat pola)
  4. Lem (bisa lem putih atau lem bening).
  5. Selotip (solasi atau double tip).

Cara membuat hiasan ultah:

  1. Siapkan kertas besar, lalu siapkan juga pensil dan penghapus. Buat pola tulisan yang kalian inginkan, usahakan yang besar ya agar mudah dilumuri lem nantinya.
  2. Olesi pola yang sudah dibuat di atas kertas dengan lem, jangan keluar dari pola yang sudah kalian buat ya.
  3. Setelah itu, taburkan glitter dengan merata. Kalau sudah selesai, kertasnya bisa kalian temple di tembok, atau yang kalian mau dengan selotip atau doubletip.
Contoh hiasana nama menggunakan glitter
Cerita Anak – Contoh hiasana nama menggunakan glitter

“Udah selesai, Man, Fel?” tanyaku.

“Udah!” jawab mereka serentak. “Sekarang tinggal kita tempel.” Lalu kita menempelkannya di tembok ruang tamu menggunakan selotip berwarna bening.

Carita Anak – Susunan Kegiatan Seru Pada Acara Ulang Tahun

Satu jam kemudian, sudah mulai banyak orang yang datang. Nah, sekitar jam 15:20, semua orang yang diundang ke acara ulang tahun Afilla datang. Berikut adalah susunan acara uang tahun:

  1. Acara pertama adalah bermain games. Nah, jadi games-nya itu menebak suara hewan, menebak gerakan hewan, dan menebak nama buah.
  2. Acara selanjutnya berdoa agar semua yang diginkan atau dicita-citakan terkabul
  3. Kemudian menyanyi, potong kue, dan makan kue.
  4. Acara terakhir nobar (nonton bareng). Film yang kita tonton adalah tentang pembudidayaan hewan. Mulai dari ulat sutra, dan lainnya.

Cerita Anak – Kegiatan Sepulang Sekolah

Setelah selesai acarnya, kami pulang ke rumah masing-masing karena besok mau sekolah dan berangkat pagi. Acara di sekolah seperti biasa belajar, dll.

Sepulang sekolah, aku, Lusi, dan Amanda main ke rumah Felly. Rencananya kita akan membicarakan tentang tempat liburan yang akan dituju, membuat kue, dan berjualan kue yang dibuat.

“Fel, Lus, Man. Besok libur dua puluh hari, kira-kira kalian mau liburan kemana?” tanyaku.

“Kayak liburan tahun lalu, nggak kemana-mana. Malah saudara-saudara yang ada di luar kota ke sini semua,” jawab Felly.

“Ya, betul sekali!”

“Sama, Fel.”

“Gimana kalau kita memanfaatkan liburan dengan kemah aja? Udah lama nggak kemah, nih, aku,” usulku.

“SETUJU!!!” seru semuanya.

Baca juga: Cerita Anak – Kegiatan sepulang sekolah yang seru

“Tapi pakai tenda siapa?” tanya Felly, “sendiri-sendiri?”

Aku hanya mengangguk-angguk. “Kalau nggak punya tenda, numpang aja di tendaku. Waktu itu aku pernah kemah di Bedugul, Bali. Pakai tenda yang pernah aku tunjukkin waktu itu, muat tiga orang kakak-kakakku, lho!”

“Oooh, yang warna pink itu, ya?” tanya Felly.

“Pink, pink! Hijau, kali,” jawabku. Felly cengar-cengir.

“Oh, iya. Kalian ada usul, nggak, buat tempat kemah kita di mana?”

“Belakang rumahmu aja, Cha. Aku nggak punya belakang rumah soalnya. Kalau di halaman rumah aku takut tiba-tiba ada maling menculik kita!” usul Lusi.

“Benar juga kata Lusi,” ujar Felly.

“Pendapat Amanda kayak kalian. Tapi, kan, di komplek kita, kan, ada satpamnya? Sama anjing penjaga punyanya Pak Satpam.”

“Tapi kalau Pak Satpamnya tidur gimana?” tanya Lusi.

“Kan, anjingnya bisa menggonggong. Atau mungkin langsung digigit, tuh, sama anjingnya,” jawab Amanda.

“Terus, kalau anjingnya ikutan tidur gimana?” tanya Lusi lagi.

“Kan, anjing pendengarannya tajam. Waktu itu aku mau belajar kelompok di rumahnya Angel, kan si Angel punya anjing, anjingnya sedang tidur, nah, pas aku baru mau mencet bel air liur anjingnya udah netes-netes.”

“Kalau anjingnya sakit telinga gimana?” tanya Lusi lagi dan lagi.

“Kan, bisa disembuhin, Lus. Lagian …”

“Ah, Lusi! Jangan nanya-nanya terus! Lapar, nih … ayo kita buat kuenya,” potong Lusi.

“Ya, deh, ya, deh.”

Cerita Anak – Belajar berjualan kue dan aksesoris handmade

jual barang handmade buatan anak-anak
Cerita anak – Jual barang handmade buatan anak-anak

Sekarang waktunya berjualan kue. Ide ini aku yang membuat, lumayan, nih, bisa buat nambah uang jajan. Hehehe. Ini adalah daftar makanan yang aku jual:

  1. Roti bakar (lima ribu)
  2. Cakeroll (tiga ribu)
  3. Jagung susu keju (dua ribu).

Kita juga menjual beberapa barang handmade atau buatan tangan kami sendiri. Yang kami buat adalah:

  1. Gelang dari benang wol (dua ribu)
  2. Pigura (tiga ribu)
  3. Tempat pensil (lima ribu).

Cuma dengan waktu setengah jam, dagangan kami sudah terjual semua. Uang yang kami dapat adalah 221.000, “Wah, banyak juga, ya? Jika ada yang bertanya, apakah aku malu? Gak lah! Malu itu jika kita minta-minta!”

Cerita Anak – Mempersiapkan kebutuhan untuk berkemah

Setelah itu kami bersepeda ke sebuah minimarket, untuk membeli keperluan kemah besok berkemah. Aku membeli dua roti tawar, dua ciki, beberapa permen, dan satu meses rasa cokelat. Menurutku itu udah cukup, kok. Yang lainnya nanti disiapkan di rumah saja.

Malamnya, aku mempersiapkan semua kebutuhan untuk kemah. Aku membawa kaos berwarna biru tua, celana jins, baju lengan panjang berwarna pink, rok panjang merah, mukena, jilbab, roti tawar, ciki, permen, meses cokelat, daster batik, baju renang, handuk, sampo, sabun, pasta gigi, sikat gigi, dan lainnya.

“Kok banyak banget?”

Karena kata mamaku rumahku akan dipakai untuk acara One Year One Food (OYOF). Jadi, acaranya itu untuk ibu-ibu sekitar komplek Mawar (komplek yang aku tempati) memasak. Acaranya ini dilakukan setahun sekali. Makanya dinamakan One Year One Food.

Kebetulan sekali, ini kan akhir tahun, jadinya aku mau mudik ke Bogor, tempat ayahku berasal. Felly, Lusi, dan Amanda ayahnya juga orang Bogor, lho!

Camping di Bogor Camping Village
Cerita Anak – Camping di Bogor Camping Village

“Oh, iya, mereka tahu, enggak, ya, kalau aku mau mudik? Nanti malah mereka kemah sendirian di rumahku sama ikan koi-ku (Rana, Dimas, Lulu, dan Fauzan. Ehm … namanya, kok, mirip kayak manusia, ya?). Hehehe bercanda, bercanda! Mana mungkin kemah sama ikan koi?

“Aku telepon aja, lah!”

Felly, Lusi, dan Amanda tidak menjawab telepon-ku, mungkin lagi bersiap-siap untuk kemah besok. Aku besok berangkat ke Bogor pagi-pagi, jam 06:00. Sementara aku menjanjikan jam 08:30, duh, gimana, ya?

Keesokan harinya, setelah bangun tidur aku merapikan kasur, mandi, dan berganti baju dengan jilbab kuning, baju lengan panjang berwarna dasar oranye dengan garis-garis kuning, serta rok panjang berwarna oranye. Setelah semua siap, aku pun langsung menenteng tasku yang berwarna kucing, eh, kuning. Cuma bercanda, kok, teman-teman!

“Ada barang yang ketinggalan? HP, pakaian, atau yang lainnya?” tanya mamaku.

“Nanti dulu, Ma. Icha mau ngecek HP dulu, ya. Siapa tahu ada SMS, atau informasi.”

Lalu aku langsung membalasnya dengan jawaban ‘Oke, Man’. Ehm … nanti aku mau ngerjain Amanda, Felly, sama Lusi, ah. Kan, aku juga mau ke Bogor. Hehehe!

Setelah sampai di Bogor, aku langsung jalan kaki ke rumah nenekku.

“Assalamualaikum! Nenek! Kakek! Bude! Pakde!” salamku ketika masuk ke dalam rumah nenekku. Ada seseorang yang jadi pusat perhatianku, itu adalah …

“Amanda, Lusi, Felly? Kenapa kalian ada di sini?” tanyaku penasaran.

“Kamu nggak baca SMS-ku, ya? Kan, aku mau pulang ke Bogor bareng Felly sama Lusi? Terus, aku mau bertamu di rumah nenekmu. Nggg … kita jadi kemah, nggak?” Amanda bertanya balik.

“Jadi, lah!”

Baca juga: Cerita Anak – Persami yang membuat semua orang happy

Setelah kami (aku, Felly, Lusi, dan Amanda) selesai mengemas barang, kami langsung pergi ke Bogor Camping Village. Nah, Bogor Camping Village itu adalah salah satu tempat untuk berkemah. Di mana? Tentu saja di Bogor, dong! Kan, namanya ‘Bogor’ Camping Village?

“Tenda, kayu bakar, korek api, alat mandi, dan lain-lain?” tanyaku. Memastikan saja, kalau mereka tidak membawa perlengkapan.

Oya, di Bogor Camping Village ini sudah banyak orang yang berjualan tenda, kayu bakar, korek api, dan sebagainya. Jadi, kalau mau membeli alat-alat itu tinggal beli saja.

“Siap, Cha!”

Kami kemah hari Jumat, sementara kami menjalankan perkemahan itu sampai hari Minggu. Biar kayak Persami.

Terima kasih sudah membaca Cerita Anak – Keseruan 3 Sahabat Bermain, Belajar, Berjualan, dan Berkemah buatanku, semoga bermanfaat dan bisa mengispirasi kalian untuk menulis cerita yang lebih baik lagi.

Ayo Vote! Biar makin trending.

100 points
Upvote Downvote

Total votes: 2

Upvotes: 2

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Ditulis oleh Azzahra Alodia Kinanti

Hai, Teman-Teman! Perkenalkan, namaku Azzahra Alodia Kinanti. Umurku 9 tahun. Hobiku membaca, menulis, menggambar, dan main minecraft :)

Years Of Membership

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.