in

NgakakNgakak TakutTakut SedihSedih SenangSenang KagetKaget KerenKeren

Cerita Anak – Kisah Anak Baru Yang diBully di Sekolah

Cerita Anak - Kisah Anak Baru Yang diBully di Sekolah
Cerita Anak - Kisah Anak Baru Yang diBully di Sekolah

Cerita Anak – Kisah Anak Baru Yang diBully di Sekolah. Deandra punya teman baru yang tidak bisa apa-apa (menurutnya), namanya Winston. Winston baru pindah dari Amerika.  Ibunya orang Indonesia sedangkan Ayahnya orang Amerika. Walaupun Winston orang bule, ia tidak pandai. Sebelum ada Winston, semua teman di kelasnya sering mengejek Deandra, karena sangat payah dan selalu mendapat nilai jelek.

“Anak-anak, ada teman baru bernama Winston Clarencen, Dia pindahan dari Amerika. Ayo, kenalan dengannya!” Ibu Guru memperkenalkan Winston kepada semua murid. “Ha.. hallo teman sem… semua..” Sapa Winston seperti orang gagap, mungkin karena masih belajar bahasa Indonesia. Winston berjalan kearah bangku dekat Deandra. Lalu…

Aduh! Gubrak..

Winston terjatuh, bukunya berserakan. Rupanya, tas Winston lupa diresleting, dan tali sepatunya lupa diikat. Winston memang tidak bisa apa-apa. Semuanya anak menertawai Winston, kecuali Ibu Guru.

Baca juga: Cerita anak, Stop Bullying di Sekolah

Saat ulangan, Winston mendapat nilai 0, dan Deandra mendapat nilai 50. Banyak anak-anak yang tertawa dan mengejek Winston. Usai pelajaran Winston berjalan pulang dengan sedih. Deandra menyapanya. “Hai Winston! Mau tidak kamu mengerjakan PR dirumahku?” tawar Deandra. Winston mengangguk senang. Deandra ingin membuktikan pada ibunya kalau masih ada anak yang lebih payah dari pada Deandra. Karena, Deandra selalu dimarahi jika mendapat nilai jelek.

Deandra mengajak Winston ke masuk ke rumahnya. Mereka mulai mengerjakan PR di ruang tamu. Deandra mengerjakan dengan asal-asalan. Ibu mendekat melihat apa yang dikerjakan Deandra. “Ibu, aku bukan anak terpayah. ada yang lebih payah lagi, namanya Winston. ia nilai ulangannya 0!” Seru Deandra.

Tanpa ekspresi, Ibu langsung kembali ke dapaur untuk memasak. Sepertinya Ibu tahu bahwa alasan Dia mengajak Winston hanya untuk menunjukkan bahwa Dia buakan lagi yang terbodoh di kelas, bukan untuk belajar kelompok.

Baca juga: Broken home artinya?

Deandra mengajari WInston dengan sombong. Tetapi, Winston biasa saja. mengikuti apa yang Dia mau, toh Winston belum memilki teman yang banyak.

Beberapa hari kemudian…

Deandra mengajak Winston keluar dan mengikuti lomba lari. Deandra ada di depan dan Winston ada di belakangnya, karena tidak bisa mengejar, akhirnya Dia kalah. Winston pulang dengan senang setengah sedih. Deandra pulang dengan senang dan bangga.

Setelah selesai pelajaran, semua anak pulang ke rumah masing-masing, beberapa anak di sekolah ada yang mengikuti ekstrakurikuler, ada juga yang mampir ke toko buku yang berada tidak jauh dari sekolahnya.

Di rumah, Deandra duduk beristirahan sambil menonton TV. Ada film tentang orang yang bertukar tubuh. Orang itu pertamanya sering mengejek temannya. lalu, tiba-tiba, orang yang suka mengejek menjadi orang yang diejek. Orang yang suka mengejek pun tidak mengejek temannya lagi.

Deandra sadar, yang ia lakukan pada Winston tidak benar. Dia merasa bersalah, dia mencoba mencari tahu nomor telepon Winston untuk minta maaf, tapi sayang, dia dan teman-temannya tidak ada yang tahu nomornya.

Baca juga: Kenapa kita dibully di sekolah dan apa dampaknya?

Besoknya di sekolah…

“Winston katanya mau pindah sekolah lagi, ya?” Tanya Sari. Deandra yang mendengar pertanyaan itu sangat kaget. “Katanya pindahnya hari ini,” jelas Sari, yang semakin membuat Deandra merasa sangat bersalah atas apa yang sudah dia lakukan.

Deandra termenung di bangku yang berada di depan teras rumahnya, dia memikirkan Winston yang sering dia ejek. Tiba-tiba, Winston menghampiri Deandra “Deandra, Aku mau pindah lagi ke Bandung. Aku mau berterima kasih sama kamu. kamu satu-satunya teman yang mengajak aku mengerjakan PR bareng. Mengikuti perlombaan lari. Terus kamu juga ngajarin aku matematika. Makasih ya, Deandra” ujar Winston.

Sama sekali tidak ada rasa marah kepada Deandra, yang justru malah terbalik dengan sifatnya dulu. “Winston, sebenarnya kamu tidak payah, kok,” ucap Deandra sedih, “Aku minta maaf karena selama ini sering mengejek dan menghina kamu, aku hanya bahagia karena predikat orang terpayah di kelas berpindah ke kamu.”

“Deandra, sebenarnya aku tidak bodoh, waktu ujian memang aku sengaja mengisi asal-asalan jawabannya, hanya untuk mengetahui respon anak-anak di kelas, apakah mereka care kepadaku atau tidak, begitu juga dengan lomba lari, aku bukan tidak ingin mengejar kamu, tetapi kakiku terkilir malamya karena membantu ibu mengangkat meja untuk pindahan,” jelas Winston panjang lebar.

“Kok, bahansa Indonesia kamu lancar?”

“Aku memang sekolah dan tinggal di Amerika, tetapi setiap hari aku berbahasa Indonesia di sana. Aku hanya pura-pura tidak bisa bahasa Indonesia.” Jelasnya lagi, “Deandra, jika kamu tidak ingin menjadi orang terbodoh di kelas, hilangkan ego kamu, jangan malas membantu orangtua, dan luangkan waktu untuk belajar setiap hari. Aku pindah bukan karena kamu dan teman-teman sekolah suka mem-bully, tetapi memang Ayahku harus pindah tugas lagi ke Bandung”

Deandra hanya menganggku, merasa malu dan ketika Wiston pamit, air matanya menetes, dia hanya bisa melambaikan tangan dengan sedih ke arah mobil sedan hitam itu yang semakin menjauh.

Baca juga:

  1. Soal: Sikap yang harus dimiliki agar tercipta persatuan di Sekolah
  2. 10 Pertanyaan tentang ekosistem (Essay)

Pesan Moral Cerpen – Kisah Anak Baru Yang diBully di Sekolah = Jangan mengejek teman atau orang. Karena, kita tak akan tahu perasaannya. Jangan-jangan dia berpura-pura bodoh hanya untuk mengenal sifat asli kita.

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

2 Komentar

Balas komentar

Yuk tulis komentar kamu