in

Cerita Anak: Kue Ulang Tahun Kakak

Cerita Anak: Kue Ulang Tahun Kakak
Cerita Anak: Kue Ulang Tahun Kakak

Cerita Anak: Kue Ulang Tahun Kakak. Kata Bunda, anak perempuan harus pandai memasak. Menyediakan makanan untuk orang-orang tercinta adalah kebanggaan tersendiri, apalagi di hari spesialnya.

Oleh sebab itu, Bunda mengajakku untuk membuatkan Kakak sebuah kue ulang tahun. Rencananya, Kakak akan pulang pukul tiga sore nanti. Dia memang merantau di ibukota untuk kuliah, jadi pulangnya hanya enam bulan sekali. Aku rindu Kakak!

“Sekarang, kita siapkan bahan-bahannya ya!” Kata Bunda, aku pun mengangguk dan mengikutinya. Wah, ada satu plastik besar berisi bahan-bahan. Terigu, mentega, telur, gula, hmm apa lagi ya itu namanya? Aku belum hapal betul.

“Ini namanya baking powder, yang ini essense vanilli, nah kalau ini-“

“Coklat batangan kan, Bun?” Aku menebaknya dengan semangat. Bunda pun tersenyum dan mengangguk, “Betul. Pintar sekali anak Bunda!”

Setelah menyiapkan bahan-bahan, kami pun mulai membuat kue. Aku membantu Bunda memasukkan bahan-bahan ke dalam mixer. Aku juga melelehkan mentega ke dalam microwave. Katanya, Bunda tidak membeli tabung gas sehingga kami tidak bisa menggunakan kompor.

Adonan sudah hampir jadi. Kami akan memasukannya ke microwave listrik. Namun tiba-tiba saja listrik padam. Semua lampu dan alat elektronik lain mati. Aduh, kok begini, ya? Padahal waktu sudah menunjukkan pukul dua, satu jam lagi Kakak akan sampai.

“Aduh, bagaimana ini Bun?”

“Sebentar ya, Bunda telepon dulu Ayah supaya memperlambat laju motornya saat menjemput Kak Putri.”

Rasanya dadaku jadi bergetar hebat. Bagaimana kalau listriknya tak kunjung menyala? Ibu pun nampak sama paniknya karena jaringan mendadak jelek. Di daerah kami memang jaringan akan jelek kalau listrik padam.

“Ya sudah kita tunggu saja, ya.” Kata Bunda pasrah. Kami pun diam di dapur.

Empat puluh lima menit berlalu dan listrik tak kunjung menyala. Bunda sudah menyerah untuk berharap. Aku jadi ikut-ikutan pasrah. Adonan kue ulang tahun Kakak belum membentuk sama sekali. Pasti kejutan ini akan gagal dan Kakak akan sedih.

Ting Ting

Bel rumah berbunyi. Ya ampun! Itu pasti Ayah dan Kak Putri. Aku dan Bunda saling berpandangan. Tapi Bunda malah mengusap kepalaku dan berjalan ke arah pintu. Ketika dibuka, benar saja, itu Ayah dan Kak Putri.

“Loh kok saat Kakak pulang malah sedih?” Kak Putri menghampiriku. Aku pun menjelaskan kejadiannya. Tapi Kakak malah tertawa dan memelukku.

“Ya sudah, kalau begitu nanti kita hias kuenya ramai-ramai kalau listrik sudah menyala. Sambil menunggu, kita makan dulu, yuk! Tadi Kakak dan Ayah mampir dulu ke rumah makan.”

“Serius Kak? Yeay!”

Kakakku memang baik hati. Ia selalu bisa melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang positif. Inilah yang membuat kami selalu bahagia dan tidak pernah menyesali apapun. Aku juga senang karena nanti akan memasak bersama Kakak. Masakan Kak Putri sama enaknya dengan Ibu. Aku pun akan belajar untuk bisa memasak dengan baik juga.

Baca:
3 Doa untuk diri sendiri saat ulang tahun, yang bagus apa ya?
Ucapan selamat ulang tahun dalam bahasa Jepang yang simpel
Download template undangan ulang tahun anak laki-laki dan perempuan (Editable)

Terima kasih sudah membaca Cerita Anak: Kue Ulang Tahun Kakak. Koreksi dan bagikan ya!

Yuk tulis komentar kamu