in

KerenKeren NgakakNgakak SenangSenang

Cerita Anak Lucu – Penyakit Aneh Apakah Ini?!

Cerita Anak Lucu - Penyakit Aneh Apakah Ini?!
Cerita Anak Lucu - Penyakit Aneh Apakah Ini?!

Ayu adalah seorang penulis cilik yang hebat. Ia cukup terkenal walau baru menerbitkan beberapa buku. “Ayu, sebentar lagi kamu akan kami temani untuk menghirup udara segar di gunung sambil menulis novel-novel baru,” kata Mamie. “Wah, boleh tuh Mamie!” kata Ayu dengan senang. Senyum manisnya mengembang. “Kita ke gunung saja, ya. Udaranya sejuk dan banyak ide menulis,” usul Papie. Papie sudah tahu, sebenarnya Ayu lebih ingin pergi ke pantai.

Setiap hari, Ayu selalu menyiapkan barang-barangnya. “Boneka-boneka, laptop, handphone untuk berfoto, dan tentunya pakaian!” gumam Ayu. “Hmm… Sepertinya kamu terlalu siap,” kata Papie. “Iya dong, ini demi novel baru, hehehe…” Ayu nyengir. Gigi kecilnya itu membuat wajahnya terlihat menggemaskan. “Ya sudah, ayo berangkat sekarang! Mamie tidak sabar,” kata Mamie antusias. “Horeee! Let’s gooo!” seru Ayu dengan girang.

Mereka bertiga pergi ke gunung tujuan. Terlihat padang rumput yang luas. Ayu sang anak kambing pun segera berbaring di atas rumput-rumput itu dengan nyaman. “Eh, sayang, ayo rapikan terlebih dahulu barang-barangnya! Setelah itu, pasti kamu mendapat inspirasi,” kata Mamie. “Oke deh Mam!” Ayu setuju. Ia membantu kedua orangtuanya.

Sorenya, semua sudah beres. “Sekarang kamu sudah boleh menulis. Kamu juga bisa minta ditemani berkeliling agar dapat ide dan inspirasi. Novel kamu masih ditunggu-tunggu oleh penerbit nih,” Mamie membantu memasang laptop Ayu. Biasanya Ayu memang sering pergi ke banyak tempat agar memiliki hal yang dapat dibahas dalam novelnya. Saat sedang bepergian, ia akan menulis sedikit untuk mencicil.

Beberapa jam kemudian… “Mamie! Papie!” panggil seorang anak perempuan. Itu Ayu! Sepertinya ia benar-benar sedang dalam kondisi yang tidak baik. Mamie dan Papie segera menghampirinya. “Ada apa, Ayu? Kamu baik-baik saja, kan?” tanya Papie. “Tidak, Ayu sepertinya sakit!” kata Ayu. “Gejalanya bagaimana, Ayu? Perlu dibawa ke rumah sakit?” tanya Mamie semakin cemas. “Sulit dijelaskan, nanti saja di rumah sakit!” pinta Ayu. “B-baik, ayo segera ke rumah sakit,” kata Mamie. “Yakin? Kita sudah jauh-jauh ke sini,” kata Papie yang dari awal menyetir mobil. “Iya, lah! Tunggu apa lagi? Siapatahu penyakitnya harus cepat ditolong!” jawab Mamie. Mamie menggendong Ayu untuk naik ke mobil.

Untungnya, mereka tiba di rumah sakit tepat waktu. Mereka memilih dokter yang merupakan penulis juga. Tujuannya agar Ayu merasa lebih senang dan nyaman. “Baik, Dik. Siapa namamu?” tanya Dokter. “Ayudisa, Dok. Panggilannya Ayu,” jawab Ayu dengan sopan. “Ayu, ya? Sekarang saya mau tanya, nih. Apa yang Dik Ayu rasakan? Pegal, atau mungkin sakit kepala, atau batuk?” tanya Dokter lagi. “Anu Dok, saya merasakan penyakit aneh luar biasa. Jadi, layar Microsoft Word saya kosong terus-menerus, lalu di kepala saya tidak ada ide sedikitpun, dan saya juga merasa kurang sesuatu,” Ayu menjelaskan dengan lugu. Krik, krik, krik… “Adik, ehm… Begini, saya seorang penulis juga, sama seperti Dik Ayu. Itu bukan penyakit, itu namanya writers’ block. Normal, kok, banyak penulis profesional yang sering mengalaminya,” sang Dokter memasang wajah ingin tertawa. “Apa obatnya, Dok? Saya benar-benar bingung,” kata Ayu. “Baca buku atau amati lingkungan. Bisa juga dari cerita sehari-harimu,” jawab Dokter. “Sekarang bagaimana, Ayudisa? Kita mau ke gunung, kamunya ‘sakit’ kan?” Papie terlihat kesal. “Sudah dapat obatnya. Kembali ke gunung, yuk!” kata Ayu dengan polos. Gubrak! “Wah, sekarang Papie tuh yang sakit. Dok, tolong cek deh,” tawa Ayu. Dokter ikut tertawa.

Baca:
Cerpen Persahabatan Lucu – Mencari Pondasi
Cerpen Tentang Corona

Nah, teman-teman penulis cilik, kita juga sering mengalami hal seperti Ayu. Apakah kita harus menyerah dan menangis? Tentunya tidak, dong. Kita bisa mencari inspirasi dimana saja. Setelah itu, tumbuhkan kreativitasmu. Cerita ini juga Hilda buat dalam keadaan writers’ block lho. Kok bisa? Jadi, awalnya Hilda mengalami writers’ block. Jujur, Hilda sendiri awalnya amat kaget, karena Hilda jarang mengalami hal seperti itu bahkan hampir tidak pernah. Hilda pun membaca artikel mengenai writers’ block dan akhirnya Hilda membuat cerita tentang keadaan itu sendiri. Bagaimana? Keren tidak Cerita Anak Lucu yang berjudul Penyakit Aneh Apakah Ini? Beri komentarmu di bawah, ya. Terima kasih banyak!

Oh, hampir lupa nih teman-teman. Setelah membaca cerita ini, jangan mengira writer’s block merupakan penyakit berbahaya seperti virus corona! Kalian tahu sendiri, kan, profesional sering mengalaminya. Kita sebagai penulis cilik atau penulis yang masih dapat dibilang anak-anak, jangan sedih dan membandingkan diri kita dengan penulis profesional. “Ah, Roald Dahl memangnya pernah kehilangan ide? Karyanya bagus-bagus!” “Ih, aku kok kalah sama Enid Blyton?” “Andrea Hirata yang terlalu hebat atau aku yang terlalu biasa?” “Kak Dewi Dee Lestari, kumohon nih! Tolong aku!” Mereka juga sempat mengalami, namun mereka memilih untuk tidak menyerah. Maka, mereka semua dapat menghasilkan karya yang bagus.

Sebelum penutup, Hilda mau mengucapkan selamat datang bagi teman-teman yang baru saja bergabung di website Penulis Cilik. Jangan lupa baca karya Hilda juga, siapatahu dapat menginspirasi kalian semua, oke? Rajinlah mengirim karya di Penulis Cilik, karena kalian bisa mendapat pulsa seperti Hilda. Keren, kan? 

Sampai sini dulu yang mau Hilda sampaikan, semoga bermanfaat! Kalau mau menghubungi Hilda, langsung saja yuk chat Hilda di website Penulis Cilik! Tidak lupa memberi emoticon terbahagia kalian dan add friend Hilda untuk menjadi teman online. Bye bye semuanya, have a nice day!

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

3 Komentar

Balas komentar

Yuk tulis komentar kamu