in

SenangSenang KerenKeren

Cerita Anak – Mainan Pengganti Gawai

Cerita Anak - Mainan Pengganti Gawai
Cerita Anak - Mainan Pengganti Gawai

Cerita Anak – Mainan Pengganti Gawai. “Hore! Aku menang lagi! Main lagi, deh,” teriak Ara yang asik memainkan game kesukaannya.

Sejak Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), tentunya Ara menjadi lebih banyak waktu untuk bermain game dan bahkan bisa bermain di tengah sekolah online. Padahal, awalnya Ara tipe anak yang rajin belajar dan jarang menghabiskan waktu dengan menatap layar gawai miliknya.

Papa dan Mama Ara menjadi sedih karena hal itu. “Pa, menurut Mama, kita harus membuat Ara menghabiskan waktu tanpa gawai, tapi tetap membuat Ara senang juga,” bisik Mama, “bagaimana ya caranya?”

“Iya, sih. Mata Ara akan rusak jika selalu bermain gawai. Nilai di Sekolah juga akan turun dan itu akan menghambat keberhasilan di masa depannya,” tambah Papa.

“Mainan apa ya, yang berguna dan tidak perlu gawai sama sekali?” Mama berpikir.

“Aha! Belikan hewan peliharaan saja. Kura-kura juga bagus, karena tidak repot dan bisa berinteraksi,” kata Papa. Mama pun setuju.

Keesokan harinya…

Mama dan Papa memanggil Ara. “Ara, apakah kamu suka kura-kura, mau Papa belikan?” tanya Papa.

“Waaah, ini serius? Ara juga ingin kura-kura!”

“Serius, Ara sayang. Bersiap-siaplah untuk pergi ke toko hewan dan tentunya bersiap-siap juga merawat kura-kuramu,” kata Mama. Ara mengangguk senang.

“Sudah siap, Ma!” Ara tersenyum.

Lesung pipitnya itu loh yang menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah kulitnya yang putih cocok mengenakan pakaian warna apa saja. Kali ini, Ara memilih kaos berwana pink bergambar sepasang kura-kura yang lucu.

“Ya sudah, ayo berangkat! Tapi, karena pandemi virus corona belum berakhir, pakai masker dan bawa hand sanitizer ya!” kata Papa.

Mama dan Ara memakai masker, lalu berangkat.

Setibanya di toko hewan, mereka melihat-lihat banyak sekali kura-kura. “Kamu mau yang besar, sedang, atau yang kecil?” tanya Papa.

Mata Ara tertuju pada satu ekor kura-kura yang menyendiri, “kasihan sekali kura-kura kecil itu, sepertinya tidak diberikan air oleh penjualnya,” gumam ara. “Aku bingung, apa Papa bisa bantu pilihkan yang ukuran sedang untukku?” Jawabnya.

Papa pun membantu memilih yang sehat dan membelinya. Tidak lupa juga pakan dan perlengkapannya. “Apakah ikan molly bisa disatukan dengan kura-kura?” Tanya Papa kepada penjual.

“Bisa Pak, cuman ukuran akuariumnya harus sedikit lebih besar,” jelasnya.

“Aku mau ikan molly Pa,” pinta Ara.

“Baik, Pak, saya beli satu pasang ya!”

Setelah semua selesai mereka kembali ke mobil untuk pulang. Tidak mampir-mampir karena masih tingginya penyebaran virus corona.

“Asyik! Ara punya kura-kura, Ara punya kura-kura,” nyanyi Ara di mobil menuju arah pulang.

“Rawat dengan baik, ya. Kalau Ara bisa rawat dengan baik, Papa belikan teman untuknya deh,” ucap Papa.

“Iya dong Pa! Janji!” seru Ara. Papa dan Mama lega karena Ara sudah berjanji akan bertanggungjawab dengan hewan peliharaannya saat ini.

Di rumah…

Papa menyiapkan tempat. Kura-kura dan ikan disatukan pada satu akuarium yang dihiasi dengan batu-batu kecil, kayu untuk kura-kura berjemur, tanaman air, dan lain-lain. Pokoknya, akuarium itu dibuat semirip mungkin dengan habitat aslinya supaya mereka merasa nyaman tinggal di dalamnya.

Ara memberi nama kura-kuranya Alex.

Sejak saat itu, Ara jarang bermain game dan gawai kecuali ketika belajar online. Dia lebih sering bermain dengan Alex dan sepasang ikan peliharaannya itu. Seiring berjalannya waktu, ikan molly menetaskan banyak anak, Ara pun bahagia.

Mama dan Papa pun bangga melihat Ara. Ia tumbuh jadi anak yang baik, sering membantu orang tua, rajin belajar, juga beribadah.

Tamat…

Baca:
Cerpen tentang virus Corona
Puisi tentang virus Corona
Puisi tentang Tenaga Medis Indonesia

Teman-teman terima kasih sudah membaca Cerita Anak – Mainan Pengganti Gawai. Beri masukan Hilda dong, kira-kira next cerita kisahnya tentang apa ya? Tulis di kolom komentar ya!

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

7 Komentar

Balas komentar
  1. Waah, keren banget Hilda. Kebetulan, aku juga punya lesung pipi. Dan, dulu, aku pernah merawat kura-kura dan ikan juga. Jadi, rasanya, mirip dengan Ara ya 😁.

    Emm, menurutku, next cerita, kamu bikin cerita misteri yang bersambung. Supaya bikin penasaran gitu 😆. Hehe, soalnya, aku suka banget baca cerbubg misteri. Apalagi, kalau part selanjutnya belum di publish, suka greget, penasaran bangeett … 😃😃

    • Halo, Salwaaa! Heheh, thank you so much yaaa! Aku juga punya kura-kura. Hmm, dia lagi agak sakit sih, tapi doain aja biar cepet sembuh.

      Ooo, gitu ya? Aku juga suka sih bikin cerbung misteri. Masalahnya sering gak kepikiran. Eh, tapi aku banyak pengalaman cerita misteri sekolah, sih. Oke, mungkin kapan-kapan aku bikin. Kapan-kapan bikin cerbung misteri yang kolaborasi juga dooong bareng Mimil!

  2. Hehe, kebetulan yaa … oh, kura” mu namanya siapa? Semoga lekas sembuh yaa …

    Iya, apalagi, kalo di part 1 nya itu, ada kata” tiba” … di kalimat akhirnya, terus part 2 belum di publish, suka penasarann bangeettt … hehe, tapi aku gak tau ya, kalo mau collab. Soalnya, aku cuma boleh nulis cerita faksi. Hehe … nanti kalo bisa dikabari deh …

    • Iya, wkwkwk. Nama kura-kuraku Alex. Amiiiiiiiinn, makasih doanya!

      Aku juga suka banget yang kayak bersambung gitu. Jadi penasaran. Nunggu di-publish juga kayak nunggu-nunggu banget gitu, tiap hari diperiksa, wkwk. Oh, gitu ya? Aku sih suka banget baca dan bikin cerita fiksi. Tapi oke deh! Kalo bisa, chat aku aja :3

    • Makasih banyak banyak banyak Kaaak!
      Ooo, oke, Kak. Kapan-kapan aku coba deh. Sebenernya aku juga pengen banget nyobaaa! O iya, omong-omong upload lanjutan The Magic Door dong Kak😭 Part 2 kapan niiiihh?
      Siap Kak, Kakak juga semangaaaat!

Yuk tulis komentar kamu