in

KerenKeren

Cerita Anak: Malu Bertanya

Cerita Anak: Malu Bertanya
Cerita Anak: Malu Bertanya

Cerita Anak: Malu Bertanya. Yaya adalah anak berumur 8 tahun yang sangat suka bermain bersama teman-teman di sekitar rumahnya. Namun sayangnya ia sangat malu apabila di suruh bertanya.

Suatu hari, Ia hendak pergi ke rumah Bobi yang jaraknya cukup jauh dan melewati pasar. Ini kali pertama Yaya berkunjung ke rumah Bobi.

“Hallo, Bobi. Ini aku Yaya. Aku mau main ke rumahmu, apa boleh?” Tanya Yaya yang menghubungi Bobi melalui telepon.

“Oh, silakan. Ya, rumahku tidak jauh dari pasar Empatlima. Jadi, dari perempatan pertama kamu belok kiri, terus lurus sampai ke pasar Empatlima, setelah melewati pasar Empatlima, ada gang pertama, nah rumahku berada persisi di ujung gang itu,” jawab Bobi yang sebenarnya membingungkan Yaya.

“Oh, oke aku coba kesana berjalan kaki ya,” Yaya meyakinkan Bobi.

Yaya segera menyusuri jalan, sampailah ia di perempatan yang dimaksud Bobi, “tadi belok kiri atau kanan ya?” gumam Yaya yang nampak kebingungan.

Melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari Yaya, Pak Kumis tetangga rumahnya, segera mendekati, “Yaya kamu mau kemana, kok sepertinya kebingungan?”

Bukannya menjawab, Yaya malah berlari ke arah berlawanan, hingga sampailah ia di area dekat sungai. “Lho kok, sungai ya, haduh kayaknya aku tersesat nih,” batinya semakin cemas. 

Banyak orang yang sedang duduk-duduk di sana, sayangnya Yaya tidak mau bertanya, ia malah berputar-putar di sekitar sungai.

Sampai akhirnya, “Yaya mau kemana?” tanya seseorang yang sedang mancing, Orang itu memang mencurigakan, memakai topi hitam, jaket hitam, menghadap ke depan sungai, tanpa menoleh sama sekali.

“Lho, kok. Ada yang kenal aku?” rasa takutpun mulai menghantuinya, “lari… jangan… lari… jangan…” Hatinya meminta untuk lari, tapi ia coba memberanikan diri untuk mendekat.

Orang itu membalikan badan kemudian menjawab, “Kamu lupa ya, saya ayahnya Bobi, kamu mau kemana?”

Walau ada perasaan lega di dalam hatinya, tapi sejujurnya Yaya malu dan enggan menjawab. Tetapi dari pada tambah nyasar dan tidak ketemu Bobi, ia pun menjelaskan, “begini Pak, saya tadi mau ke rumah Bobi, tapi malah tersesat sampai ke sini.”

“Oh, ya sudah, ayo Bapak antar kebetulan juga sudah mau pulang ke rumah.”

Akhirnya Yaya pun diantar ke rumah Bobi. Mereka bermain bersama sampai sore.  Ketika Yaya hendak pamit pulang, karena khawatir Ayahnya Bobi mengantarkan menggunakan motornya. 

Tamat.

Baca:
5 Cara Menghilangkan Rasa Malu dan Tidak Percaya Diri
Cerita Anak: Balon Harapan
Cerita Anak: Kue Ulang Tahun Kakak
Cerpen Persahabatan Lucu
Cerita Anak: Ajaibnya Sedekah
Cerita Anak: Pita Emas
Cerita Anak: Harta Karun

Pelajaran yang dapat di petik: “Malu bertanya sesat di jalan” jangan malu bertanya ya teman-teman, karena dengan sering bertanya kita bisa mendapat banyak wawasan. Pokoknya apapun yang kamu tidak tahu, tidak mengerti tanyakan saja. Yang terpenting tidak tersesat di Jalan seperti Yaya, hehe.

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

Yuk tulis komentar kamu