in ,

SedihSedih SenangSenang KerenKeren

Cerita Anak – Mudik Lebaran Bersama Kalkun di Bogor

Cerita Anak - Mudik Lebaran Bersama Kalkun di Bogor
Cerita Anak - Mudik Lebaran Bersama Kalkun di Bogor

Cerita Anak – Mudik Lebaran Bersama Kalkun di Bogor. Lebaran kali ini aku tidak mudi ke Bandung, karena lebaran tahun lalu sudah ke sana, sekarang giliran ke rumah Nenek dari Ibu. Awalnya kami ingin membawa kendaraan dari Jakarta menuju Bogor, tapi kata Ayah, pasti macet, jadinya kita naik kereta.

Di Bogor juga ada Mobil Kakek, jadi untuk bepergian kemana-mana aku menggunakan itu. Aku senang libur lebaran ke Bogor karena, Kakek punya banyak hewan unggas, mulai dari ayah, bebek, kalkun, dll. Halaman rumah Nenek bagian belakang, digunakan untuk hewan ternak, khususnya ternak kalkun.

Aku tiba di stasiun Bogor, pukul 07.00 malam, persis pada malam penghujungRamadhan, yaitu malam dimana gema takbir berkumandang dimana-mana. Kakek sudah menunggu kami di parkiran pintu keluar stasiun. Perjalanan lumayan macet, karena rumah nenek di daerah Dramaga di belakang Universitas Pertanian Bogor (IPB).

Baca juga: Cerita anak persahabatan semut dan burung

Sesampainya di rumah, aku sudah disiapkan ketupat dan opor kalkun yang sangat lezat dan penuh dengan kuah santan yang siap menggoyang lidah (kata pemandu acara makan-makan di TV). Oia nenek juga masak semur daging yang banyak sekali sandung lamurnya, persis seperti yang aku bayangkan, karena ini adalah makan yang aku pesan pertama kali ketika nenek nanya aku mau dimasakin apa.

Tanpa berpikir panjang, langsung aku makan saja, hehe. Adikku Kenzi malah nambah beberapa kali, tapi dia curang gak pakai ketupat, akhirnya dimarahin Ayahku, ahaha. Jika ditanya makanan yang paling enak saat itu, aku pasti jawab, semur daging dengan sandung lamur, Lazis pokoknya (berlaga seperti pembawa acara).

Jam 05.30 pagi, aku sudah mandi, tidak lupa untuk solat Subuh, karena perjalan menuju tempat solat Idulfitri lumayan jauh. Sebetulnya ada sih yang dekat, cuma suka tidak kebagian tempat, makanya kita cari masjid besar yang muat untuk menampung banyak jemaah yang mau solat.

Mudik Lebaran Bersama Kalkun di Bogor

Hari pertama itu, kami keliling ke rumah saudara, dan! aku dapat banyak uang ahahaha, bagaimana dengan kalian? apakah dapat banyak juga? Sebetulnya Kenzi yang paling banyak, soalnya uang yang harusnya untuk aku eh diambil dia, tapi! sebagai kakak yang baik aku mengalah (berlaga sok cool).

Hari kedua mudik lebaran, aku tidak pergi kemana-mana, padahal tante aku mau ngajak ke Botani, salah satu mall terbesar di Bogor, katanya sekalian lihat hewan rusa di istana Bogor, tapi aku tidak mau, karena kau mau memberi makan kalkun saja. Aku suka kalkun, karena bentuknya yang besar dan lucu, mirip burung Merak yang berasal dari Ujung Kulon provinsi Jawa Barat.

Kakek tidak memberikan pur atau makanan siap saji untuk hewan, tetapi dia mencincang kangkung yang dicampur dengan dedak (ampas padi saat digiling). Kakek memberi makan hewan peliharaannya sehari tiga kali, tapi dengan porsi yang tidak terlalu banyak, alasannya adalah karena jika terlalu banyak tenggorokannya penuh dan bisa malas dan mati.

Mendengar jawaban itu aku gak mudeng, tapi Ayah menjelaskan dan menuliskannya di cerita ini. Kenzi adikku juga sama menyukai kalkun, tapi sempat ada masalah karena dia tidak mau mandi, padalah sudah masuk dan jatuh di kandang ternak kalkun itu.

Baca juga: Dongeng Anak tentang Hewan

Hari selam di Bogor sangat menyenangkan, di sini udaranya masih sejuk, banyak pepohonan, ditambah rumah Kakek tidak di dalam komplek, tapi di rumah biasa saja jadi sangat sejuk. Kakek juga suka menjual kalkun untuk restoran, tapi tidak semua restoran diterima karena produksi ternak kalkun masih sedikit katanya.

Oia, ada cerita lucu lagi, waktu itu Kenzi lihat ada orang yang membawa kalkun milik Kakek, dia jegat, orang itu tidak bisa keluar, dia juga menodongkan pistol air mainan kesayangannya, orang itu ketawa terbahak-bahak, untung saja ada Nenek yang menjelaskan, bahwa kalkun itu sudah dijual, tapi Kenzi malah nangis kejer.

Kenzi nangis gak berhenti, sampai akhirnya Kakek memberikan anak kalkun yang diikat tapi rapia dan boleh dimainkan, saking sayangnya, kalkun itu diajak mandi sore sama Kenzi. Aduh bener-bener repot, semua orang maklum untungnya.

Baca juga: Apa itu Pengertian Guru?

Teman, itu saja cerpen buatanku, semoga bermanfaat. Ngomong-ngomong, kalian mudik lebaran kemana aja?

Yuk tulis komentar kamu