in

KerenKeren

Cerita Anak: Pintu Hidayah dan Panti Jompo

Cerita Anak: Pintu Hidayah dan Panti Jompo
Cerita Anak: Pintu Hidayah dan Panti Jompo

Cerita Anak: Pintu Hidayah dan Panti Jompo. Dahulu kala hidup seorang remaja perempuan bernama Lilian. Dia mempunyai Ayah dan Ibu namun sudah tua, maka dari itu Lilian harus merawat dan menjaganya dengan sabar.

Tapi, Lilian malah melakukan sebaliknya. Ia tidak mempunyai kesabaran untuk itu. ‘PRANG!!!!’ suara piring pecah terdengar dari dapur dan membuat Lilian terkejut. Akhirnya Lilian menuju ke dapur “Ibu!! Itu piring mahal. Kok malah di pecahin sih? Huh!” ujar Lilian membentak ibunya. Ibunya terkejut lalu dengan perlahan membersihkan pecahan piring itu.

“Ayah! Makannya jangan berantakan kenapa!!! Repot tau!” bentak Lilian sebal.

”Nak. Tolong ambilkan celengan ibu,” pintanya dengan lembut. Lilian pun mengambilkan celengan itu.

Hari demi hari dilalui Lilian dengan penuh kekesalan. Ia pun memutuskan untuk menyerahkan kedua orang tuanya ke panti jompo.

”Kita mau kemana nak?” Tanya Ibu kepadanya.

“Memah sudah lama ya Bu, kita tidak jalan-jalan,” ujar ayah gembira.

”Rahasia!” jawab Lilian singkat dengan nada datar.

Setelah menempuh satu jam perjalanan, akhirnya tibalah mereka pada suatu tempat. Lilian mengajak Ibu dan Ayahnya keluar dari mobil dan mengajak mereka masuk.

“Aku tidak mau masuk!” jawab ibu sambil menghentikan langkah kakinya.

Terpampang  jelas di pintu masuk papan nama bertuliskan ‘Panti Jompo Abadi’. Kasarnya, tempat ini adalah tempat anak membuang orang tuanya secara halus. Tempat yang ditakuti seluruh orang tua di dunia jika mereka masih memiliki anak.

“Nak… Jangan tinggalkan kami di sini,” ujar Ayah memelas. Sementara itu, Ibu hanya terdiam dan tertunduk meneteskan air mata.

“Maaf, Ayah, Ibu,” aku hanya bisa mengantar sampai sini.

Lilian pun pulang. Walau ada perasaan lega, tetapi batinya masih tetap merasa tertekan.

Sesampainya di rumah.

Lilian bersantai di ruang TV, sambil bermain handphone. Tiba-tiba ada kiriman video dari Chelsy. “Kenapa dia kirim video,” tanpa pikir Panjang Lilian menonton video itu.

Chelsy adalah saudara sepupu Lilian yang tinggal di Jakarta. Video itu tentang pengajian dengan tema: ‘Berbakti Kepada Orang Tua’.

Banyak hal yang mengejutkan Lilian. Ia merenungkannya apa yang sudah dilakukan terhadap kedua orang tuanya. Tanpa terasa air matanya menetes deras, begitu ingat betapa nyamannya Ia diperlakukan sewaktu kecil, ditimang, dimanja, dan disayang.

Video itu ternyata menjadi pintu hidayah yang membukakan mata hati Lilian. Selama ini hatinya tertutupi oleh amarah dan rasa kesal.

Dengan air mata yang belum sempat Ia usap, Lilian bergegas kembali ke panti jompo.

Sesampainya di sana…

Nampak dua orang petugas yang sedang membujuk orang tuanya masuk ke dalam, namun mereka bersikeras tetap di lobby karena yakin Lilian akan datang kembali menjemputnya.

Lilian segara mendekat dan bersimpih di hadapan mereka, “Ayah, Ibu maafkan aku. Sungguh apa yang aku lakukan ini salah. Aku khilaf. Jangan jadikan aku anak durhaka. Mari kita pulang kembali ke rumah.” Ujar Lilian memelas, sambil sesekali mencium kaki kedua orang tuanya.

“Iya sayang, maafkan juga Ibu dan Ayah yang sering membuatmu kesal,” jawab Ayah, dengan tangan mengelus rambut Lilian.

Lilian berubah 360′, Ia mengurus kedua orangtuanya dengan ikhlas dan sabar.

“Terima kasih ya nak sudah merawat kami. Kami sangat bersyukur mempunyai anak yang berbakti seperti engkau. Semoga semua kebaikanmu dibalas dengan keberkahan dan keridhaan-Nya untukmu,” ucap Ibu.

Lilian pun tersipu malu.

“Semoga kita masuk Surga bersama-sama. Dan terus berkumpul sekeluarga,” jawab Lilian haru.

Tamat.

Baca:
Cerita Anak: Balon Harapan
Cerita Anak: Harta Karun
Cerpen Persahabatan Lucu
Cerita Anak: Ajaibnya Sedekah
Cerita Anak: Pita Emas
Cerita Anak: Kue Ulang Tahun Kakak

Terima kasih sudah membaca Cerita Anak: Pintu Hidayah dan Panti Jompo. Koreksi dan bagikan ya!

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

Satu Komentar.

Balas komentar

Yuk tulis komentar kamu