in

KerenKeren

Cerita Anak: Reni Berhasil Menaklukan Tantangan Senam Lantai

Cerita Anak: Reni Berhasil Menaklukan Tantangan Senam Lantai
Cerita Anak: Reni Berhasil Menaklukan Tantangan Senam Lantai

Cerita Anak: Reni Berhasil Menaklukan Tantangan Senam Lantai. Reni tidak suka pelajaran olahraga! Baginya, olahraga itu membuat badan pegal-pegal dan kelelahan. Betul, sih, kata Pak Guru kalau olahraga itu bisa membuat sehat. Tapi tetap saja, bagi Reni semua itu sulit! Sulit sekaliiii…

“Anak-anak, hari ini kita tes senam lantai, ya!” Kata Pak Guru kepada siswa-siswa kelas lima. Reni langsung panik karena ia paling tidak bisa melakukan senam lantai. Badannya kurang lentur dan terhitung berat. Bagaimana mungkin ia bisa lulus ujian ini? Ah, rasanya Reni ingin menangis saja dan meminta Pak Guru mengganti tugas.

“Ayo anak-anak, kita pemanasan terlebih dahulu!”

Seluruh siswa pun mulai berbaris untuk mengikuti pemanasan. Sedangkan hati Reni sudah panas karena tegang. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana keberlangsungan hidupnya nanti. Olahraga lari saja sudah berat, apalagi senam lantai. Bagaimana kalau tulangnya nanti keseleo? Memikirkannya saja Reni sudah takut.

“Anak-anak, Bapak sediakan waktu 30 menit untuk berlatih, ya! Kalau ada yang kesulitan, nanti Bapak bantu ajarkan lagi!”

Reni hanya diam ketika teman-temannya mulai mengantre di depan matras. Apa ia harus jujur saja pada Pak Guru? Tapi bagaimana bila nanti ia ditertawakan? Pilihan yang sulit. Sama sulitnya dengan pelajaran olahraga. Khususnya senam lantai ini.

“Kenapa kamu diam, Reni? Sakit?” Tanya Pak Guru. Reni jadi kepikiran untuk pura-pura sakit. Eits, tidak boleh berbohong, ingatnya dalam hati. Maka sambil berbisik-bisik, Reni pun mengadu pada Pak Guru.

“Reni tidak bisa, Pak! Sulit sekali!”

“Kalau begitu, mari kita belajar!”

Pak Guru mengajak Reni ke ruang olahraga yang cukup sepi. Beruntung disana masih ada matras yang tersisa. Pak Guru juga memanggil anak-anak lain yang merasa kesulitan. Jumlahnya ada 10 orang. Tapi tetap saja Reni yang paling jelek. Setidaknya, kesembilan teman-temannya bisa melakukan sikap lilin. Sedangkan Reni tidak bisa mengangkat kaki dalam waktu lama.

“Kita harus berani menghadapi kesulitan. Baik itu kesulitan yang kecil atau kesulitan yang besar! Kalau kita dibiasakan berani menyelesaikan tantangan, maka ketika dewasa nanti kita juga tidak akan mudah menyerah!” Kata Pak Guru memberi semangat, “Ingat, banyak jalan menuju roma. Banyak cara menuntaskan kesulitan.”

Tiba-tiba dada Reni jadi bergejolak. Ia merasakan semangat yang tinggi untuk bisa menuntaskan kesulitan ini. Meskipun pelan-pelan, tapi ia yakin bahwa ia bisa menaklukan tantangan. Reni pun menyimak dengan seksama penjelasan Pak Guru terkait cara-cara melakukan sikap senam lantai. Yang utama adalah tidak tegang. Rileks saja. Semua orang juga awalnya tidak bisa, tapi karena sering berlatih, mereka pun jadi bisa!

“Ayo Reni, Bapak bantu, ya!’ Pak Guru membantu Reni melakukan sikap lilin. Percobaan pertama gagal, Reni malah sulit bernapas. Percobaan kedua gagal lagi. Begitu pun dengan percobaan ketiga.

Pak Guru meminta Reni untuk rileks terlebih dahulu. Reni pun memutuskan untuk melakukan peregangan dan mengatur napas. Beberapa menit kemudian, ia pun dipanggil lagi.

“Sudah tenang?” Tanya Pak Guru dengan senyuman. Reni pun ikut tersenyum dan mengangguk. Ia harus berani menghadapi kesulitan ini!

Pelan-pelan kaki Reni terangkat. Ia mengatur napas dan mencoba rileks. Satu, dua, dan tiga! Yeay, Reni berhasil! Teman-temannya ikut bersorak. Reni bahagia sekali. Lima menit ke depan, ia yakin akan bisa menghadapi kesulitan ini! Dengan berusaha dan berdoa, semua pasti bisa tergapai!

Tamat.

Baca:
Cerita Anak: Belajar Itu Asyik! Belajar Tidak Menakutkan!
Cerita Anak: Jadilah orang yang bertoleransi
Cerita Anak: Semua Anak itu Hebat!
Cerita Anak: Kebiasaan yang baik akan menemani sepanjang hidupku!
Cerita Anak: Mengelola Amarah
Cerita Anak: Jadilah Orang Yang Jujur
Cerita Anak: Jadilah Orang Yang Bersyukur

Terima kasih sudah membaca dan mambagikan Cerita Anak: Reni Berhasil Menaklukan Tantangan Senam Lantai.

Satu Komentar.

Balas komentar

Yuk tulis komentar kamu