in

SenangSenang KagetKaget KerenKeren

Cerita Anak: Sahabatan Gara-gara Covid-19/ Virus Corona

Cerita Anak: Sahabatan Gara-gara Covid-19
Cerita Anak: Sahabatan Gara-gara Covid-19

Sahabatan Gara-gara Covid-19. Tak hanya membuat seluruh dunia gentar akan kehadirannya. Tak hanya menghalangi orang dalam aktivitasnya. Tak hanya membuat ratusan jiwa melayang. Ia juga membuatku harus berpisah dari sahabatku selama beberapa waktu.

Covid-19 itulah namanya. Suatu makhluk yang tidak terlihat wujudnya, namun terkenal hingga ke seluruh dunia, melebihi artis-artis yang memiliki ratusan juta penggemar.

Sobat penulis cilik, COVID-19 adalah nama penyakitnya, sedangkan penyebabnya bernama virus corona.

Bagiku, sahabat adalah hal terpenting, sesuatu yang berharga dalam hidup. Tanpanya, aku tak akan hidup bahagia. Kamu bisa bayangkan dong, bagaimana hidup tanpa teman? Kini virus corona telah membuat jarak antara aku dan dia.

Hai, namaku Salsa, bagiku hidup tanpa sahabat, hampa! Bagaimana menurutmu?

Aku termenung memandangi kotak hadiah yang tadinya akan kuberikan pada sahabatku. Namanya adalah Aghniya. Kami memang sekelas.

Beberapa bulan yang lalu, aku memang sudah berniat untuk memberikan hadiah ketika ia lulus kelas 5. Aku ingin memberikan tanda mata untuk mengisi liburan semester kala itu.

Manusia hanya berencana, Tuhan yang mengijinkan. Virus corona menghalangi hadiahku berpindah ke tangannya. Hadiah itu masih kusimpan dengan rapih, bersama kesedihanku yang menjaganya.

Sebenarnya, aku punya tetangga yang baik, tetapi kami tidak begitu dekat. Aku sudah berteman sejak duduk di kelas 4, hingga kini aku kelas 6 Sekolah Dasar. Artinya, kami sudah berteman selama 2 tahun.

Jadi ingat kisah perkenalan kami.

Aku sedang bermain di taman komplek perumahan, tiba-tiba datang dan bertanya, “nama kamu tuh Salsa ya?”

Pertanyaan itu tidak perluku jawab, karena kami memang sudah beberapa hari lalu berkenalan. Aku hanya tersenyum dan mengajak Elsa berkeliling komplek menggunakan sepeda yang kami bawa masing-masing kala itu.

Semenjak saat itu lah, kami berteman, tetapi biasa saja. Aku tidak pernah main ke rumah dia, begitupun sebaliknya.

Selama masa lockdown, aku lebih sering mengurung diri di rumah. Bermain dengan ponsel, menonton TV, atau belajar bersama mengerjakan puluhan tugas sekolah bersama Elsa.

Kini kami berteman dekat. Walau terlihat kalem, sebetulnya Elsa anak yang periang dan suka sekali membuatku tertawa dengan candaan garingnya, tapi lucu.

Iya, Elsa yang kini menggantikan tugas teman sebangkuku di Sekolah, yang suka menghibur dikala mumet melanda. Namun aku masih belum bisa memberikan hadiah kepadanya, seperti yang akan kuberikan kepada Aghniya.

Hingga new normal diberlakukan yang ke dua kalinya. Aku masih suka bermain keliling komplek bersama Elsa. Tentunya tetap memenuhi protokol kesehatan.

Mungkin kamu pernah membaca istilah: handphone menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh, menurutku COVID-19 sebaliknya. Karena justru COVID-19: mendekatkan yang dekat dan menjauhkan yang jauh.

Bagaimana menurutmu?

Walau harus tetap di rumah, aku juga tidak berdiam diri saja. Banyak hal yang aku lakukan, seperti membersihkan rumah, membantu ibu menjemur pakaian, memasak, dll.

Jika bersama Elsa, aku lebih sering menonton youtube bersama, kemudian membuat Do it Yourself (DIY), tentunya mencari tutorial yang menggunakan bahan-bahan mudah di dapat.

Baca:
Cerpen Tentang Corona atau COVID-19 Bahasa Indonesia
Puisi tentang Corona!
Puisi tentang Tenaga Medis Indonesia
Pantun tentang Corona
Cerpen Persahabatan Lucu

Begitulah kisahku selama belajar di rumah. Bagaimana kisahmu? Apakah ada hal aneh, lucu, menarik, yang bisa kamu bagikan sepertiku ini? Terima kasih sudah membaca: Cerita Anak: Sahabatan Gara-gara Covid-19.

Yuk tulis komentar kamu