in

Cerita Anak: Sombong

Cerita Anak: Sombong
Cerita Anak: Sombong

Cerita Anak: Sombong. Lia dan Nina sedang berjalan-jalan santi menyusuri area taman di sekitaran komplek rumahnya.

Matahari pagi yang cerah seperti mendukung kegiatan mereka. Di perjalanan ada seorang pengemis yang meminta-minta.

“Tolong berikan saya uang untuk membeli makanan, saya sangat lapar,” ucap pengemis itu sembari mengangkat satu tangan kananya dengan kepala tertunduk.

“Tidak.. tidak.. tidak mau.. aku tidak mau memberimu uang walau hanya sekoin pun,” ucap Lia dengan sedikit keras.

“Kenapa anda tidak meminta ke yang lain atau mencari pekerjaan saja? Membuat susah saja sih.” Nina balas menimpalinya dengan nada biasa saja, walaupun sejujurnya Nina setuju dengan Lia.

“Eh ini lagi kenapa juga pegang tanganku segala, nanti tanganku jadi kotor gara-gara dipegang anda!” Lia menarik tangannya sambil berkata ketus. Kemdian mereka pergi meninggalkan pengemis itu tanpa memberikan sepeserpun uang.

Pada hari yang lain. Lia pergi ke sekolah dengan memakai sepatu dan jam tangan barunya.

Di kelas.

“Hei teman-teman, lihat nih aku punya jam tangan baru, ini aku beli di Eropa lho..” kata Lia menyombongkan diri. Teman-teman mengerubunginya, semua penasaran seperti apa wujud barang mahal itu.

“Pasti kalian tidak punya jam tangan seperti ini. Iya kan! Harganya mahal. Kalau dibandingkan dengan jam tangan kalian yang murahan itu pastinya kalah, jam tanganku ini lebih bagus.” tambah Lia. Semakin banyak yang memujinya, Lia semakin sombong.

Saat istirahat Lia dan Nina pergi ke perpustakaan.

“Hei!!! Hati-hati dong kalau jalan, sepatuku jadi kotor kan… Ih!!! Asalkan kamu tahu ya… Ini sepatu mahal! Belinya saja di Eropa. Jangan dibayangkan seperti sepatu murahan yang dijual di sini,” bentak Nina kepada salah seorang teman yang menginjak sepatu nya. Orang itu pun pergi setelah d pelototi oleh Nina dan Lia.

Pulang sekolah mereka berdua pergi ke alun-alun kota. Di sana mereka pergi ke toko yang menjual buku.

“Eh Lia! Nina! Kalian ada di sini juga rupanya!” panggil Reka. 

“Iya dong!” Jawab mereka kompak. 

“Eh kita duduk di sebelah air mancur itu yuk?” Ajak Lia. Mereka pun pergi ke tempat duduk di sebelah air mancur.

Nina mengeluarkan handphonenya.

“Nina, handphone baru ya?” tanya Reka.

“Bagus sekali handphonemu pasti mahal ya…” tambah Reka.

Mendengar pujian Reka Nina merasa senang. “Haha… iya dong Reka. Ini handphone keluaran terbaru, lebih canggih dari pada handphone yang lama,” jawab Nina dengan sombong.

Di tengah keasyikan mereka, tiba-tiba ada orang yang berlari cukup kencang dan menyenggol handphone Nina hingga jatuh.

“Ha! handphone ku, ih! Kamu itu kalau jalan pakai mata sama kaki bukan pakai lutut! Ini handphone mahal! Kalau handphoneku rusak kamu harus menggantinya!” teriak Nina sewot sambil mengambil handphonenya.

“Nina… kamu tidak boleh begitu, perkataanmu bisa menyakitkan hatinya, kamu juga tidak boleh sombong kare…” 

“Huh! Kamu bilang begitu karena bukan handphonemu yang jatuh. Dasar!” Nina memotong nasihat Reka sambil berlalu meninggalkan Reka diikuti oleh Lia.

Dari kejauhan Reka hanya geleng-geleng kepala menahan rasa sebal.

“Mudahmudahan mereka segera sadar, bahwa sombong dan suka pamer itu perbuatan tidak baik,” gumam Reka.

Tamat. Bagaimana teman-teman, menurut kalian bagaimana cara mengingatkan Lia dan Nina tentang perbuatan buruknya itu? 

Baca:
Cerita Anak: Harta Karun
Cerita Anak: Ajaibnya Sedekah
Cerita Anak: Kue Ulang Tahun Kakak
Cerita Anak: Balon Harapan
Cerpen Persahabatan Lucu – Mencari Pondasi

Terima kasih sudah membaca dan membagikan Cerita Anak: Sombong. Koreksi ceritaku ya!

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

Yuk tulis komentar kamu