in ,

Cerita Anak Tentang Burung Pipit Kesayangan

Cerita Anak Tentang Burung Pipit Kesayangan
Cerita Anak Tentang Burung Pipit Kesayangan

Cerita anak tentang burung pipit kesayangan, Salwa sedang duduk di atas kursi taman yang terletak di bawah pohon beringin, pohon itu sangat rindang, sehingga cukup memberikan kesejukan kepada siapapun yang berada di bawahnya. Suasana tanaman yang dipenuhi bunga, membuat banyak orang betah berlama-lama di sana.

Sayup-sayup, terdengar terdengar kicauan burung seperti meminta tolong. Akhirnya, Salwa mencoba untuk menemukan sumber suara, dan, diapun menemukannya. Ternyata masih kecil alias anak burung, tersangkut dan tertusuk duri-duri tanaman liar.

Baca juga: Kegiatan seru liburan sekolah

Sayapnya sebelah kirinya berdarah, mungkin itu yang membuatnya tidak bisa terbang. Salwa merasa kasihan dan membawanya pulang ke rumah. “Salwa kamu bawa apa?” tanya beberapa orang yang mengenalnya, tapi sayang dia hanya membalas dengan senyuman.

Sesampainya di rumah, Salwa memanggil dan mencari bundanya. Ternyata, Bunda sedang mencuci piring. “Bun, ini anak Burungnya mati, tidak?” tanya Salwa merasa khawatir, karena burung itu tidak mengeluarkan suara lagi.

“Tidak, ini masih hidup, ayo, Bunda bantuin merawatnya,” Bunda pun menuju kamar Salwa bersamanya.

“Ini namanya burung pipit. Nah, sekarang tinggal di tunggu,” kata Bunda setelah mencabut Duri dan memberikan betadine obat luka, Ayo simpan burungnya di atas kain, jangan terus dipegangi terus, nanti malah susah gerak.”

“B…Bunda, boleh tidak jika Salwa rawat burung ini?” tanya Salwa gugup.

Baca juga: Sahabat pertama merubah hidupku

“Boleh, tapi ingat, yang namanya merawat hewan, itu beda dengan merawat boneka, kamu harus memberinya makanan setiap hari” kata Bunda.
“Iya, aku mau, makasih Bunda!” seru Salwa memeluk Bunda.

Salwa mendekati burungnya, melihatnya lebih dekat, menatap luka yang telah diobati, dan sesekali mengelus kepalanya. Sepertinya dia memiliki mainan baru, mainan yang dia sayang diantara yang lainnya.

“Aku akan memberi nama… Birdy!” seru Salwa.

“Ayah pulang!” seru Ayah dari ruang tamu memberitahukan keberadaannya.

“AYAH!” teriak Salwa senang sambil memeluk Ayahnya, “Aku memilii burung, dia ada di kamar, lucu banget, tapi sedang sakit,” Salawa menjelaskan, “Ayah, belikan kandang buat Birdy, dong” kata Salwa memelas.

“Oh! ya! Ayah baru ingat!” seru ayah.

“Apa?” tanya Salwa penasaran.

“Nanti ayah tunjukkan” kata ayah.

Saat di taman…

Bersambung ke Cerita anak tentang burung pipit kesayangan part 2 ya teman-teman

Ditulis oleh Anggita

Hai! Teman-teman, Namaku Anggita biasa di panggil Tata sama teman-teman. Aku sekarang kelas IVB di SDN 2 Guntung Payung, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Sudah dulu yaaa!

Years Of Membership

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi