in

NgakakNgakak TakutTakut KagetKaget KerenKeren

Cerita Anak Tentang Percaya Diri

Cerita Anak Tentang Percaya Diri
Cerita Anak Tentang Percaya Diri

Cerita anak tentang percaya diri. Hai. Namaku Wishnu. Pernahkah kamu ragu menjadi diri sendiri? Aku pernah! Namun, setelah berpikir lagi mengenai hal itu, aku sadar itu salah, tidak peduli kata orang lain, yang terpenting kita tidak melakukan kesalahan yang merugikan orang lain.

Bukan harta yang penting, namun hati yang mulia, dan budi pekerti kita yang harus dijaga, seperti di lagu Kun Anta. Sudahkah kamu mendengarkannya?

Wishnu, Jadilah Diri Sendiri!

Sore itu, aku, Yesaya, Nando, Alex, Michelle, dan Jeanice sedang berbincang di tangga sekolah. “Wishnu, kamu tau Lotta?” tanya salah satu dari mereka.

“Tahu, dong! Lotta teman sekelas kita kan?”

“Dia mengajakmu lomba menggambar. Kurasa dia ingin mengejekmu karena tidak bisa menggambar. Dia memang begitu orangnya, sombong, mentang-mentang orang tuanya kaya!” jelas Michelle.

Mukaku langsung merah, “Aku memang tidak jago gambar, lantas apa salahnya” pikirku, “Emm…” Aku terdiam sejenak.

Baca juga : Cerpen tentang Olahraga singkat

“Wishnu?” Michelle memanggilku.

“Kenapa harus takut, aku siap kok, aku terima tantangannya!” Saat itu aku berucap tanpa berpikir. Lagipula, menggambar memang sesulit apa, sih? Mendadak merasa paling pintar dalam hal seni.

Aku sibuk berpikir, bagaimana menjadi seperti Lotta, uangnya banyak, jago gambar, dll. Pokoknya semua tentang Lotta aku pikirkan waktu itu.

Saat tiba di rumah, aku berlatih menggambar sekerasnya, menonton banyak hal dari youtube, namun itu tidak membuahkan hasil, aku merasa sangat kesulitan! Semua goresan-goresan pensil di atas kertas gambar, semakin lama semakin buruk, bukan sebaliknya.

“Kenapa, sih?” Tanya kak Tyo yang melihatku seperti orang yang banyak masalah. Adikku, Krishna, juga mendekat.

“Aku tidak mengerti kenapa aku tidak jago gambar atau sekaya Lotta!” Teriaku keras-keras.

“Ya ampun Wishnu. Keluarga kita memang kurang dalam hal seni,” ucap kak Tyo dengan nada pelan, menasehati, “Semua orang ditakdirkan beraneka ragam, ada yang jago dalam pelajaran, olahraga, ada juga yang mahir dalam bernyanyi, dll. Hampir tidak ada orang yang bisa semuanya.”

“Aku mau bertanding dengan Lotta besok, lomba menggambar, aku malu karena aku pasti kalah,” jelasku.

“Wishnu, kamu bisa jadi hebat menggambar, tetapi tidak mungkin dalam 1 hari atau bahkan 1 malam, semua perlu proses, kamu harus belajar tidak dalam waktu singkat, tapi karena kamu sudah menyanggupi pertandingan itu, maka kamu harus menjalaninya dan melakukan yang terbaik, dan jadilah diri sendiri” jelas Kak Tyo.

Baca juga : Artikel motivasi meningkatkan rasa percaya diri

Keesokan harinya, aku mengikuti lomba gambar bersama Lotta di kelas. Semua anak sudah tahu siapa pemenangnya, walau lomba itu belum dimulai. Aku kalah!, ya tentunya. Lotta anak yang sombong itu, mengejekku habis-habisan.

Aku seperti berkaca, melihat kisah orang yang tidak percaya diri di tertawakan teman-teman, tetapi masih ada anak yang memberikan pengertian kepadaku bahwa itu hanya perlombaan.

Masih pada hari yang sama, siangnya. Kelas kami mengikuti pelajaran olahraga. Kebetulan waktu itu adalah basket, entah kenapa aku berbeda tim dengan Lotta, jadi intinya aku melawan tim dia. Jujur aku sangat suka olahraga, semua cabang olahraga aku suka.

Aku sangat tahu, bahwa Lotta tidak suka dengan olahraga, beberapa kali melakukan dribble, langsung bolanya diambil timku. Jangankan mau memasukkan bola ke dalam keranjang, sebelum semua itu terjadi bolanya sudah terlepas jauh keluar lapangan.

Semua anak menghina Lotta, “Hey, diam! semua orang punya kelebihan masing-masing, jangan menghina,” ucapku dan semua anak teridiam. Lotta yang mendengar itu tertunduk malu kepadaku.

Aku memasukkan bola berulang kali, semua anak berteriak histeris, memberikan semangat. Semakin lama, semakin banyak saja yang menonton dan mentertawai tingkah Lotta yang lucu, karena terburu nafsu ingin memasukkan bola, tapi tidak pernah bisa.

Pertandingan selesai, semua anak memberikan selamat kepadaku, sebaliknya Lotta malah diejek, “Apakah ini balasan Tuhan?” pikirku. Namun semenjak saat itu aku menyadari apa yang dikatakan Kak Tyo kemarin, bahwa aku harus percaya pada diri sendiri.

Baca juga : Cerita anak pendek tolong menolong

Terima kasih sudah membaca cerita anak tentang percaya diri, semoga bermanfaat, dan menjadi kisah inspiratif untuk kita semua..

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

Yuk tulis komentar kamu