in

SenangSenang KagetKaget

Cerita fabel Ikan dan Burung, terbaru!

Cerita fabel Ikan dan Burung
Cerita fabel Ikan dan Burung

Cerita fabel ikan dan burung. Cerita ini aku beri judul, perjanjian burung bangau dan ikan mujair. Koreksi jika aku salah dan selamat membaca.

Terdapat suatu danau yang tidak terlalu dalam, berada di pinggir sebuah hutan pinus yang lebat. Danau itu sangat bersih juga indah, dipenuhi berbagai jenis ikan dan hewan lainnya. Ratusan pohon tinggi yang mengelilingi, membuat suasananya semakin sejuk nan asri.

Semua ikan tumbuh dan berkembang biak, begitu juga hewan lain yang hidup berdampingan di sekitar danau. Namun sayang, semua itu tidak bertahan lama.

Setelah datang gerombolan bangau, dengan jumlah yang mencapai ribuan ekor, menghancurkan ekosistem di sekitar, ular, katak, dan hewan lainnya menjauh dari danau.

Baca juga: Mengenali karakter anak

Mereka memangsa banyak sekali ikan. Kejadian itu berlangsung beberapa hari, hingga akhirnya tidak ada satupun yang tersisa di sana.

Merasa sudah kekurangan makanan, ketua kelompok bangau memerintahkan semuanya untuk melanjutkan perjalanan dan mencari sumber makanan lain.

Setelah semuanya pergi, dari bawah batu, ternyata ada induk ikan yang sedang bertelur. Walau rasa was-was serta khawatir selalu ada di dalam dirinya, ia memaksanakn diri untuk keluar dan mencari makan.

Dalam perjalanan mengelilingi danau, dia merasa sangat sedih, karena beberapa waktu lalu, banyak teman-temannya hilir mudik ke sana ke mari. Sekarang, dia hanya sendiri, berenang diantara air yang masih keruh.

“Mau kemana kamu!” seru bangau yang sedang berdiri di atas batu nampak kelaparan.

Air keruh dan batu besar itu menutupi pandangannya, sampai-sampai tidak bisa melihat keberadaan bangaun yang begitu besar di atasnya.

“Tolong jangan makan aku,” ia memohon, “aku ingin kelak, danau ini kembali dipenuhi banyak ikan, seperti dahulu, sehingga banyak pengunjung yang datang ke sini.”

“Jangan khawatir, aku berjanji tidak akan memakanmu, lagi pula usiaku yang sudah tua rentah ini tidak sanggup lagi mengejar ikan sepertimu,” jawabnya, “aku ingin mati di sini, akan kelak yang melihat keragkaku di sini bisa membuat patungku di atas batu ini.” jelasnya.

Setelah percakapan itu, ikan yang masih merasa takut segera berenang menuju ke sarangnya, tempat dimana ribuan telur ikan berada degan aman.

Baca: Kisah teladan Nabi Muhammad SAW

6 bulan kemudian…

Bangau yang tidak mendapatkan makananpun mati, persis diatas batu seperti yang ia inginkan waktu itu.

Ikan kecil sudah tumbuh besar, mereka berkembang biak dengan baik hingga bisa memenuhi danau. Danau yang sepi, kini ramai kembali.

Sampai akhirnya, beberapa orang yang melaksanakan kegiatan berkemah (camping) di pinggir danau. Tanpa sengaja, salah seorang dari mereka yang ternyata seorang seniman patung melihat bangkai burung bangau itu.

Seniman itu pun, membuat patung bangau dengan pose berdiri pada batu yang sama. Tidak hanya satu patung yang mereka buat, tetapi beberapa patung lain yang dibuat dengan berbagai ekspresi, menambah keindahan di tepi danau.

Mereka mengabadikan keindahan alam di sekitar danau itu, mengunggahnya di sosial media dengan caption singkat yang menambah daya tarik para pembaca untuk berkunjung ke sana.

Setiap hari, selalu ada pengunjung yang datang ke sana, bertambah dan terus bertambah. Peran pemerintah juga sangat baik, dengan memperbaiki akses menuju ke sana, sehingga jalannya nyaman untuk di lalui.

Baca juga:
Apa yang dimaksud dengan cerita fiksi
Perbedaan pajak dan retribusi

Nah teman, itulah Cerita fabel Ikan dan Burung buatanku. Jangan menghina ya, terima kasih sudah membaca dan membagikannya.

Yuk tulis komentar kamu