in ,

SedihSedih SenangSenang KerenKeren

Cerita Guru Bahasa Inggris Yang Misterius – Bagian 1

Cerita Guru Bahasa Inggris Yang Misterius
Cerita Guru Bahasa Inggris Yang Misterius

Guru Bahasa Inggris yang misterius. Sebuah bola menyambar jendela kelas kami, hancur, panik, dan ketakutan. Semua anak berteriak, Rindu menangis dan bahunya berdarah, “jangan dikucek,” teriak Roni yang berada di depan bangkunya. Pak Dadang membawakan air putih, untuk membersihkan serpihan kaca di matanya.

“Kamu kok tahu, serpihan kaca ini mengenai matanya,” tanya Pak Dadang, yang tanggap membantu Rindu membersihkan serpihan kaca.

Baca juga: Cara mengingatkan teman yang salah

“Saya melihat, matanya tertutup satu, dia juga mengangkat tangan kirinya,” Roni menjawab.

Pak Dadang adalah guru bahasa Inggris, dia adalah sarjana teknik mesin lulusan dari luar negeri, ceritanya panjang jika aku jelaskan kenapa dia mengajar bahasa inggris di sekolah ini. Aku mengetahui kisahnya, ketika pertama kali dia mengajar dan menjelaskan tentang dirinya di depan kelas.

Nampak Bu Lisma, Kepala Sekolah, berjalan masuk menuju kelas kami, tanpa banyak bicara atau bertanya, dia langsung mengajak Rindu ke UKS. “Anak-anak, coba bantu diberidhkan dulu ruangannya, hati-hati.”

Pak Dadang dan Bu Lisna membopong Rindu, sayangnya sekolah kami tidak memiliki kursi roda. Rindu menangis dan menutup mata sebelah kirinya, apakah lukanya serius? entahlah.

Semua murid bergotong royong membersihkan ruangan, yang namanya anak-anak, disaat genting seperti itu, masih aja sempat bercanda, “untung buka aku yang duduk di sana dan kena serpihan kaca itu,” ucap Bowo, anak yang sering menghibur kami, dengan candaanya.

“Memang kenapa?” Roni menjawab ocehan Bowo, aku yakin pada saat itu semua anak menunggu jawaban Bowo yang selalu mengeluarkan jawaban spontan, dan sering membuat kami tertawa lepas.

Baca juga: Cerita anak tentang burung pipit

“Ya, tidak akan terjadi apa-apa, karena dengan kekuatanku, bisa merubah energi gerak bola menjadi energi diam.”

“Ha ha ha,” tawa kami pun mulai terdengar di seluruh kelas, merubah rasa tegang menjadi rasa riang. Itulah Bowo, anak pembuat rusuh di kelas. Walau pembuat rusuh, dia salam satu anak pintar di kelas, jarang menulis tapi bisa menjawab soal, bisa dikatakan, buku miliknya hanya buku pekerjaan rumah (PR) saja.

Namaku Ririn Ratna Maya, kata teman-teman aku orang serakah, karena mengambil nama 3 orang sekaligus, walau demikian mereka sayang kepadaku dan memanggilku dengan Aya. Diamil dari 3 kata terakhir namaku, yaitu Maya.

Baca juga: Puisi Tentang Hari Guru

Bersambung ke Cerita Guru Bahasa Inggris Yang Misterius – Bagian 2

Participant

Ditulis oleh Mahesa Kusuma

Selalu ingin belajar dan menyukai dunia sastra.

Years Of Membership

Yuk tulis komentar kamu