in

SedihSedih SenangSenang KagetKaget KerenKeren

Cerita inspiratif pendek Anak berbakti

Cerita inspiratif pendek Anak berbakti
Cerita inspiratif pendek Anak berbakti

Cerita inspiratif pendek tentang seorang kakak bernama Raeni, mungkin untuk kamu yang selalu update di media sosial sudah tahu kisah ini, sebab sudah terjadi beberapa tahun lalu.

Kisah ini memang sempat viral, bahkan banyak caption yang menghiasi foto Raeni akibat dari kisahnya yang menginspirasi banyak orang. Ada banyak pelajaran dari kisahnya, yuk baca kisah singkatnya.

Kak Raeni memang lahir dari keluarga yang kurang mampu, ayahnya seorang tukang beca, yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai penjaga sekolah.

Baca juga: Kisah inspiratif kehidupan nyata

Gaji ayahnya juga tidak besar, mungkin tidak cukup jika harus dibandingkan dengan uang jajan yang diberikan orang tuamu kepada kamu setiap hari.

Hebatnya, Raeni tidak berkecil hati dengan hal itu, beliau terus belajar dan terus belajar dengan penuh semangat dalam mengejar cita-citanya yang ingin mengubah nasib keluarganya.

Baca juga: Contoh budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari

Ketika lulus sekolah, beliau mendaftar beasiswa bidik misi dan berhasil masuk di Universitas Negeri Semarang (UNNES), dengan jurusan yang diambilnya Pendidikan Akuntansi.

Raeni tahu, apa yang dia terima bukan kebetulan dan menjadi kesempatan emas baginya, maka dari itu dia terus berusaha dengan belajar yang rajin. Kerja keras memang tidak akan pernah menghianati hasil, setidaknya itu yang banyak orang katakan.

Setiap semester Raeni mendapatkan nilai baik. Sampai akhirnya pada 10 Juni 2014, Raeni menjadi lulusan S1 (Strata 1) terbaik dengan IPK (Index Prestasi Komulatif) sebesar 3,96 atau summa cum laude.

Artikel terkait:
Mengenal karakter anak
Tanggal berapa hari Guru Nasional?

Pada acara wisuda, Raeni diantar oleh ayahnya ke kampus menggunakan becak. Tentunya ini menjadi kisah inspiratif untuk siswa, guru, dan orang tua yang membacanya, sampai akhirnya viral.

Merasa dia mampu, diapun mencoba daftar beasiswa LPDP dan berhasil keterima di Universitas Birmingham, Inggris. Singkat cerita, sudah lulus S2 (Strata 2) dan kembali ke Indonesia, kemudian diangkat menjadi dosen fakultas ekonomi di kampusnya yang lama, yaitu UNNES.

Pada tahun 2018, Raeni juga memberangkatkan kedua orang tuanya umroh. Kabar baiknya pada tahun yang sama Raeni kembali mendapatkan beasiswa dari Universitas Birmingham lagi mengambil S3 (Strata 3).

Baca artikel:
Perbedaan Haji dan Umroh
Apa hakmu di sekolah?

Nah teman, tetaplah semangat, jangan minder, semoga Cerita inspiratif pendek ini bisa membuka pikiranmu. Terima kasih sudah membaca cerita anak ini, mohon koreksi jika ada kesalahan.

Yuk tulis komentar kamu