in ,

Cerita Lucu Misteri Hantu Piano Bermata Merah

Cerita Lucu Misteri Hantu Piano Bermata Merah
Cerita Lucu Misteri Hantu Piano Bermata Merah

Cerita Lucu Misteri Hantu Piano Bermata Merah, Ristu, Mio, Yui, dan Mugi memang berbeda dengan anak-anak yang lain, mereka tidak suka bermain gawai (gadget). Bermain bola, petak umpet, gundu, dll itu lah yang sering mereka lakukan jika hari libur.

Selain berteman baik, mereka juga selalu mengerjakan Pekerjaan Ruman (PR) sekolah bersama juga saling mengajari, bahan Ibunya Restu selalu mengawasi dan membantu menyelesaikan soal yang susah, kebetulan dia adalah guru.

Baca juga: Cerita anak tukang palak

Restu memang anaknya suka sekali menulis dan membuat cerita, bahkan suka juga mendongeng yang membuat teman-temannya senang bermain bersamanya. Mereka sering sekali menghabiskan waktu di bawah pohon beringin sebelah kiri lapangan.

Cerita Lucu Misteri Hantu Piano Bermata Merah
Cerita Lucu Misteri Hantu Piano Bermata Merah

“Teman-teman!” seru Ritsu.

“Ya, ada apa?” ucap Mio yang mulai sadar sari lamunanya.

“Aku ada cerita,nih!”

“Cerita apaan?” tanya Yui yang bersila di depan Mio.

“Pasti bagus ceritanya” kata Mugi.

“Cerita hantu buat Mio” jelas Ritsu sambil senyum-senyum aneh.

“Demi Tuhan!” Mio menampakkan muka kaget.

“Ceritanya berawal pada saat aku sedang melewati tempat di sekitar sekolah, cerita ini semasa kita belum masuk klub K-ON ini, aku mendengar seperti Tuts-Tuts Piano dimainkan oleh seseorang. Awalnya, aku gak tertarik, tapi karena alunan Tuts-Tuts Piano yang semakin keras, aku memberanikan diriku untuk menapaki tangga. Aku mulai ragu, karena hawa dingin menusuk kulitku. Aku membuka pintu dengan pelan, terlihat Mata merah sedang melotot ke arahku…”

Baca juga: Cerita lucu murid aneh

“STOP!!!” seru Mio menutup telinganya rapat-rapat. Restu yang sedang bercerita mendadak melongo belum metutup mulutnya, seperti permainan frez.

Sambil menutup mulut Ristu, “Eeh!? Dilanjutkan ceritanya Ritsu!” seru Yui masih penasaran.

“…dan itu adalah Guru Sawako yang sedang mengajarkan Rihito bermain piano!!!” kata Ritsu mengkagetkan teman-temannya.

“Uwaaaa!!!” Mio tertawa ngakakk.

“Itu beneran?” tanya Mugi.

Ritsu menggelengkan kepalanya, “cuma karangan aku, kok” kata Ritsu senyum lebar.

“Pantes” kata Yui.

“Tapi, ternyata Ritsu juga bisa mengarang cerita” ledek Mugi!

-TAMAT-

Pasan Moral: Sejelek apapun penampilan guru, jangan lah kalian menghinanya, apa lagi sampai bertengkar dengan guru, keberkahan menuntut ilmu itu akan hilang.

Ayo Vote! Biar makin trending.

101 points
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Ditulis oleh Marshal

Namaku Marshal, Kelas V SDN 2 Guntung Payung, Banjarbaru. Adikku namanya Anggita, dia salah satu penulis cilik di www.penuliscilik.com.

Years Of Membership

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi