in

KerenKeren

Cerita Motivasi Anak – Aku Bisa Walaupun Berkekurangan!

Cerita Motivasi Anak - Aku Bisa Walaupun Berkekurangan!
Cerita Motivasi Anak - Aku Bisa Walaupun Berkekurangan!

Cerita Motivasi Anak – Aku Bisa Walaupun Berkekurangan! “Bell, Bella, bangun sayang, ini hari pertamamu masuk ke sekolah baru,” bisik Mama, “wah, matamu bengkak tuh, apakah kamu menangis?” tanya Mama khawatir, kemudian memeriksa mata Bella.

“Tidak, Ma,” jawab Bella, sambil memandangi cermin yang berada di samping tempat tidurnya. Terlihat jelas bagian putih bola matanya memerah (Sklera). Mama beberikan beberapa tetes obat mata, untuk meringankan gejalanya.

“Iya. Ma. Bella takut. Apakah mereka mau berteman dengan gadis yang tidak punya lengan kiri?” keluh Bella.

“Ssst… jadilah ceria dan kuat. Jika kamu menyayangi dirimu, orang lain akan menyayangimu juga.” Ucapan dan pelukan Mama berhasil memenenangkannya. 

Setelah agak mendingan, Bella lanjut mempersiapkan diri untuk berangkat ke Sekolah.

Itulah Bella. Gadis cantik dengan kekurangan yang dimilikinya sejak lahir. Ia baru saja pindah kota karena tindakan bullying secara fisik di sekolah lamanya. Namun, walaupun hidup tanpa lengan kiri, ia sangat pandai menyanyi. Sejak kecil ia sudah mengerti nada, jadi jangan tanya kehebatannya dalam bernyanyi.

Sayang sekali, teman-teman di sekolah lamanya belum ada yang tahu bakatnya. Mereka hanya fokus pada kekurangannya saja.

Baca: Contoh Poster stop bullying

Setelah bersiap-siap, Bella diantarkan oleh sopirnya, Pak Dodo. Mamanya juga ikut karena ingin bicara dengan guru Bella sebelum belajar di kelas. “Semangat, Bella! Pak Dodo yakin, Bella bisa menunjukkan talenta Bella seperti anak-anak lainnya, bahkan lebih hebat lagi,” kata Pak Dodo.

Mengapa Pak Dodo bicara demikian? Karena, Pak Dodo melihat raut muka Bella tampak sedih.

“I-iya Pak, terima kasih,” ucap Bella.

“Nyanyian Bella bagus, lho. Bapak mau dengar, dong.” Pak Dodo berusaha mengalihkan perasaan takut Bella. Dari kaca mundur, yang berada di bagian tengah kemudi, Pak Dodo melihat Bella tersenyum. Ia pun membalas senyumnya, pertanda Bella sudah tidak tegang lagi.

Lalu, sesampainya di sekolah…

Pak Dodo membukakan pintu mobil dan Bella turun. “Terima kasih, Pak,” ucap Mama.

Anak-anak lain sedang bermain di lapangan sekolah. Beberapa anak diantaranya berbisik sambil menatap Bella. Bella yang melihat hal itu, hanya bisa menundukkan kepala.

“Tetaplah berani, Bella,” Mama mengelus rambut panjang Bella. Bella pun tersenyum lebar kepada semua orang. Banyak pula anak-anak yang tersenyum kepadanya.

“Bu Santi, ini Bella. Mohon bantuannya ya Bu,” kata Mama ketika menjumpai seorang wanita. Oh, itu guruku, pikir Bella.

“Halo, Bella! Perkenalkan, nama saya Bu Santi. Senang bertemu dengan Bella. Ini hari pertamamu belajar di sini. Jangan lupa untuk bersenang-senang dengan teman-teman baru,” kata Bu Santi. “Terima kasih Bu Santi. Mohon bantuannya,” Bella membungkuk sedikit.

Tak lama kemudian, waktunya ke kelas…

“Kamu murid baru?” tanya 1 anak laki-laki, yang ditemani 3 anak laki-laki lainnya.

“Ehm, iya. Halo,” sapa Bella.

“Wah, hai! Aku Ray. Aku juga kelas 2A. Ini teman-temanku,” kata anak itu, mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Bella.

“Hai juga, Ray. Perkenalkan, aku Bella. Semoga kita bisa berteman baik,” Bella menjabat tangan Ray.

“Salam kenal, Bella, aku Devan,” kata anak laki-laki lain.

“Aku Jayden!” kata seorang laki-laki botak yang ceria. “

Kalau aku Betrand,” kata yang lain.

“Mau berteman?” tanya Ray.

“Tentu!” kata Bella. Mereka masuk kelas bersama.

Di kelas, Bu Santi mengatur tempat duduk. “Bella, kamu duduk di samping Ray, ya,” kata Bu Santi, “ah, kamu belum tahu Ray, kan?”

“Saya sudah berkenalan dengan Ray, kok, Bu Santi! Terima kasih, saya izin duduk terlebih dahulu,” Bella segera duduk. Rasanya seperti anak biasa, pikir Bella.

“Bella, kita belajar bersama, ya. Tenang, pelajarannya tidak akan sulit,” kata Ray sambil tersenyum. Bella mengangguk.

Tiba-tiba…

“Bu, kok anak itu bisa masuk, sih? Dia berkekurangan!” kata seorang anak perempuan. Beberapa anak lain tertawa.

“Hehe, iya. Walau berkekurangan, saya tetap memiliki semangat belajar. Jadi, saya bisa masuk ke sekolah ini dan belajar bersama kalian semua,” jawab Bella dengan percaya diri. Anak tadi diam.

“Poppy, jangan begitu, Nak! Kamu dihukum berdiri di luar!” seru Bu Santi marah.

“Tidak perlu, Bu. Semua orang pernah melakukan kesalahan, dan hari ini Poppy melakukannya. Saya yakin dari sini ia belajar kok Bu,” kata Bella.

“Baiklah Nak kalau itu maumu. Bu Santi senang kamu tidak dendam,” kata Bu Santi, “baik, untuk pelajaran pertama, siapkan buku latihan untuk matematika!”

Ternyata, Bella sangat cerdas juga.

“3×4 berapa, Nak? Ada yang bisa menjawab?” tanya Bu Santi.

“12, Bu!” seru Bella.

“Hebat! Bella dapat 1 bintang. Selanjutnya, 8×8?” kata Bu Santi sambil bertepuk tangan.

“64 pastinya!” jawab Bella. Bella berhasil mendapat 10 bintang apresiasi.

“Wow, keren! Ini kan hari pertamamu sekolah di sini, tapi sudah sangat membanggakan,” puji Ray.

“Terima kasih, Ray,” bisik Bella senang. Ray mengangguk.

“Hm, pasti kalian lapar dan haus. Bel istirahat juga sudah berbunyi. Silakan istirahat!” kata Bu Santi.

Seseorang menghampiri Bella…

“Hei, jelek! Karena kamu, hampir saja aku dimarahi Bu Santi,” kata anak yang tadi.

“Salam kenal. Namaku Bella. Siapa namamu? Kuharap kita bisa berteman baik,” tanya Bella.

“Huh, aku tidak mau jadi temanmu! Enak saja. Namaku Poppy,” jawabnya.

“Hei, Poppy, berhenti mengganggunya!” tegur Ray. Poppy yang malu segera pergi.

“Kamu tidak apa-apa?” tanya Ray. “Tentu!” jawab Bella.

Beberapa minggu kemudian…

“Anak-anak, sebentar lagi Lomba Seni Siswa Nasional, lho. Untuk kelas 2 SD, ada lomba menyanyi dan menggambar. Siapa yang mau ikut?” tanya Bu Santi.

“Saya ikut lomba menyanyi, Bu!” jawab Bella cepat.

“Baiklah. Nanti, pulang sekolah, Bella latihan bersama guru musik, ya,” kata Bu Santi.

“Bu, saya salah dengar, ya? Anak berkekurangan ini? Lomba menyanyi? Kalah deh kita,” ejek Poppy.

“Poppy, sekali lagi kamu mengejeknya, saya panggil orangtuamu,” ujar Bu Santi. Poppy pun malu.

Bella berlatih berkali-kali. Tidak hanya itu, ia juga berlatih di rumah. Ia akan membawakan lagu Tanah Airku*.

Akhirnya, berkat kerja keras dan dukungan dari semua orang terutama keluarganya, ia berkesempatan maju ke tingkat kota, lalu tingkat provinsi, dan bahkan tingkat nasional!

Lalu, ia memenangkan lomba menyanyi di tingkat nasional. “Bella Rahajeng, selamat atas kemenangannya!” seru juri.

Bella pun berencana membuat lagu untuk menginspirasi anak berkekurangan sepertinya.

Saat kembali ke sekolah, ia dipanggil di depan semua murid untuk menjadi inspirasi.

“Meskipun berkekurangan, Bella Rahajeng tetap menggali potensinya dan bahkan ia berhasil menginspirasi banyak orang di usia muda. Jadi, Bella, ada yang ingin disampaikan?” Ucap Kepala Sekolah.

“Sungguh tidak bisa diduga saya memenangkan lomba ini. Terima kasih semuanya yang sudah mendukung saya. Tanpa kalian, saya tidak bisa apa-apa bahkan mungkin saya tidak percaya diri dengan kekurangan saya,” kata Bella.

Setelah itu, Bella kembali ke kelas. Sahabat-sahabat, guru-guru, semua orang memberi selamat.

“B-Bella, aku minta maaf atas apa yang pernah kulakukan,” kata Poppy.

“Tidak apa-apa, Poppy!” Bella memeluk Poppy.

“Teman?” tanya Poppy.

“Teman!” jawab Bella.

Pesan Moral: Buktikanlah, walaupun kamu punya kekurangan, kamu bisa bersinar dan menginspirasi seperti Bella. Galilah potensimu dan raihlah mimpi-mimpimu. Tetap semangat! Jangan juga mengejek teman yang berkekurangan seperti yang dilakukan Poppy. Tidak baik, lho. Jika kamu punya teman berkekurangan, bantu mereka menggapai mimpi, bukan diejek.

Baca:
Penyebab dan Dampak Bullying di Sekolah
Kisah Anak Baru Yang diBully di Sekolah

*) Mau tahu lirik Tanah Airku? Akan Hilda share di activity Hilda atau mungkin akan Hilda tulis di kolom komentar. 

Terima kasih sudah membaca Cerita Motivasi Anak – Aku Bisa Walaupun Berkekurangan! Koreksi dan bagikan ya!

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

2 Komentar

Balas komentar
  1. Wahh, ceritanya benar benar menginspirasi. Thanks ya Hildaa. Ouh ya, teruntuk kalian yang memiliki kekurangan, tetap semangat dan pantang menyerah ya. Dan teruntuk kamu yang suka membully, ingat! Tidak ada manusia sempurna dan setiap manusia pasti nemiliki kurang lebihnya. Semua manusia yang diciptakan tuhan itu sama derajatnya. Hilda, terus semangat ya, dan pantang menyerah. Seperti Bella sang tokoh dalam cerita. Heheheh

    • @tqiyya terima kasih Kak sudah membaca! Hilda senang banget, deh! Iya, betul Kak. Kekurangan bukan penghalang, dan membully juga tidak berguna. Kak Qudwah juga semangat ya membuat ceritanya. Karya-karya Kak Qudwah bagus sekali.

Yuk tulis komentar kamu