in

NgakakNgakak TakutTakut SedihSedih SenangSenang KagetKaget KerenKeren

Cerita Puasa Ramadhan Untuk Anak (Salah Paham)

Cerita Puasa Ramadhan Untuk Anak (Salah Paham)
Cerita Puasa Ramadhan Untuk Anak (Salah Paham)

Cerita puasa ramadhan untuk anak. Hari ini adalah hari pertama Bili berpuasa, dia melakukan aktivitas sebagaimana biasanya, bermain, membaca, dan berolahraga. Sampai jam 9.00 pagi, dia masih kuat dan tidak begitu menghiraukan puasanya.

Jam 10.00 siang dia pulang, karena sudah berjanji dengan Ibunya untuk pulang membantunya membersihkan rumah, kebetulan ayahnya libur dan berencanya untuk mengecat rumah.

30 menit waktu berlalu, setelah banyak yang dia kerjakan, Bili mulai merasakan haus, sesekali dia melihat jam dinding di ruang tamu, tidak ada yang berubah, terus menerus dia pelototin jam itu, tetapi masih saja seperti itu, tidak bergerak dengan cepat.

Baca juga: Empat perkara yang membatalkan puasa

Bili merasakan betapa lambatnya jam itu berputar, “Bunda? jam dinding itu tidak rusakkan?”

Bundanya tahu itu hanya candaan Bili, maka dari itu ibunya hanya memberika senyum lebar kepadanya. Dia mencoba menghilangkan rasa haus itu dengan tiduran di lantai yang dingin dan lembab, walau pun demikian, tetap saja pandangan matanya pada jam dinding itu.

Rasa haus yang dia rasakan membuatnya tidak ngantuk, tetapi namanya juga manusia, jika sudah rebahan mah bisa ngantuk juga. Beberapa kali kelopak matanya menutup, tetapi rasa haus itu yang membuatnya tidak bisa tidur.

Cerita Puasa Ramadhan Untuk Anak (Salah Paham)
Cerita Puasa Ramadhan Untuk Anak (Salah Paham)

“Bunda, apakah aku boleh minum air untuk berbuka?”
“Aduh sayang Nak! sudah hari ke-4 ini kamu belum bolong puasanya, tetapi itu terserah kamu sih,” jawab bundanya.

Bili akhirnya tertidur juga, bunda dan ayahnya sudah selesai membereskan rumah dan mengecat ulang bagian samping rumahnya, tidak diselesaikan semua, kerena memang waktu sholat ashar sebentar lagi akan berkumandang.

“Allahu Akbar Allahu Akbar,” suara adzan terdengar begitu nyaring diteling, karena mesjid berada tidak jauh dari rumahnya. Suaranya begitu enak didengar dan merdu banget, seperti petugas muazin di Masjidil Haram.

“Assalamualaikum, Billinya ada tante?” merasa tidak ada yang menjawab, dia mengulang salam dan pertanyaanya berkali-kali dari pintu depan rumah Bili.

“Bili! Nak! buka, buka…. Nak Buka, Bunda mau sholat.”

Baca juga: Jadwal minum air putih pada saat puasa

Dengan bahagia Bili langsung berlari menuju dapur dan mengambil gelas dan mengisinya dengan air dingin yang tentunya akan menyegarkan tenggorokannya. Satu gelas dia minum air es itu, di depan ibunya yang baru keluar dari kamar mandi setelah mengambil wudhu.

“Kamu ngapain, kok minum, sayang loh puasanya, kan jadi batal!”

“Lah! tadi kata bunda udah buka, langian tadi aku dengar suara Azdan walau samar-samar,” jelas Bili kepada Bundanya.

“Maksud Bunda, kamu buka pintu depan, karena ada yang mengetuk dan mengucapkan salam.”

“Hahaha, kalian salah paham,” sahut ayah Bili yang ternyata mengetahui kejadian itu.

Semuanya tertawa, Bili memutuskan untuk melanjutkan puasanya dan membuka pintu depan, ternyata itu Mahesa yang mengajaknya untuk bareng pergi ke pengajian di mesjid setiap ba’da Ashar. Bili mempersilahkan masuk, kemudian dia mandi dan rapih.

Tamat! hanya itu saja cerpen buatanku.

Oia aku ada 2 pertanyaan nih untuk kalian:

  1. Ba’da Ashar itu jam berapa ya?
  2. Apakah bili batal? tapi kan dia tidak tahu?

Tulis jawaban kamu di kolom komentar ya.

Yuk tulis komentar kamu