Cerita Rakyat Belanda Willem dan Irene Anak Yang Jujur
Cerita Rakyat Belanda Willem dan Irene Anak Yang Jujur
in

Cerita Rakyat Belanda Willem dan Irene Anak Yang Jujur

Cerita Rakyat Belanda Willem dan Irene Anak Yang Jujur. Cerita ini adalah kisah tentang dua orang anak yang bernama Willem dan Irene, mereka tinggal di Desa Volendam, kota ini terkenal dengan kota nelayan yang sangat ramai dengan turis dari berbagai Negara.

Desa Volendam terletak 20 Km dari Amsterdam, tahu gak itu ibu kota negara mana?

Iya betul Amsterdam adalah ibu kota Negara Belanda, di sana yang paling terkenal adalah tulisan “I Amsterdam” yang ada di Vondelpark, oia yang terkenal di sana juga adalah kincir anginanya loh!

Ok lanjut ke cerita ya…

Irene dan Willem bukan adik dan kakak, mereka hanya bersahabat dari kecil, kedua ayah mereka seorang nelayan yang selalu mencari ikan tuna untuk dijual ke pasar.

Irene adalah anak perempuan dan Willem adalah anak laki-laki, mereka selalu menunggu kedatangan ayahnya pagi hari di pinggir pelabuhan.

Baca juga: Rumah pohon buatan kakek

Umur mereka 9 tahun dan selama itu pula mereka selalu bersama-sama, mungkin karena mereka tetanggaan jadi lebih dekat dan bertemu setiap hari.

Sambil menunggu kedua ayah masing-masing, mereka bermain dan membantu nelayan yang datang bersandar, mereka juga mendapatkan upah walau tidak banyak, karena mereka masih kecil dan tidak banyak yang bisa mereka lalukan.

“Apakah kalian melihat perahu ayah kami,” Willem yang cemas bertanya kepada salah satu kepala nelayan yang kapalnya baru saja bersandar.

“Maaf kami tidak melihatnya, mungkin coba tanya ke kapal nelayan yang mau bersandar di belakang,” jawabnya.

Setelah kapal itu menurunkan ikan, akhirnya kapal selanjutnya bergantinan. Kepala nelayan memberitahukan bahwa ayah mereka tidak langsung ke darat, tetapi meneruskan pencarian ikan tunanya ke arah utara, begitu penjelasannya.

Baca juga: Belajar dari kesalahan diri sendiri

Willem dan Irene segera berlari menuju bagian utara pelabuhan yang tidak kalah padat dengan kapal nelayan yang akan bersandar. “Irene, kamu lihat langit di sebelah utara itu sangat mendung sekali,” ucap Willem dengan penuh cemas.

“Jangan khawatir, kita berdo’a saja agar ayah kita tidak apa-apa dan pulang dengan ikan yang banyak,” jelas Irene menenangkan hati Willem yang tengah cemas.

“Tuhan, lindungi Ayah kami, selamatkan dan berikan kelancaran dalam bekerja dan lancarkan rezekinya,” ucal Willem yang penuh pengharapan.

“Aamiin,” Irene mengamini apa yang menjadi do’a Willem

Tidak lama langit utara yang mendung itu menjadi cerah, bendera kapal ayah mereka terlihat begitu kelas walau dengan jarak yang jauh, “Lihat itu kapal ayah kita,” ucap Irene menunjuk ke salah satu kapal paling ujung yang antri untuk bersandar.

Ayah mereka tidak memiliki kapal, setiap hendak melaut mereka selalu menyewa kepada orang kaya di sana pemilik banyak kapal. Hanya beberapa orang nelayan saja yang memiliki kapal, selebihnya menyewa juga.

Cerita Rakyat Belanda Willem dan Irene Anak Yang Jujur


Cerita Rakyat Belanda Willem dan Irene Anak Yang Jujur

Begitu kapal bersandar, “Ayah tidak apa-apa kan, aku khawatir karena langit utara begitu gelap,” ucap Willem kepada ayahnya.

“Tidak apa-apa nak, ayo bantu ayah membawa ikan tuna untuk dijual ke tengkulak.

Sebelum sampai di sana, ada seseorang yang mendekat dan bermaksud untuk membelinya, tetapi pembeli itu ingin memakan ikan itu di rumah mereka.

Jansen ayahnya Irene segera mempersiapkan dan membersihkan dibantu oleh ayahnya Willem yaitu Hendrik. Willem dan Irene juga membantu membersihkan kotoran dari perut ikan itu, tiba-tiba di dalam kotoran perut ikan itu mereka menemukan cincin berlian, kemudian memberikan cincin itu kepada si pembeli.

Melihat kejujuran mereka, pembeli itu membuka pakaian lusuhnya itu dan terungkaplah bahawa dia adalah seorang pangeran dari kerajaan yang sedang menyamar dan mencari orang jujur untuk menemaninya.

Baca juga: Nenek pemilik suara misterius

Willem yang diangkat menjadi pengawal pribadi dan Irene diangkat menjadi adiknya. Sejak saat itu mereka berdua resmi menjadi anggota kerajaan, sebagai bentuk penghormatan kepada ayah mereka, Willem dan Irene memberikan kapal agar tidak lagi menyewa kepala nelayan lain.

Pesan Moral cerita rakyat Belanda Willem dan Irena: Anak yang jujur akan memiliki banyak teman dan dipercaya banyak orang!

Ayo Vote! Biar makin trending.

74 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Ditulis oleh Alya Khoirunnisa

Hanya cerita dari anak yang sedang belajar jadi penulis

Years Of Membership

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi

Dongeng Putri Salju dan 7 Kurcaci Terbaru

Dongeng Putri Salju dan 7 Kurcaci Terbaru

Cerita Pendek Bahasa Inggris Dan Artinya | Fabel

Cerita Pendek Bahasa Inggris Dan Artinya | Fabel