in

NgakakNgakak

Cerita Rakyat Korea Matahari dan Bulan (Harimau)

Cerita Rakyat Korea Matahari dan Bulan
Cerita Rakyat Korea Matahari dan Bulan

Cerita rakyat Korea Matahari dan Bulan. Hiduplah seorang wanita yang memiliki dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Dia bekerja keras untuk menghidupi keduanya, selain sayang, dia juga menaruh harapan besar, agar kelak anaknya tidak seperti dirinya.

Setelah pulang bekerja, dia melihat kue baras kesukaan anakknya, kemudian membeli beberapa untuk mereka, “Anak-anakku pasti lapar,” pikirnya. Setelah bembayar, dia bergegas pulang.

Di perjalanan pulang, dia bertemu dengan harimau besar. “Berikan aku kue beras. Maka, aku tidak akan memakanmu,” gertak harimau. Wanita itu nampak pasrah, memberikan sepotong kue beras kepadanya. Tapi harimau masih mengikuti terus.

Ketika kue itu sudah habis, “berikan lagi aku sepotong kue beras lagi,” gertaknya lagi. Dia pun memberi sepotong kue beras lagi.

Baca juga : Dongeng Lutung Kasarung

Harimau itu terus memintanya, sampai akhirnya kue beras itu pun habis, karena tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, maka wanita itu pun dimakan.

Niat jahat harimau tidak sampai di situ saja, dia mengenakan pakaian wanita tua itu, kemudian pergi menuju rumahnya.

“Buka pintunya, sayang,” kata harimau.

Ini memang jam Ibunya pulang, mereka bergegas untuk membuka pintu, tetapi Ibunya selalu berpesan, sebelum bembuka pintu biasankan untuk bertanya dahulu, “siapa itu, kamu bukan ibuku. Suaramu terlalu serak. Ibuku lembut suaranya, ”ucap saudara laki-lakinya.

“Mungkin karena Ibu kedinginan di sini.”

“Coba, tunjukkan tanganmu,” pintanya untuk memastikan.

Harimau itu pun menunjukkan tangannya.

“Tangan Ibuku tidak berbulu dan hitam seperti itu,” jelasnya.

Harimau mencari akal, kemudian dia melihat ada tepung di kernjang belanjaan yang dia bawa. Karena tangannya sudah berubah putih, akhirnya dia dipersilahkan masuk. Setelah pintu dibuka, Harimau memasuki rumah, “Ibu akan membuat makan malam, kalian tunggu di sini.”

Mereka melihat ada yang aneh, yaitu ekor yang terliah di bagian belakang badannya. “Itu bukan Ibu. Itu harimau,” kata kakak laki-lakinya.

“Apa yang harus kita lakukan?” Adik perempuannya bingung.

“Kita harus lari dari sini.”

Mereka berlari keluar dan memanjat pohon di dekat sumur. Harimau mencari mereka di sana-sini. Kemudian, dia melihat wajah anak-anak terefleksi pada air di dalam sumur.

“Oh, kamu ada di dalam sumur. Aku akan mengambilmu dengan mangkuk ini,” kata harimau itu.

Harimau yang bodoh itu ditertawakan. “Oh, kamu ada di pohon.”

Harimau mencoba memanjat pohon. Tetapi dia tidak bisa melakukannya. “Bagaimana kamu memanjat pohon itu?” Harimau bertanya.

“Kami menggunakan minyak,” mereka membohongi harimau agar tidak bisa memanjat pohon.

Harimau itu menggosok beberapa minyak di tangannya. Dan dia mencoba memanjat pohon itu. Tapi apa yang dia lakukan sia-sia, ya bagaimana bisa naik, kan minyak membuat pohon itu menjadi licin.

Mereka menertawai harimau yang tidak bisa memanjat, tanpa sadar mereka menjelaskan bagaimana caranya memanjat pohon, “Kamu bisa menggunakan kapak.” ucap adik perempuannya.

Harimau mengambil kapak dan membuat sayatan-sayatan kecil pada batang pohon. Lalu, dia pun bisa memanjatnya.

Baca juga : Ringkasan Cerita Cindelaras

Mereka tambah ketakukan dan berdoa kepada Tuhan. “Jika Tuhan ingin kami hidup, tolong berikan tali,” itu doa anak-anak itu sambil menengadah ke atas.

Tidak lama, jatuh lah seutas tali dari langit. Mereka memegangnya dan naik ke langit.

Harimau yang tidak bisa menangkap mereka, dia pun berdoa kepada Tuhan. “Jika Tuhan ingin aku menangkap mereka, tolong berikan tali.”

Tali yang sama pun turun dari langit, Harimau memegangnya dan ikut memanjat juga, Tapi sayang, talinya yang digunakannya tiba-tiba putus dan dia pun jatuh.

Anak-anak yang naik ke langit itu berubah menjadi bulan dan yang satunya lagi menjadi matahari.

Baca juga : Legenda Batu Menangis

Itulah cerita rakyat Korea Matahari dan Bulan yang terkenal, kisah cinta singkat Ibu kepada anaknya yang dihancurkan seekor harimau. Cerita rakyat Korea ini dikutip dari asianfolktales

Ditulis oleh Ulfa DJ

Hellooo

Years Of MembershipContent AuthorQuiz Maker

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi