in

KerenKeren

Cerpen Teman Sejati – Origami

Cerpen Teman Sejati - Origami
Cerpen Teman Sejati - Origami

Cerpen Teman Sejati – Origami. Langit-langit kamar Andin dipenuhi oleh gantungan burung origami. Ia senang sekali membuat origami, entah itu berbentuk burung, kapal, bahkan dompet. Hobinya ini bermula dari ajakan Kayla, tetangga sekaligus teman sekolahnya.

“Kamu lagi ngapain sih, Kay?” Tanya Andin ketika mereka sedang bermain di kamar Kayla dan Kayla tampak sibuk dengan segepok kertas warna.

Kayla tersenyum dan memperlihatkan buah karyanya, “Aku sedang membuat origami, Din.”

“Origami?”

“Iya, origami itu asalnya dari Jepang, artinya adalah seni melipat kertas. Lihat, dari kertas ini aku bisa buat miniatur burung. Lucu kan?” Kayla menyerahkan burung buatannya pada Andin.

“Bagus bangeettt!” Mata Andin berbinar, “Boleh ajarin aku gak, Kay?”

“Boleh banget! Nanti kita ke Jepang sama-sama ya, din!”

Kayla adalah anak yang pintar, ia ingin sekali pergi ke Jepang untuk melanjutkan pendidikan. Meskipun memiliki penyakit gagal ginjal, Kayla tak pernah menyerah dan terus mencari tahu hal-hal terkait Jepang. Ia bahkan sudah hapal abjad dan cara menulis khas Jepang. Ia juga sudah mengetahui berbagai kebudayaan Jepang, seperti membuat origami dan tradisi minum teh.

Kadang-kadang, setelah membuat origami, Kayla akan mengajak Andin untuk minum teh bersama. Di sana pula Kayla akan berbicara sedikit-sedikit dengan bahasa Jepang. Melihat kesungguhan Kayla, Andin jadi ikut semangat untuk membantunya. Andin pun ikut belajar tentang Jepang supaya bisa saling bercerita dengan Kayla.

Suatu saat, penyakit Kayla kambuh, ia harus dirawat di ruang UGD. Andin selalu ingin menemani Kayla dan menyemangatinya, namun sayang ia tak boleh sering masuk ke rumah sakit. Di hari minggu yang mendung, akhirnya Andin diizinkan menjenguk Kayla. Sayangnya keadaan Kayla sudah memburuk dan hanya bisa bicara pelan. Andin mendengar Kayla sempat berkata, “Din, kalau aku gak bisa ke Jepang, kamu yang harus ke sana ya.”

Itulah perkataan terakhir Kayla. Ia menghembuskan napas untuk terakhir kalinya sebelum sempat pergi ke Jepang. Kenangan itu terus membekas di hati Andin dan membuatnya semangat untuk belajar.

Hari ini, Andin sudah menginjak usia 17 tahun. Dengan membawa origami, ia berziarah ke makan Kayla. Andin mendoakan Kayla, memperlihatkan origami buatannya, lalu berbisik pada batu nisan layaknya berbisik pada telinga Kayla, “Kay, besok aku akan ke Jepang. Kubawa origami ini, selayaknya aku membawa kamu.”

Andin yakin, Kayla sedang tersenyum bangga di Surga sana.

~Tamat~

Baca:
Cerpen Persahabatan Lucu – Mencari Pondasi
Cerpen tentang corona

Terima kasih sudah membaca Cerpen teman sejati yang berjudul Origami. Koreksi jika ada kesalahan dan bagikan jika ini bermanfaat.

Yuk tulis komentar kamu