in

SedihSedih SenangSenang KagetKaget KerenKeren

Contoh Cerpen Tentang Remaja

Contoh Cerpen Tentang Remaja
Contoh Cerpen Tentang Remaja

Cerpen tentang remaja. Aku harap kalian tidak menertawakan tulisanku ini, mohon koreksi jika aku salah dan berikan penjelasannya ya.

Cerpen tentang remaja ini aku beri judul “Ramalan Bintang” Cerpen ini bukan tentang cinta atau romance, tetapi tentang persahabatan, karena aku tahu pasti tidak akan di approve, hehe. Dibaca sampai selesai ya, terima kasih.

Baca juga: Contoh puisi hari Guru

Cerpen Tentang Remaja – Ramalan Bintang

“Bukan karena lagu ini aku menunggunya di sini, bukan juga karena burger ini, yang tidak bisa aku habiskan walau tinggal sedikit,” kalimat itu tiba-tiba saja muncul di pikiran Anita, yang sedang matapak kosong ke arah pelayan rumah makan cepat saji.

Mungkin karena kesal, atau karena sudah makan 3 burger, yang jelas karena Hanna, temannya yang tak kunjung datang. Hanna dan Anita memang sudah janjian dari Jum’at kemarin untuk makan dan mengerjakan tugas sekolah di sini.

Mereka berdua kelas 9 SMP, dua anak gadis yang beranjak dewasa ini, beberapa bulan akan jarang bertemu. Hanna memutuskan untuk sekolah di luar pulau, yaitu di Bali, ikut keluarganya yang sudah pindah 3 bulan lalu.

Baca juga: Lanjutan cerita: Dengan tergesa Meza menuju perpustakaan sekolahnya …

Mereka sahabat baik, bahkan keduanya saling mengakui yang terbaik, teman-temannya sering mengatakan bahwa keduanya adalah best friendyang retak.

Kenapa demikian?

Karena mereka tidak pernah akur, selalu bertengkar, bahkan hampir sisa setengah hari, dalam setiap hari, mereka isi dengan aksi GTM atau gerakan tutup mulut. Tapi, besoknya mereka berbincang seperti tidak ada kejadian apa-apa kemarin.

Kejadian itu terus terulang, bahkan berulang-ulang, sampai beberapa teman mereka ada yang menjadikan keduanya menjadi bahan taruhan, “Hari ini, Hanna dan Anita bertengkar gak?”

Menurut ramalan bintang Anita memiliki zodiac Libra dan Hanna adalah Taurus, keduanya memang tidak cocok, tapi kenapa mereka masih baik?

Tanpa Anita sadari, beberapa bangku di sana mulai dibersihkan, mulai ditumpuk di atas meja, dan mulai tidak ada pengunjung lagi, “Kak, maaf kami sudah mau tutup,” jelas pelayan mengingatkan Anita yang melamun.

“Aduh, maaf saya juga sudah mau pulang kok,” jawab Anita sambil menutup aplikasi website ramah anak. Ternyata sudah lebih dari 3 jam dia menunggu Hanna yang entah dimana. Setalah meminta maaf, Anita pergi menuju pintu keluar Mall di daerah Depok itu.

Betapa sedih Anita, sampai dia tidak ingin lagi menghubungi Hanna atau menanyakan posisi dia saat ini.

Seperti ada yang aneh, Anita pun melirik ke kanan dan ke kiri, memastikan bahwa tidak ada apa-apa, karena memang semua etalase toko satu lantai itu sudah tertutup rapat. Seperti bukan berada di dalam Mall, itu yang sering kita rasakan pada kondisi Anna.

Baca juga: Broken home artinya?

“Sut,” satu kata itu terdengar memanggil di belakangnya. Dia diam dan melanjutkan jalannya sedikit lebih cepat. “Sut,” kata kedua didengarnya tetapi di bagian depan dirinya, seakan tidak ingin melihatnya, diapun menuduk dan segera menuruni eskalator turun yang masih menyala.

PR bagi Anita karena dia berada di lantai 3, jadi dia seakan berlari, untuk segera turun. “Sut,” suara itu semakin dekat di belakangnya, karena dia takut akhirnya berlari dengan sangat cepat.

“Treet… Tree…”

Bunyi terompet menghentikan langkahnya, sekaligus membuat semua ketakutannya berakhir. Hanna dan beberapa temannya datang membawa kue ulang tahun.

Anita sama sekali tidak menyangka hal ini, semua sudah direncanakan dengan matang, sampai-sampai dia tidak menyadari beberapa teman sudah memantau dia dari sore, demi lancarnya kejutan ini.

“Happy Birthday Anita,” ucapan itu langsung menghapus semua kekesalannya, semua kemarahannya terhadap Hanna. Mereka berdua berpelukan dan saling meminta maaf satu sama lain.

Kisah ini menjelaskan bahwa tidak semua ralaman itu nyata, apa lagi bagi kalian yang masih percaya ramalan bintang (zodiac). Mengetahui ramalan tidak ada salahnya, tetapi mempercayainya itu yang tidak boleh.

Sebagai orang Islam yang Islami, kita hanya boleh takut dan percaya kepada Allah SWT,  sang Maha Pencipta, sang Maha Besar untuk semua masalah yang kecil bagi-Nya.

Kunci persahabatan adalah saling menyadari kekurangan satu sama lain, Anita yang begitu sabar menghadapi tingkah konyol Hanna, mampu mempertahankan persahabatan bertahun-tahun.

Baca juga: Cerpen Sepatu Butut

Itulah contoh cerpen remaja singkat tentang persahabatan buatanku, mohon koreksi dan masukannya. Sekali lagi terima kasih sudah membaca.

Yuk tulis komentar kamu