in

NgakakNgakak SedihSedih SenangSenang

Dibully atau diremehkan teman sekolah, balas saja dengan prestasi

Dibully atau diremehkan teman sekolah, balas aja dengan prestasi
Dibully atau diremehkan teman sekolah, balas aja dengan prestasi

Dibully atau diremehkan teman sekolah, balas saja dengan prestasi! Kalian pernah dibully gak? Kalo pernah, gimana rasanya? Aku pernah kok dibully. Malah sama teman dekat sendiri. Rasanya pahit! Kok pahit sih?? Maksud pahit itu bukan artinya seperti pahit makanan, tapi pahit rasanya perasaan. Ini pengalamanku sendiri kok. Tapi nama pembullynya aku gantikan.

Hari ini kami masuk kelas komputer. Nama gurunya miss Brady, dia sangat hebat dengan komputer. Aku suka dengannya, karena dia orangnya baik. Setelah 30 menit berlalu…

Kringggggg!! Bell berbunyi untuk lunch.

Saatnya makan siang… aku selalu makan bersama kedua teman dekatku namanya Grace dan Antora. Kami selalu bercerita tentang kelas saat makan. (dan aku tahu memang tau kalo sambil ngobrol itu tidak baik, yang baik itu memuji makanan yang kita makan, sehingga mampu meinikgkatkan semangat makan kita) ok! lanjut ke cerita, kami memakan lunch kami di rumput sintetik yang di sediakan oleh sekolah.

quote sedih untuk kamu
quote sedih untuk kamu

“Eh Nay,” kata Grace.

“Ada apa?” tanyaku sambil memakan lunchku yaitu cheese toasty.

“Kenapa kamu tanya ke aku waktu kamu gak tau bahasa inggris nya ke mr. Li? ”  tanyanya

“Kan aku lupa grace, bukan gak tau, lagian juga apa masalahnya kalo nanya dengan kamu?” aku jawab seperti itu.

Kami pun melanjutkan lunch, karena tidak enak dengan Antora yang kelahiran Bangladesh. “oh iya Naya, si Adeena sama Syifaun bilang kamu dump loh, gara-gara kamu gak bisa bahasa inggris!” dump = sampah katanya dengan sedikit tertawa.

Baca juga: Penyebab bullying terjadi di Sekolah

“Terserahlah, palingan kamu yang bilang aku dump iyakan DORK?!?! Oh and again, aku bisa kok bahasa inggris! Aku aja baru datang kesini udah tau bahasa inggris, dari pada kamu gak bisa sama sekali. Jangan remehin orang jugalah sebulum kamu gomong G-R-A-C-E!” jawabku dengan sedikit marah dengannya, karena omongannya yang amat kasar. Dia tak bisa menjawab, hanya bisa menunjukan wajah kesalnya.

Sehabis sekolah, aku langsung pergi kerumah. “What’s your day honey?”  tanya umiku.

“Good.” katakuku sambil muka yang kesal.

“Tell me all the story after i cooking kay?”  katanya yang lagi masak.

“Ok, tell me all about it for today.” tanya umiku yang selalu bertanya kepadaku.

Aku pun bercerita tentang semua yang terjadi. Termasuk tentang Grace. “Hmmm…  Do you think you’re dump? ” tanyanya lagi, sambil melihat denganku serius.

qoute sedih banget
qoute sedih banget

“Of course not!  I’m a genius! She was the dump person.” kataku menjawab.

Ibuku tersenyum. Tetapi rasa dendam di hatiku itu masih ada. Langsung aku mengambil kertas dan menggambar kawan-kawanku yang aku sangat kesal. Umiku sangat kepo apa yang aku tulis di kertas kosong itu. Sampe-sampe umiku harus nyari-nyari kertas itu di kamarku.

Beberapa hari kemudian…

Di sekolah ada kegiatan, dimana aku harus bekeja sama dengan Adeena, Syifaun dan teman yang lain. Kami menyelesaikan semuanya dengan baik, bahkan banyak ide yang aku ajukan diterima dengan baik oleh mereka.

Aku pikir mungking ini adalah waktu tepat untuk bertanya ke Adeena dan Syifaun. “Hey, you guys!” kataku.

Baca juga: Contoh budi pekerti dikehidupan sehari-hari

“Oyy, Adeena respect!”  kata Syifaun mengingatkan Adeena.

“Oh, sorry Naya. I didn’t see you.. What’s up?”  tanyanya.

“Do you guys thinks i’m a dump person?”  tanyaku dengan serius.

“What the…?  No you NOT a dump person Naya. You are the talented person in our class.. Remember mr. Li said that…?” kejut Adeena.

“Well..  You guys said so.” kataku mengeyel.

“What who said that?!?  We not say you are dump??” kata mereka terkejut dan merasa maaf.

“G-R-A-C-E.”  jawabku besar.

quote pemberi semangat
quote pemberi semangat

“No, we doesn’t said that, maybe it’s just Grace said that.” kata Syfaun.

“So… You guys doesn’t  say i’m dump..?”  tanyaku.

“Why we said you are dump? You are special” kata mereka serempak.

“Oh, thank you guys!..” jawabku bahagia.

Pesan Moral Cerita

Pesan untuk tukang bully: Merendahkan orang lain mungkin menyenangkan bagimu, tapi apakah kamu pernah berpikir apa yang terjadi jika kamu jadi orang yang kamu? atau jika itu terjadi pada adik atau kakakmu, atau keluargamu?

Pesan untuk anak yang dibully: Jangan dengar kata mereka yang meremehkanmu. Itu terjadi karena mereka belum mengenalmu, atau mungkin kamu kurang bergaul, perbanyak teman, dan jangan sombong. Ingat! membalas bulian dengan bulian, hanya akan memperkeruh suasana, sudahlan abaikan saja, cukup tunjukan karya atau prestasimu untuk mengubah itu semua.

Kamu mau menulis cerita seperti ini juga? Tulis sekarang!

Yuk tulis komentar kamu