in

SenangSenang KerenKeren

Dongeng Kelinci dan Kura-kura

Dongeng Kelinci dan Kura-kura
Dongeng Kelinci dan Kura-kura

Di suatu pagi yang cerah di hutan, kelinci sedang berolahraga berlari. Kelinci terkenal dengan sifat kesombongannya. Karena kesombongannya, warga hutan tidak menyukai kelinci.

Saat itu, kura-kura melihat kelinci. “Kau sedang apa kelinci?” Tanya kura-kura. “Aku sedang berolahraga dong…” kata kelinci. “Aku kan yang tercepat di hutan ini” kata kelinci dengan sombong. “Tidak sepertimu kura-kura, lambat banget jalannya, lihat nih… aku bisa berlari dengan cepat” kata kelinci dengan kesombongannya.

Selesai berolahraga, kelinci datang ke rumah kura-kura. “Hei kura kura! Aku tantang kamu untuk lomba lari besok! Jangan pikir kau akan menang ya! Dada…” kata kelinci menantang kura-kura. Kura-kura hanya diam dan menghela napas. Kura-kura sudah biasa dengan kesombongan kelinci. Kura-kura sudah mendengar ribuan kali diejek oleh kelinci dianggap lambat.

Keesokan harinya saat kura-kura sedang menuju tempat perlombaan yang dijanjikan, kelinci sudah menunggu di tempat perlombaan. “Mana sih kura-kura lambat itu?” kata kelinci pada dirinya sendiri. Berselang 1 jam kemudian, akhirnya kura-kura pun datang dan menghampiri kelinci. “Dari mana saja kamu kura-kura lambat? Aku sudah menunggu dari 1 jam yang lalu!” kata kelinci. “Tentu saja aku dari rumah, aku tidak mampir-mampir kok” jawab kura-kura. “Emang dasar lambat ya kamu!” kata kelinci mengejek kura-kura.

Perlombaan pun dimulai. Sorak sorai penonton menyemangati kura-kura. Walaupun kura-kura sudah tertinggal jauh, penonton tetap menyemangati kura-kura.

Kura-kura tertinggal sangat jauh. Kelinci pun merasa bosan. Karena merasa tidak ada saingan, kelinci pun menunggu di bawah pohon yang rindang. “Saat aku melihat kura-kura sudah mendekat aku akan kembali berlari” pikir kelinci. Sepoi-sepoi angin yang berhembus membuat kelinci mengantuk. Lama kelaman kelinci pun tertidur.

Saat kura-kura sampai di dekat kelinci yang sedang tertidur, kura-kura mengambil kesempatan ini. Kura-kura tidak membangunkan kelinci melainkan membiarkannya tertidur lelap dan kura-kura melewati kelinci dengan hati-hati tanpa suara agar tidak membuat kelinci terbangun. Akhirnya kura-kura berhasil melewati kelinci tanpa kelinci sadari.

Ketika terbangun, kelinci buru-buru berlari kembali. Saat mendekati garis finish, kelinci kaget melihat kura-kura sudah hendak menginjak garis finish itu. Kelinci pun berlari semakin kencang hingga tersandung batu karena tidak melihatnya. Akhirnya kura-kura yang memenangkan perlombaan itu. Penonton pun bersorak gembira.

Kelinci pun menyesal atas perilakunya yang tidak sopan terhadap warga hutan terutama kura-kura. Kelinci menghampiri kura-kura dan meminta maaf. “Kura-kura, aku minta maaf atas perilakuku ya” kata kelinci meminta maaf pada kura-kura. “Iya kelinci, aku sudah memaafkanmu sejak dulu. Akan tetapi jangan diulangi lagi ya?” kata kura-kura. “Ok, aku berjanji. Aku sangat menyesal dengan sikapku selama ini” janji kelinci. “Kelinci, sebaiknya kamu minta maaf juga kepada warga hutan atas perilakumu selama ini. Kamu tidak hanya bersalah kepada aku saja, tetapi bersalah juga dengan warga hutan” nasihat kura-kura. “Baiklah kura-kura, aku akan meminta maaf kepada semua warga hutan” kata kelinci. Kelinci pun meminta maaf kepada warga hutan. Akhirnya, kelinci dan kura-kura bersahabat selamanya. Bahkan Kelinci disukai warga hutan dan memiliki banyak teman. Kura-kura semakin senang dengan sikap sahabatnya yang telah berubah.  Yang tadinya sombong, menjadi baik.

Suatu hari…

“Kura-kura, terima kasih ya, ini semua karenamu. Berkat kamu, aku bisa menjadi seperti ini” kata kelinci tiba-tiba. “Sama-sama kelinci, aku senang kamu bisa merubah sikapmu sendiri” kata kura-kura. “Maksudnya, apa kura-kura?” Tanya kelinci. “Maksudnya adalah kamu belum tentu bisa sebaik ini jika hanya karena aku, tetapi semua karena dirimu sendiri” kata kura-kura. “Bisa jadi saat aku menang, kamu jadi marah atas kekalahanmu, lalu sifatmu malah jadi semakin buruk. Untung kamu menyadari kesalahanmu dan menyesal” kata kura-kura melanjutkan. ”Oh iya juga ya, oke terima kasih diriku..” kata kelinci. Kura-kura pun tertawa mendengar perkataan kelinci.

Akhirnya, kelinci dan kura-kura bersahabat selamanya. Kelinci pun dimaafkan oleh warga hutan. Bahkan kelinci dijadikan seorang pengasuh anak di hutan itu.

Baca juga:
Akibat atau Kerugian Tidak Percaya Diri
Solusi untuk Nina yang tidak mau sekolah
Anak malas dan sombong

PESAN MORAL
Dongeng Kelinci dan Kura-kura

Kita tidak boleh sombong, apalagi mengejek seseorang. Jika kita sombong, kita tidak akan disukai teman-teman karena kesombongan kita. Jadi yang sombong, ubahlah sifatmu menjadi orang yang baik hati.

Sekolah: SDI Cikal Harapan 2
Karya: Rafifa Amira Rahmani
Umur: 10 Tahun
Kelas: 4A

Kamu juga bisa mengirim tulisan seperti ini. Yuk, Buat Sekarang!

Yuk tulis komentar kamu