in ,

KerenKeren

I am a food vlogger! Part 3

I am a food vlogger
I am a food vlogger

I am a food vlogger! Part 3. Beberapa part sebelumya dapat kalian baca, link ada di bagian akhir artikel ini.

SEMINGGU KEMUDIAN…

Hari ini aku akan mengunjungi beberapa restoran terkenal di Yogyakarta, untuk membuat video di channel YouTube ku.

“Oh iya, Rubee. Kita nggak jadi jalan-jalan keliling kota, tapi keliling Prancis,” kata Ayah. Rupanya mereka semua memberikan kejutan kepadaku, dan aku benar-benar terkejut.

“Haaah??? Prancis??? Yang benar? Memangnya di sana ada makanan Halal, ya?” tanyaku.

“Iya, dong. Banyak, lagi,” jawab Ayah.

Kami pun langsung meluncur ke Bandara Adisucipto Yogyakarta. Ternyata, Ayah sudah memesan tiket dan check-in lewat aplikasi. Jadi nggak usah ngantri-ngantri lagi, deh! Tinggal duduk di ruang tunggu. Kebetulan kami hanya membawa 3 koper kecil yang dapat dibawa, jadi nggak usah dimasukin ke bagasi pesawat lagi.

“Wah, ada mie ramen instant, tuh. Di vending machine! Rubee beliin Ayah, ya,” kata Ayah sambil memberikanku beberapa lembar uang.

“Waah, iya. Aku mau beli es krim, ah!”

Aku membeli es krim rasa Melon, Ayahku membeli mie ramen instant rasa Spicy Curry. Sedangkan Ibu… Eh. Ibu kemana, ya?

“Ayah tahu nggak, Ibu dimana?” tanyaku kepada Ayah.

Ayah menggeleng.

Aha! Aku melihat Ibu sedang membeli snack untuk dimakan di pesawat, pada sebuah vending machine.

“Perhatian perhatian. Kepada penumpang pesawat Franchise Air, dengan nomor penerbangan FR 123, tujuan Paris. Dipersilahkan untuk memasuki pesawat udara melalui pintu 3. Terima kasih,”

Suara pengumuman itu menggema!

“Itu pesawat kita,” kata Ibu.

Kami pun langsung memasuki pesawat. Di dalam pesawat, disediakan selimut, bantal, dan sebuah monitor mirip TV, tapi lebih kecil daripada TV.  Lalu, kami langsung take off dan hampir semua penumpang di pesawat itu tidur, karena perjalanannya memang lama.

Seorang pramugari menghampiri kami, dan memberikan kami sebuah menu bertuliskan menu makanan yang dapat kami pesan. Ada makanan halal nya juga, loh! Aku langsung memesan avocado toast with honey whip kepada pramugari itu. Aku memakan makanan yang aku pesan dengan tenang. Karena bosan, aku akhirnya menonton film ‘The Small Foot’ di layar monitor dalam pesawat. Aku pun tertidur karena merasa capek.

Baca juga: Cerita Misteri kucing hitam

Beberapa jam kemudian…

“Rubee, bangun. Kita sudah sampai di Prancis! Ayo, turun dari pesawat,” kata Ibu membangunkanku.

Aku langsung melihat bandara Charles de Gaulles Paris yang sangat besar! Aku terkagum-kagum melihatnya.

Oh iya, kata Ayah, kami di sini hanya 1,5 bulan. Sisanya kami akan berlibur di rumah.

“Kita mau kemana dulu, Yah?” tanyaku kepada Ayah.

“Ke hotel dulu,” jawab Ayah.

Kami pun masuk ke Hotel de Crillon. Hotel itu sangat besar dan megah!

“Ayah, kita kamar kita nomor berapa?” tanyaku.

“Nomor 212,” jawab Ayah.

Kami sekeluarga pun naik ke lantai 2, langsung berjalan ke depan pintu kamar dan membuka pintu kamar hotel. Ranjang tidurnya ada 3! Besar sekali! Aku langsung tiduran di atas ranjang tidur yang empuk dan nyaman itu. Lalu, aku berjalan ke kamar mandi dan mandi. Segarnya! Rasa lelah yang tadinya menempel, langsung hilang. Tapi airnya memang dingin, sih…

Aku mengambil teko listrik dan mendidihkan air dengan teko itu. Aku memasukkan sebuah kantong teh dan satu sendok makan gula ke sebuah gelas kecil. Lalu aku menuangkan air yang sudah mendidih tersebut ke gelas kecil tadi. Aku mengaduk-ngaduk teh yang sudah kubuat, lalu kuminum. Hmm, ini teh apa ya? Aku tidak sempat membaca bungkusnya karena aku sudah agak mengantuk. Ternyata itu adalah rose tea! Makanya ada beberapa rose petal di kantong tehnya. Rasanya agak sepet, dan rasa sepetnya beda dengan teh melati. Ada wangi harumnya. Karena sudah terlalu mengantuk, akhirnya aku memustukan untuk tidur saja.

Baca juga: Raya dan nyanyian hujan

Esok harinya…

Hari yang cerah. Tapi hawanya agak dingin, jadi aku meutupi tubuhku dengan selimut. Kata Ibu, disini terdapat sarapan gratis, tapi kami tidak tahu kehalalannya, jadi kata Ibu sebaiknya sarapan di luar hotel saja. Aku membaca buku novel anak yang berjudul Diamond Girl, dan membacanya sampai habis. Huft, ternyata bosan juga. Karena aku mencapai Ranking 1, Ayah membolehkan aku keluar hotel sendiri. Aku mengambil kartu debitku, kamus Bahasa Prancis – Indonesia, kamera, dan beberapa uang rupiah dari dompet. Aku akan menukarkan uang rupiah itu menjadi uang euro.

Aku menghampiri sebuah bakery yang menjual roti-roti Halal. Bakery  itu bernama Halal Vintage Bakery. Aku mengeluarkan kamera dari tasnya, dan mulai merekam video. “Aku berada di Halal Vintage Bakery Prancis, dan aku memesan sebuah croissant degan taburan keju. Hmm, rasanya beda dengan roti croissant di Indonesia. Roti croissant disini justru lebih gurih dan mengenyangkan,” kataku dalam video. Aku pun membungkus dua chocolate croissant. Aku tetap merekam video, dan kameranya aku bawa ke kafe yang lumayan terkenal, Cafe Dreamies. “Cafe Dreamies itu juga menjual makanan Halal, loh!” kataku dalam video. Aku berjalan ke kafe dengan perut kenyang. Tidak biasanya loh, orang Indonesia makan roti dan langsung kenyang. Aku puas sekali! Cafe Dreamies ini didekorasi unicorn dan pegasus-pegasus yang lucuu sekali. Serta, bagian luar cafenya dihiasi dengan 2 patung unicorn dan pegasus yang menarik perhatian pelanggan. Apalagi dindingnya yang dicat berwarna pink. Kawaii desu ne!

Di kafe itu, aku memesan  french fries dan milkshake rasa strawberry. “Aku penasaran dengan french fries yang satu ini. Kan namanya french fries, artinya kentang goreng Prancis,” jelasku dalam video. “Hmm, french friesnya tak terlalu asin, dan tak terlalu hambar juga. Rasanya sangat pas di lidahku,” lanjutku.

Giliran milkshakenya yang kucoba!

“Hmm… Rasa milkshakenya agak terlalu manis, tapi tak apa. Dengan tampilan milkshakenya yang lucu seperti ini, pasti semua orang tertarik membelinya,” Dekorasi milkshake itu memang lucu, dengan gelas yang dicelpkan lelehan coklat, dan diberi sprinkles. Diatasnya diberi whip cream yang lembut, serta beberapa permen yang manis. Saus karamelnya memang top, tapi sedikit berlebihan.

“Oh iya, kenapa di restoran dan kafe-kafe di Prancis jarang ada lalat, ya? Kalau di Indonesia kan, banyak sekali lalat,” kataku dalam video. Sepanjang jalan aku merekam video, banyak orang-orang yang memperhatikanku. Apalagi pas di kafe, semua orang diam dan tenang, sedangkan aku cuap-cuap sendiri nggak jelas. Mungkin karena akunya yang bawel, kali yaa…Hehe! Aku pulang ke hotel dengan perut njembling. Njembling itu Bahasa Jawa yang artinya buncit, hihi. Ayah dan Ibu sedang membicarakan sesuatu dengan bisik-bisik. Lagi ngomongi apa, yaa? Akhirnya aku nguping. Nggak dong, bercandaa…

Aku langsung duduk dan mengedit video yang tadi. Lalu, akhirnya aku upload di YouTube, deh! Oh ya, ngomong-ngomong…videoku di YouTube™ sudah ada 17, loh! Dan subscribernya sudah 1,044 (1k). Masih sedikit, sih…hehe. Tapi ada satu video yang nonton sudah 40k! Oh iya teman-teman, k itu adalah ribuan. Misalnya : 2k. 2k = 2000. Mengerti, kan?

“Rubee, tadi habis darimana?” tanya Ibu.

“Habis dari Dreamies Cafe sama Halal Vintage Bakery,” jawabku.

“Ayah sama Ibu aku belikan chocolate croissant,” lanjutku.

“Oh, ya. Kita disini nggak jadi 1,5 bulan. Tapi 1 bulan saja,” kata Ayah.

“Jadi, 1 bulannya?” tanyaku.

“Yaa, dirumah saja,” jawab Ayah dan Ibu serempak.

Sekarang kemana, ya? Jalan-jalan ke Menara Eiffel, atau Museum De Louvre?

Baca juga: Part 1 | Part 2

Bersambung… I am a food vlogger! Part 4

Kamu mau menulis cerita seperti ini juga? Tulis sekarang!

Enthusiast

Ditulis oleh Hanun Sahasika

" Menulis Adalah Berbagi "

Years Of MembershipStory Maker

Yuk tulis komentar kamu