in

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Jelaskan dan sebutkan Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot. Ini materi Bahasa Indonesia, tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) atau sederajat, pelajaran kelas 10.

Kosasih (2013:7) menjelaskan tentang teks anekdot adalah sebuah cerita lucu atau menggelitik yang bertujuan memberikan suatu pembelajaran tertentu.

Jadi melalui teks anekdot ini, penulis dapat memberikan pembelajaran kepada pendengar ataupun pembaca terdapat suatu hal yang sedang hangat kala itu dengan cara humor.

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Sobat penulis cilik, masih berhubungan dengan pendapat Kosasih (2014:9) pada jenis-jenis teks. Anekdot tergolong ke dalam teks bergenre cerita.

Berdasarkan hal itu, secara language feature atau unsur kebahasaan teks anekdot memiliki karakteristik, diantaranya:

  1. Menggunakan kalimat langsung ataupun tidak langsung.
  2. Menggunakan keterangan waktu.
    Hal ini terkait dengan bentuk anekdot yang berupa cerita, disajikan secara kronologis atau mengikuti urutan waktu.
  3. Menggunakan nama tokoh orang ketiga tunggal, baik dengan menyebutkan langsung nama tokoh faktual atau tokoh yang disamarkan.
  4. Menggunakan kata kerja material, yakni kata yang menunjukkan suatu aktivitas.
    Hal ini terkait dengan tindakan para tokohnya dan alur yang membentuk rangkaian peristiwa ataupun kegiatan.
  5. Menggunakan kata penghubung (konjungsi) yang bermakna kronologis (temporal), yakni dengan hadirnya kata-kata akhirnya, kemudian, lalu.
  6. Menggunakan konjungsi penerang atau penjelas, seperti, bahwa.
    Ini terkait dengan dialog para tokohnya yang diubah dari bentuk langsung ke kalimat tak langsung.

Baca:
Struktur Teks Anekdot
Struktur Teks Eksposisi
Perbedaan Teks Anekdot dan Humor
Contoh Teks Anekdot Tentang Pendidikan Masa Kini
Contoh Anekdot Lucu Tentang Sekolah

Menurut Tim Kemendikbud (2013: 111) terkait kaidah penulisan teks anekdot, yaitu: Dibuat dengan bahasa yang lucu dan ditambahkan hal-hal/ peristiwa yang membuat jengkel atau konyol bagi pendengar/ pembaca yang seakan mengalaminya.

Jadia itulah Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot. Koreksi dan bagikan jika bermanfaat ya! Sumber:

  1. Kosasih, E. (2013). Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  2. Kosasih, E. (2014). Jenis-jenis Teks (Analisis Fungsi, Struktur, dan Kaidah serta Langkah Penulisannya). Bandung: Yrama Widya.

Yuk tulis komentar kamu