in

NgakakNgakak TakutTakut SedihSedih SenangSenang KagetKaget KerenKeren

Liburan Berkesan Untuk Adikku Tersayang

Liburan Berkesan Untuk Adikku Tersayang
Liburan Berkesan Untuk Adikku Tersayang

Liburan berkesan untuk adikku tersayang. Minggu ceria, hari ini kota Depok sangat cerah, cocok untuk liburan, bermain, atau aktivitas lain untuk menghilangkan rasa jenuh di sekolah. Aku dan Adik tidak kemana-mana, di rumah saja.

Ingin rasanya aku jalan-jalan seperti Dodi, dia teman baikku yang saat ini sedang berlibur bersama keluargnya ke kebun binatang, “Mau lihat Jerapah,” itu jawabnya, pada hari Sabtu malam, selepas pengajian anak-anak di Mushola dekat rumah.

Hari ini Ayahku masuk kerja, katanya ada lembur, pulang ke rumah biasanya jam 17.00 WIB. Jadi, aku di rumah bersama Ibu dan adik. Kita menghabiskan waktu bersama untuk membantu Ibu, mencuci, menyapu, mengepel, dan menggambar.

Rendi, adikku yang sangat aku sayangi, tahun ini mau masuk Sekolah Dasar (SD), jadi aku sebagai kakak yang baik, ingin agar dia pintar dan rajin belajar.

Baca juga : Cerita hari pertama masuk sekolah

Rendi anak yang pintar, pada umur sekecil itu, dia bisa melakukan hal-hal yang dulu aku tidak bisa, ingatannya juga sangat kuat dan mampu mencerna kalimat dengan cepat, khususnya jika dia dalam keadaan terdesak, hehehe…

Ada kejadian lucu yang masih aku ingat, waktu itu entah kenapa dia masuk ke rumah dan menangis, dia berteriak dan hanya memanggil nama temannya “Fatir… Fatir… Fatir…”

Dia panggil nama Fatir berulang-ulang, jika Rendi menangis hampir tidak ada yang mengerti maksudnya apa, sampai ketika dia sudah mulai merasa kelelahan menangis, aku mencoba mengajukan beberapa pertanyaan.

“Dek, kamu kenapa? berantem?” tanyaku sedikit kesal menunggu dia berhenti menangis.

“Fatir! dia memukul temanku Ical” jawabnya, masih tersedu-sedu.

Sambil tersenyum, aku bertanya balik, “Lah kenapa kamu yang nagis..?”

“Ical yang salah, dia mengira aku yang memukulnya, padahalkan Fatir, Ical memukulku dengan keras, ya aku balas sampai dia nangis…” jawab Rendi, menceritakan seolah-olah dia yang paling benar.

“Yang kakak bingung kamu dipukul Ical, ko gak nangis, kenapa sampe rumah nangis…?” tanyaku dengan tersenyum lebar.

“Hehe, aku takut Mamahnya Ical kerumah, kemudian mengadu ke Ibu, jadi aku nangis duluan deh biar gak kena omelan Ibu” jawab dia yang tertawa lebar, seakan tidak terjadi apa-apa.

Hebatnya Rendi, dia mampu tertawa disaat dia sedang menangis kejer dan melajutkan tangisannya setelah selesai tertawanya.

Ayahku, pada saat kejadian itu ada di rumah, tiba-tiba ia keluar dan berkata kepada Rendi, “Apa, kamu pukul Ical? Dia kan badannya kecil, 2x badan kamu Dek, kamu gak kasian sama dia? Bukannya menjelaskan dulu malah kamu balas”.

“Ayah gak tau, Ical pukulannya keras tau Yah, sakit nih masih terasa sampai sekarang” jawab Rendi membela diri.

“Mau Ayah tambahin!!!” jawab Ayah sambil tersenyum.

“Ko Ayah ngebela Ical, kan dia yang salah bukan aku,” masih berusaha Rendi membela diri.

“Kamu tau kenapa Ayah marah dan Ingin memukul kamu? karena kamu memukul anak yang lebih kecil dari kamu,” jelas Ayah.

“Kalo Ayah pukul Aku, bebarti Ayah salah juga, karena memukul orang yang lebih kecil dari Ayah, apa aku perlu bilang sama Kakek untuk memukul Ayah..???” jawab Rendi dengan kesal.

“Ha…Haa..Haa.” sontak semua keluargaku tertawa lepas mendengar jawaban Rendi yang luar biasa mampu mengocok perut kami.

Sebetulnya banyak hal lain yang sering membuatku tambah sayang sama Dia, yang nanti akan aku coba tuliskan untuk berbagi cerita dengan kalian, teman-temanku di dunia maya.

Baca juga : Liburan Seru di Rumah Kakek

Terima kasih sudah membaca cerita liburan berkesan untuk adikku tersayang, semoga bermanfaat, dan mohon maaf jika kurang berkenan.

2 Komentar

Balas komentar

Yuk tulis komentar kamu