in

Mahkota Kesabaran Hadiah Seekor Semut

Mahkota Kesabaran Hadiah Seekor Semut
Mahkota Kesabaran Hadiah Seekor Semut

Mahkota Kesabaran Hadiah Seekor Semut. Sudah dua hari dua malam Iloni dan Elsa, saudara kembar semut ini tidak mengisi perutnya dengan apapun. Mereka tidak beristirahat sebab tidak menemukan tempat istirahat dengan nyaman. Hal ini terjadi lantaran mereka diusir dari kerajaan semut di pinggiran hutan, entah apa sebabnya. Hidup mereka bagai telur di ujung tanduk. Sebab bila mereka benar-benar lemas dan kehabisan tenaga, mereka bisa mati di tengah cuaca panas tengah menerpa hutan.

“Duh… Iloni… aku kelelahan…,” ucap Elsa, adik semut.
“Aku juga kelelahan, Elsa,” sahut Iloni seraya berjalan.
“Sampai kapan kita bisa bertahan hidup, Lon?” tanya Elsa.
“Entahlah, Sa. Mungkin beberapa menit lagi,” jawab Iloni menghitung kemungkinan beberapa lama mereka bertahan hidup.

Mendengar perkataan kakaknya, Elsa sangat jengkel. Ia berdecih kesal dalam hatinya sambil berjalan, menghabiskan tenaga di badannya yang tersisa, Iloni sok tahu, deh! Menentukan hidup ini kan Tuhan. Iloni malah bilang hidup kami tinggal beberapa menit lagi. Belum tentu Tuhan mempunyai takdir seperti itu kepada kami.

“Wah, ada makanan!” pekik Iloni bahagia, melihat sebutir rambutan berada satu meter dari mereka berdiri. Satu meter itu jarak pendek bagi manusia, tapi bagi semut itu sangat panjang.

“Iya tuh, Lon! Siapa sampai sana duluan dapat rambutan, ya!” Seketika tenaganya pulih lagi, mungkin karena semangatnya kembali menggebu.

“Eh, Elsa tunggu!” Iloni menyusul kembarannya.
Butuh waktu 15 menit untuk mencapai sebuah rambutan ranum itu. Elsa dan Iloni saling cepat-cepatan. Namun akhirnya, dia mendapat buah rambutan itu.

“Yeay! Aku dapat!” Elsa bersorak gembira. “Besar sekali! Pasti kita bakal kenyang nih!”

“Elsa, menjauh dari rambutan itu!” beritahu Iloni, begitu melihat sebuah burung berada tepat di belakang rambutan. Dia tidak menghiraukan perkataan kembarannya.
Burung dibicarakan Iloni tiba-tiba mengangkat buah rambutan sekaligus mengangkat Elsa juga menempel di rambutan itu. Iloni menggigit kaki burung itu agar tidak mengambil rambutan dan adiknya.

“Aduh, sakit!” ringis burung itu kesakitan. Menggoyang-goyangkan badan dan kakinya sehingga Iloni terlempar jauh. Jadilah Iloni kehilangan saudara kembarnya.

“RAMBUTANKU…!!! ELSA…!!!” Iloni kehilangan dua hal sekaligus, yaitu kembaran dan rambutannya.

Aku harus tegar menghadapi semua ini. Pasti ada hikmahnya di balik semua ini, gumam Iloni. Ia terus melanjutkan perjalanan. Tapi karena badannya sudah tak kuat untuk bergerak lagi, akhirnya Iloni pingsan di tengah teriknya matahari.

Baca juga: Seindah Dunia Cherry

Beberapa jam kemudian…

“Bangunlah, Iloni!” Burung kembali ke tempat tadi dimana ia menemukan rambutan. Namun ia tidak membawa apapun kecuali raganya.

“Hmm… apakah aku belum mati?” Iloni terbangun dari pingsannya.

“Kamu belum mati, Iloni. Inilah saatnya kamu mendapatkan apa yang seharusnya didapat olehmu,” kata burung.

“Maksud kamu?” bingung Iloni, setelah berdiri kembali.

“Naiklah ke punggungku. Kamu akan tahu jawaban dari perkataanku tadi,” perintahnya.
Burung itu memberi tumpangan kepada Iloni. Perlahan, burung mulai membubung tinggi ke udara. Iloni senang sekali, karena ini adalah pengalaman pertamanya ia bisa berada di udara.

“Oh ya, nama kamu siapa? Kamu sudah tahu kan, namaku,” tukas Iloni.

“Iya, namaku Birdty,” sahut burung yang ternyata bernama Birdty.

Tak lama kemudian, Birdty mendarat dengan aman dan selamat di sebuah tempat. Sepertinya Iloni kenal dengan tempat ini. Lebih tepatnya sangat kenal. Ini kan, kerajaan semut berada di pinggiran hutan! Di pintu masuk kerajaan, pemimpin dari kerajaan ini menyambut kedatangan Iloni.

“Selamat datang kembali, Iloni. Aku membawa dua kabar gembira untukmu,” sambut Carissa, pemimpin kerajaan semut. Belum sempat Iloni bertanya soal kabar gembira tersebut, Carissa memberitahunya.

Baca juga: Siapa Takut Mencari Jejak Saat Pramuka?

“Sebelumnya, maafkan aku karena telah mengusir kamu dari kerajaan ini. Kamu telah lulus ujian. Berarti, kamu akan menjadi pemimpin disini. Karena kamu merupakan sahabatku yang baik dan terpercaya bagiku. Kedua, jangan pikirkan kembaranmu lagi, sebab Elsa ada disini…,” Setelah Carissa mengakhiri perkataannya, Elsa berlari ke hadapan Iloni. Kedua saudara kembar semut itu berpelukan erat.

“Syukurlah, kau selamat,” ungkap Iloni bahagia.

“Kamu telah menjadi pemimpin di kerajaan ini. Oh ya, jadi penyebab kita diusir itu karena Carissa ingin menguji kita apakah kita layak menjadi penerus tahta selanjutnya. Birdty mengikuti kita dari belakang dan mencatat hal-hal apa seharusnya dilakukan kita selama berada di luar kerajaan. Dan, ternyata kita berhasil melaluinya,” jelas Elsa.

“Benar kata Elsa. Oke, Birdty. Tolong berikan mahkota kupakai ini kepada Iloni. Dia sangat pantas memakai ini,” Carissa melepas mahkotanya dipakainya kemudian memberikan mahkotanya kepada Birdty. Lalu Birdty memberikan mahkota itu kepada Iloni.

“Terima kasih semuanya…,” ucap Iloni bahagia setelah memakai mahkota itu. Mahkotanya berkilau berwarna kuning dan terdapat batu permata berwarna hijau, biru, dan merah. Iloni resmi menjadi pemimpin kerajaan semut. Sedangkan Elsa juga resmi menjadi wakil pemimpin.

Sejak menjadi pemimpin, Iloni lebih sering berkomunikasi dengan semut-semut lain dan membantu semut-semut kesulitan. Kerajaannya menjadi lebih aman, damai, dan tenteram.

-tamat- Mahkota Kesabaran Hadiah Seekor Semut.

Yuk tulis komentar kamu