in

NgakakNgakak TakutTakut SedihSedih SenangSenang KagetKaget KerenKeren

Cerita Anak Mimpi Yang Terwujud

Mimpi Yang Terwujud
Mimpi Yang Terwujud

Cerita Anak Mimpi Yang Terwujud. Pagi yang tidak terlalu cerah, aku berangkat ke sekolah, seperti biasa, Ibu pasti sudah memasukkan payung ke dalam tasku. Begitulah Ibu yang aku sayangi, selalu memperhatikan kebutuhanku. Aku sudah melihat Elvis dari kejauhan, dia sedang duduk sendiri di depan kelas.

Nampaknya Elvis adalah anak pertama yang sampai di Sekolah, setelah Bapak Penjaga Sekolah. Cuaca sepertinya tidak bersahabat, sepertinya benar firasat Ibuku, bahwa hari ini akan turun hujan.

Baca juga : Murid baru yang aneh

“Pagi Nando” sapa temanku. Sepertinya Elvis memang sedang sumringah, dengan raut muka penuh dengan senyuman.

“Pagi juga Elvis” aku membalas sapaannya dengan senyum yang lebih lebar juga.

“Hari ini, kita kelas enam SD, apa yang mau kamu lakukan” tanya Elvis, sepertinya sejuta impian sudah dia daftar dan ditulis di kepalanya.

Perlahan aku berpikir, “Mungkin bermain bola” kata ku, aku seperti ditanya guru dan tidah tahu harus jawab apa.

Obrolan kita di depan kelas tidah berlangsung lama, beberapa teman mulai berdatangan, satau demi satu. Kami pun memutuskan untuk masuk ke dalam kelas. Kebetulan Elvis dan aku satu bangku.

“Ayo kita main bola, kebetulan aku bawa bola,” ajak Elvis

TENG…TENG…TENG, bel tanda masuk sudah berbunyi, “mungkin nanti saat istirahat saja,” jawabku.

Pelajaran pertama dimulai, “anak-anak, apa mimpi kalian, tuliskan dibuku kalian masing-masing,” perintah ibu Guru, “ada apa ya, hari ini ada dua orang yang menanyakan mimpi,” gumamku.

“Apa mimpi kamu Nando,” kata Elvis, yang sudah selesai menulis mimpinya.

“Aku mau jadi pemain bola, Tim Nasional Indonesia,” kataku, “Setidaknya aku bisa dilatih dengan tekut oleh orang yang mengerti permainan sepak bola,” jelasku lagi.

“Wah, ternyata mimpi kita sama ya,” Elvis memegang pundakku.

Baca juga : Api yang menyala-nyala di kelasku

Bel istirahat kembali berbunyi, tidak terasa sudah dua materi pelajaran kita lalui, “cepat ayo kita main bola,” kata Elvis, sepertinya dia memang sudah tidak sabar, ingin sekali bermain bola.

“Ayo, siapa takut,” jawabku, kami pun bermain bola dengan riang gembira, penuh sportivitas, lebih baik kalah dengan kejujuran, dari pada menang dengan kecurangan.

“Sepertinya kita harus latihan bola sama pelatih yang hebat, supaya bisa mewujudkan mimpi kita,” ucapku, merasa perlu berlatih, karena kemampuan bermain bola yang tidak sehebat anak sekolah lain.

“Tapi dimana yang ada pelatih seperti itu,” kata Elvis, berpikir, mau belajar dikemana kita.

“Oh ya kebetulan pamanku pelatih bola,” jelasku yang disetujui oleh Elvis juga. Hari Minggu pagi aku dan Elvis janjian di batas kota, kebetulan rumah kami berjauhan, sedangkan batas kota adalah tempat yang paling dekat dengan rumah kami dan juga rumah Pamanku.

Baca juga : Cerita motivasi singkat

Ternyata Pamanku setuju untuk melatih kita berdua secara berkala, beliau menyempatkan waktu beberapa jam setiap hari minggu, sebelum dia melatih sekolah lain. Beliau adalah Paman yang baik, selalu memotivasi kami dengan segala cara, sehingga kami bisa bersemangat dan giat berlatih.

-TAMAT- Terima kasih, sudah membaca Cerita Anak Mimpi Yang Terwujud, semoga bermanfaat.

Participant

Ditulis oleh Marshal

Namaku Marshal, Kelas V SDN 2 Guntung Payung, Banjarbaru. Adikku namanya Anggita, dia salah satu penulis cilik di www.penuliscilik.com.

Years Of Membership

Comments

Yuk tulis komentar kamu

Loading…

0

Komentar FB

0