in

Misteri Kolam Renang Dan Ulama Sang Penolong

Misteri Kolam Renang Dan Ulama Sang Penolong
Misteri Kolam Renang Dan Ulama Sang Penolong

Pagi-pagi sekali Riki sudah bertamu ke rumahku, seperti biasa, aku dan Dia selalu melakukan hal-hal yang seru. Kami sahabatan sudah dari kecil sampai sekarang sudah kelas 4 SD. Riki yang mulai kesal melihat tingkah laku aku yang hanya sibuk dengan sepeda baruku ini.

“Dedi, Dedi,” kata Riki dengan nada yang sedikit kesal.
“Ngapain sih,” begitu juga aku, yang sedikit kaget dan merasa kesal juga.
“Masa kamu lupakan, kita mau ke kolam renang,” kata Riki lagi, mengingatkan.
“Oh iya masa aku lupa, tunggu sebentar ya,” jawabku.

Aku sibuk siap-siap, cuci tangan, bersih-bersih, dan mengambil perlengkapan, sementara Riki sungguh santai, rebahan di lantai.
“Ah lama amat,” kata Riki
“Maaf” kataku
“Ya sudah ayo kita cepat-cepat keburu panas,” kata Riki lagi
Kami berjalan tidak begitu jauh menuju jalan raya, maksudnya mau memesan taksi, karena jarah kolam renang dengan rumah kami lumayan jauh.
“Dedi kamu cegat taksi,” kata Riki
“Kamu ngapain,” kataku
“Bersantai,” kata Riki

Kami sudah menunggu lama sampai akhirnya, “Taksi! Taksi!” kataku
Riki langsung kaget
“Ngejutin aja,” kata Riki
“Hehehe,” kataku
“Ya udah ayo cepat masuk,”kata Riki
Sampai di kolam renang…….
“Ayo cepat Riki,” kataku
“Tunggu!” kata Riki
“Apa lagi sih,” kataku kesal
“Kamu jangan masuk di kolam yang dalam,” kata Riki
“Kenapa?” tanyaku penasaran
“Karena katanya ada orang yang meninggal di situ, konon kalau orang yang masuk dalam kolam besar orang itu akan di seret ke dalam air,” kata Riki
“Tau dari mana kamu?” kataku tidak percaya
“Tau dari orang sebelah yang baru kasih tahu aku,” kata Riki

Tapi aku masih tidak percaya sehingga aku masuk ke kolam besar tiba-tiba
“Tolong-tolong,” kataku meminta pertolongan
Untung di situ ada ulama yang menjaga sehingga dibacakan ayat kursi
“Untung kamu selamat, kalau tidak apa yang harus kukatakan kepada orang tua kamu,” kata Riki cemas
“Makanya jadi orang itu percaya dong, sama ucapan orang,” kata Riki lagi
“Iya deh maaf,” kataku

-TAMAT-

Ayo Vote! Biar makin trending.

100 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Ditulis oleh Marshal

Namaku Marshal, Kelas V SDN 2 Guntung Payung, Banjarbaru. Adikku namanya Anggita, dia salah satu penulis cilik di www.penuliscilik.com.

Years Of Membership

Yuk tulis komentar kamu

Alamat email kamu tidak akan dipublikasikan. Yang memiliki tanda (*) harus diisi

Yang ini sudah pasti pernah dialami oleh anak di seluruh dunia. Kalian pasti pernah dimarahi oleh orang tua, kan? Karena menghilangkan sesuatu lah, tidak mengerjakan PR, lupa waktu, nilai jelek, dan lain-lain. Orang tua kalian wajib tahu ini saat marah : saat orang tua marah, apalagi kepada balita, jutaan bahkan miliaran sel otak hancur akibat terkena bentakan. Gara-gara ini yang dilakukan kita saat kena bentakan orang tua adalah

Beberapa Perilaku Orang Tua yang Dianggap Membully Anak

Berkemah di Hutan Misteri

Berkemah di Hutan Misteri